Connect with us

Berita

Wisata ganja Amsterdam dipersempit

Avatar

Published

on

wikipedia

Mungkin bukan sebuah rahasia lagi apabila ganja adalah hal yang legal di Amsterdam, Belanda. Ganja sudah menjadi daya tarik wisata Amsterdam tersendiri.

Daerah yang disebut Red Light District, aroma ganja yang tajam tercium di mana-mana. Saking tajam, mudah sekali untuk mengenali wanginya.

Ganja yang dilegalkan sejak 1970-an ini, kini aturannya semakin dipersempit atau diperketat. Dari banyaknya konsumsi hingga tempat untuk konsumsinya.

Kota tersebut mempertimbangkan larangan turis yang kongko di ‘Coffee Shop’ dengan menjual ganja untuk perekonomian penduduk lokal.

Survei terhadap turis yang mengunjungi Red Light District, dengan sampel sebanyak 1.100 turis dan umur antara 18 hingga 35 tahun menjadi jawaban atas pertimbangan Amsterdam terhadap peraturan-peraturan ganja di sana.

Sebanyak 57% responden mengungkapkan bahwa mereka mengunjungi Amsterdam karena kedai kopi ganjanya di sana. Lalu, sebanyak 34% dari mereka memilih untuk memikirkan kembali untuk datang ke kedai kopi ganja.

Sementara, 11% berkata mereka memilih untuk tidak datang kembali ke sana. Survei tersebut dilakukan pada Agustus tahun 2019.

Pemerintah Amsterdam sedang mengatur turis yang datang membludak beberapa tahun kebelakang. Ini adalah langkah untuk menghindari adanya turis yang berperilaku buruk.

Sebelum diadakannya survei, Walikota Gemke Halsema mengirim surat pada anggota dewan tentang saran yang berisikan untuk kedai kopi ganja agar bisa memiliki nilai ‘kualitas hidup di pusat kota berada dalam bawah tekanan’.

Tata tertib kedai

Mulai pada 1 April 2020, aturan tur kelompok yang diadakan di Red Light District diberlakukan. Hal ini bertujuan untuk mencegah kelompok wisata melewati toko-toko seks, tidak melakukan tur diatas pukul 22.00 malam, dan memakan waktu lama di tempat-tempat jembatan sempit atau jalan baru.

Jika ada pemandu wisata yang melanggar aturan, akan dikenakan denda sebesar 190 Euro, atau setara dengan Rp2,8 juta.

Dalam survei yang sudah dilakukan, di dalamnya meminta pendapat para turis terhadap kemungkinan untuk membayar tiket masuk ke Red Light District.

Hasilnya, 32% berkata untuk tidak akan datang, dan 44%-nya berkata mereka akan jarang mengunjunginya.

Dibanding Red Light District, wisata ke kedai kopi menjadi yang lebih kuat dalam hasil survei pada turis tersebut.

1% memilih datang kesana karena prostitusinya.

72% mengunjungi kedai kopi ganja pada saat kunjungan bisnisnya di Amsterdam.

Dampak buruk yang terlihat langsung oleh Jurnalis Isabelle Gerretsen dari overtourism di kotanya.

“Dapat dimengerti bahwa penduduk Amsterdam ingin melestarikan pusat bersejarahnya yang indah dan menjalani kehidupan hariannya tanpa terus dihadang oleh turis yang meribut,” ucapnya, dikutip dari CNN Travel, Rabu (19/2).

Ia juga berujar bahwa pembatasan terhadap wisata ganja ini adalah hal yang baru dari sejumlah tindakan yang dilakukan untuk mempertahankan kota berstatus pusat budaya dibandingkan taman hiburan.

Namun, ia juga berpendapat bahwa hal ini yang paling berisiko dibanding tindakan-tindakan lainnya.

“Karena Amsterdam dikenal di seluru dunia karena kebijakan tolerannya terhadap obat terlarang. Ini dapat menyebabkan penurunan jumlah turis,” ucapnya.

Bingungnya, membeli ganja di kedai kopi ganja menjadi hal yang sah, tetapi untuk memproduksi ganja menjadi kegiatan yang ilegal.

Dalam survei wisata ke Amsterdam, alasan umum turis untuk mengunjungi kota tersebut adalah bersepeda atau berjalan kaki mengitari kota.

 

SUMBER: CNN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Larangan kunjungan delapan negara ke Indonesia

