Connect with us

Pendidikan

Ujian Nasional Diganti, DPR Sebut Guru Tetap Jadi Kuncinya

Avatar

Published

on

infokampus.news

Anggota DP Komisi X Hetifah menilai bahwa penggantian UN menjadi Asesmen Kompetensi Minimum kunci tepat ada pada guru di sekolah masing-masing.

“Sebetulnya iu catatan terakhir, jadi saya kira tetap fokusnya dan prasyarat kunci keberhasilan itu di guru. Oleh sebab itu kita tidak boleh over estimated nih soal kemampuan guru itu, bukan berarti kita merendahkan akan kemampuan mereka tapi justru kita harus folus mendorong,” ujarnya saat ditemui di Perpustakaan Kemendikbud, Jakarta Pusat, Kamis. Selain mendorong, harus juga melibatkan lembaga terkait agar bisa memberikan kompetensi tambahan kepada guru guna mewujudkan metode ini. “Niat kita kan tadi bukan memberi beban baru lagi, karena saya memahamilah sulitnya untuk bisa membuat suatu asesmen itu, ada ilmunya juga dan ada tatacaranya, jadi pemerintah tidak boleh lepas tangan ya,” tambahnya.

Sebelumnya, Nadiem, Menteri pendidikan dan Kebudayaan memutuskan untuk mengganti UN dengan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter mulai 2021. Pemerintah bilang mereka sudah merancang dan menguji coba sistem ini.

Patokannya ada di PISA (Programme for International Student Assessment) dan TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study).

Ia melanjutkan bukan berarti diotonomikan dan seolah pemerintah lepas tangan. Pemerintah harus memberikan pembinaan yang cukup dan menjamin setiap sekolah mampu menjalankannya dengan baik dan ada evaluasi dari pemerintah sejauh mana sekolah bisa menjalankannya.

Hetifah yakin Indonesia memiliki banyak macam pakar, bahkan NGO sekalipun yang tahu tentang asesmen itu. Karena metode belajar yang baru ini bisa dipelajari dari negara-negara yang sudah berpengalaman.

“Jadi maksudnya pakar itu bukan orang asing, tapi mereka yang sudah lebih berpengalaman dengan metode pembelajaran seperti itu dan acara penilaian atau asesmennya,” tutur Hetifah. Tapi, yang penting sekarang adalah tugas kita mencari realita yang ada di sekolah kita saat ini hasil belajar itu seperti apa dengan sejujur-jujurnya.”

Ia menambahkan pemerintah akan dapat feedback, karena mungkin banyak hal positif demi kemajuan pendidikan di Indonesia. Jadi tujuannya adalah mendapatkan data dan infomasi fakta yang mencerminkan realita di lapangan.

Totok Suprayitno, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berkata para siswa juga harus disosialisasikan soal belajar itu perjalanan yang panjang, maka siswa harus diberikan tantangan yang tepat setiap saat di kesehariannya.

“Dulu mungkin UN merupakan hal yang tepat. Namun, dalam perkembangannya, apakah konten yang diakses itu, penguasaan siswa bukan penguasaan informasi, tapi bernalar. UN masih didominasi dengan level rendah tingkat kognitifnya. Maka dibutuhkan kontennya yang kearah level kognitif lebih tinggi,” ujar Totok.

 

SUMBER: Tempo

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kota Malang

UMM menjadi harapan masyarakat, produksi cairan pembersih tangan

Avatar

Published

on

Website UMM
Menghadapi dan merespons terhadap kelangkaan yang terjadi pada alat-alat individu untuh mencegah COVID-19, seperti masker, sabun cuci tangan, dan cairan pembersih tangan di apotek maupun di toko-toko terdekat, Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang memproduksi cairan pembersih tangan sendiri.
Sebagai langkah preventif, cairan pembersih tangan menjadi hal yang kini masih dicari oleh masyarakat untuk mencegah virus corona. Langkah UMM dengan memproduksi cairan pembersih tangan, atau hand sanitizer adalah bentuk dukungan yang sangat diharapkan oleh masyarakat.
“Keberadaan cairan pembersih tangan ini sudah langka di pasar, bahkan sulit ditemukan di toko atau swalayan manapun. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan formula tepat agar nyaman saat dipakai. Kami memproduksinya dengan massal,” ucap Raditya Weka Nugraheni, penanggung jawab produksi, Malang, Jawa Timur, hari Senin (16/3).
Langkah ini pada awalnya merupakan sebuha usulan dari pimpinan UMM, Rektor Dr Fauzan, terhadap tindakan pencegahan penyebaran virus corona di seluruh area kampus. Kemudian menjadi kegiatan pengabdian dari fakultasnya, Fakultas Ilmu Kesehatan, jelas Raditya.
Pekan ini, Raditya dan timnya memiliki target memasang hand sanitizer di seluruh lorong kampus dan tersebar diberbagai titik.
“Melalui pelibatan mahasiswa, diharapkan mereka agar bisa belajar secara langsung tentang proses pembuatan hand sanitizer,” tutur Raditya. Dalam teknis produksi, UMM akan melibatkan para mahasiswa yang sedang menempuh tugas akhir bersama dengan asisten Lab Teknologi Farmasi.
Pada kesempatan sebelumnya, rektor UMM telah memberikan surat edaran pada seluruh civitas akademika tentang Kewaspadaan dan Pencegahan COVID-19 dan Pengelolaan Perkuliahan. Dalam surat edaran tersebut, Dr Fauzan mengimbau agar seluruh pelaku civitas menjalani hidup yang sehat dan menghindar dari segala penyakit.
Selain itu, kegiatan perkuliahan dilakukan secara daring dengan memberikan materi penugasan melalui tautan yang bisa diakses dengan internet oleh mahasiswa.
Kampus-kampus yang ada di Malang selain UMM juga meniadakan kegiatan perkuliahan dan menggantinya melalui jaringan online.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Pendidikan