Avatar

Published

on

Pixabay
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengumumkan kebijakan tambahan pemerintah RI tentang pencegahan virus corona di Jakarta, Selasa (17/3).
Untuk bantuan medis, lihat dokku.id
Pemerintah melarang pendatang masuk maupun transit dari delapan negara. Larangan ini diberlakukan untuk mereka yang datang dari Inggris, Swiss, Italia, Spanyol, Jerman, Vatikan, Perancis, dan Italia dalam dua pekan terakhir.
Selain itu, kebijakan khusus masih berlaku terhadap negara Korea Selatan (khususnya Provinsi Gyeongsangbuk-do dan Kota Daegu) dan China.
Sementara, untuk pendatang yang datang selain dari delapan negara tersebut, diharuskan untuk mengisi dan memberikan Kartu Kewaspadaan Kesehatan ke Kantor Kesehatan Pelabuhan sebelum tiba di pintu masuk bandara Indonesia.
Namun, apabila dalam riwayat perjalanan selama dua pekan terakhir bersangkutan dengan negara-negara tersebut, maka pendatang dilarang untuk masuk Indonesia.
Untuk WNI yang akan berkunjung ke salah satu dari delapan negara tersebut, akan dilakukan pemeriksaan tambahan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan setibanya di Indonesia.
Bagi WNA yang ada di Indonesia, perpanjangan izin tinggalnya sudah habis masa berlaku, diberlakukan aturan Permenkumham No. 7 (2020), begitupun dengan kebijakan untuk pemegang KITAP/KITAS dan izin tinggal dinas yang sekarang sedang ada di luar negeri dan izinnya akan berakhir, diberlakukan peraturan yang sama.
Seluruh kebijakan tambahan yang baru ini berlaku mulai Jumat, 20 Maret tahun ini tepat pukul 00.00 WIB. Perlu diketahui bahwa kebijakan ini sementara dan memiiki kemungkinan evaluasi kebijakan yang akan disesuaikan dengan perkembangan yang ada.

Continue Reading

Berita

Update COVID-19 Indonesia: 134 kasus

Avatar

Published

on

tirto
Per Senin (16/3), Achmad Yurianto, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Kemenkes dan jubir penanganan virus corona di Indonesia memberikan pengumuman perihal kasus pasien positif COVID-19 saat ini mencapai 134 kasus.
Ia berkata penambahan ini terjadi karena hasil dari penyelidikan atas orang-orang yang terhubung dengan pasien-pasien positif lainnya dan pernah mengalami kontak langsung.
Pada hari sebelumnya, Minggu (15/3), Indonesia tercatat memiliki 117 kasus virus corona.
Angka tersebut mayoritas penduduk dari Jakarta. Dengan menyebarnya virus corona, pemerintah mengizinkan pada pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan dalam penyelidikan terhadap mereka yang terduga pernah mengalami kontak langsung dengan para pasien COVID-19 dengan tetap merahasiakan identitasnya.
Kemudian, pasien Kasus 1, 2, dan 3 dinyatakan telah sembuh dari COVID-19. Kabar ini diumumkan oleh Terawan Agus Putranto, Menteri Kesehatan. Ketiganya telah usai dirawat di RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso dan dipulangkan.
Dalam pelepasan ketiga pasien tersebut, Terawan mengadakan upacara pelepasan dengan memberikan ‘oleh-oleh’ dari Jokowi berupa ramuan jamu yang disebut bisa menjaga daya tahan tubuh.
Ia pun mengingatkan pada masyarakat agar tidak perlu bertindak panik terhadap wabah tersebut karena masih bisa disembuhkan meskipun perlu waktu untuk prosesnya.
Diketahui, ketiga pasien sangat koorporatif dalam masa pemeriksaan dan perawatan selama di RSPI.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Kota Malang

UMM menjadi harapan masyarakat, produksi cairan pembersih tangan

Avatar

Published

on

Website UMM
Menghadapi dan merespons terhadap kelangkaan yang terjadi pada alat-alat individu untuh mencegah COVID-19, seperti masker, sabun cuci tangan, dan cairan pembersih tangan di apotek maupun di toko-toko terdekat, Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang memproduksi cairan pembersih tangan sendiri.
Sebagai langkah preventif, cairan pembersih tangan menjadi hal yang kini masih dicari oleh masyarakat untuk mencegah virus corona. Langkah UMM dengan memproduksi cairan pembersih tangan, atau hand sanitizer adalah bentuk dukungan yang sangat diharapkan oleh masyarakat.
“Keberadaan cairan pembersih tangan ini sudah langka di pasar, bahkan sulit ditemukan di toko atau swalayan manapun. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan formula tepat agar nyaman saat dipakai. Kami memproduksinya dengan massal,” ucap Raditya Weka Nugraheni, penanggung jawab produksi, Malang, Jawa Timur, hari Senin (16/3).
Langkah ini pada awalnya merupakan sebuha usulan dari pimpinan UMM, Rektor Dr Fauzan, terhadap tindakan pencegahan penyebaran virus corona di seluruh area kampus. Kemudian menjadi kegiatan pengabdian dari fakultasnya, Fakultas Ilmu Kesehatan, jelas Raditya.
Pekan ini, Raditya dan timnya memiliki target memasang hand sanitizer di seluruh lorong kampus dan tersebar diberbagai titik.
“Melalui pelibatan mahasiswa, diharapkan mereka agar bisa belajar secara langsung tentang proses pembuatan hand sanitizer,” tutur Raditya. Dalam teknis produksi, UMM akan melibatkan para mahasiswa yang sedang menempuh tugas akhir bersama dengan asisten Lab Teknologi Farmasi.
Pada kesempatan sebelumnya, rektor UMM telah memberikan surat edaran pada seluruh civitas akademika tentang Kewaspadaan dan Pencegahan COVID-19 dan Pengelolaan Perkuliahan. Dalam surat edaran tersebut, Dr Fauzan mengimbau agar seluruh pelaku civitas menjalani hidup yang sehat dan menghindar dari segala penyakit.
Selain itu, kegiatan perkuliahan dilakukan secara daring dengan memberikan materi penugasan melalui tautan yang bisa diakses dengan internet oleh mahasiswa.
Kampus-kampus yang ada di Malang selain UMM juga meniadakan kegiatan perkuliahan dan menggantinya melalui jaringan online.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Trending