UNBK tetap di bulan Maret ditengah waspada COVID-19

Avatar

Published

on

Pixabay
Kemendikbud menetapkan jadwal pelaksanaan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) berjalan di bulan maret.
Terkait dengan risiko virus COVID-19, Kemendikbud yakin bahwa hal tersebut tidak akan mengganggu jadwal UNBK.
“Ujian Nasional tetap dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh BSNP,” jelas Abdul Muti, Ketua BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). “Dalam pelaksanaan, aspek keamanan, kesehatan dan keselamatan mengarah ke protokol corona bidang pendidikan yang sudah diterbitkan pemerintah.”
Yang dimaksud protokol tersebut adalah protokol pada penanganan virus corona di institusi pendidikan yang diterbitkan pekan lalu oleh Kemendikbud.
Abdul kemudian berkata bahwa penyelenggaraan ujian nasional tidak ada perubahan terkait waspada virus corona.
Dikutip dari web resmi Kemendikbud, jadwal UNBK 2020 dimulai pada Maret hingga April. untuk SMK, UNBK diadakan pada 16-19 Maret. SMA/MA pada 30 Maret hingga 2 April. Sementara tingkat SMP/MTs diselenggarakan pada 20-23 April.
“Jadwal sudah ditetapkan oleh BSNP jauh sebelum ada kasus corona. Ujian lebih maju dari tahun lalu karena mempertimbangkan banyak hal,” jelasnya. “Terutama perayaan hari besar agama dan bulan Ramadan. Semua ujian utama untuk pendidikan formal udah selesai sebelum Ramadan.”
SUMBER: CNN

Continue Reading

Pendidikan

Pet Owners, ketahuilah hal ini mengingat wabah virus corona

Avatar

Published

on

Pixabay
Diketahui hewan peliharaan, jenis anjing di Hong Kong terdeteksi positif virus COVID-19, meskipun memiliki tingkat yang rendah. Anjing tersebut menjadi hewan peliharaan pertama yang terdampak virus corona. Diberitakan bahwa pemilik sang anjing adalah pasien yang terinfeksi virus corona.
Anjing tersebut meskipun dinyatakan positif, ia tidak menunjukkan gejala-gejala yang dimiliki ketika seseorang terpapar virus corona.
Segera setelah mengetahui hal tersebut, anjingnya dikarantina untuk diuji agar ia negatif virus. Proses dari karantina memakan waktu selama 14 hari menurut Departemen Pertanian, Perikanan, dan Konservasi.
Hal ini menimbulkan pertanyaan dan kecemasan terhadap hewan peliharaan yang bisa menularkan virus corona ke manusia.
WHO meyakini bahwa hewan peliharaan tidak akan bisa menularkan virus karena tidak ada bukti yang cukup kuat bahwa kucing atau anjing bisa terkena infeksi virus.
Tetapi, virus corona diketahui ditemukan pertama pada hewan. Hewan yang terinfeksi virus terbagi menjadi empat kelompok; alfa, beta, gama, delta. Sejauh ini virus menginfeksi hewan dan manusia masuk ke jenis alfa dan beta.
Meski begitu, virus yang menyebar ke manusia adalah virus corona jenis beta. Sedangkan, virus yang menyerang ke kucing, anjing, dan hewan lan bisa saja terinfeksi oleh virus corona jenis alfa.
“Anjing dan kucing memang terkena virus corona. Tapi, yang menginfeksi anjing dan kucing sama sekali tidak ada kaitannya dengan wabah saat ini,” ucap Jane Gray, ahli bedah hewan, dikutip CNN.
Karantina yang dilakukan pada anjing tersebut merupakan tindak pencegahan wabah virus corona. Dengan begitu, para pemilik hewan atau pet owner tidak perlu khawatir.
Namun, perlu adanya tindakan pencegahan agar aman. Berikut ini adalah pedoman yang dibuat oleh WSAVA:
  1. CDC menyarankan untuk menghindari kontak langsung dengan hewan apabila kamu positif virus corona. Hindari kontak mencium, menjilat, memeluk, mengelus dan berbagi makan. Tentu mintailah pertolongan pada tetangga atau kerabat untuk membantu urus hewan peliharaanmu selagi kamu dalam perawatan.
  2. Karena belum ada bukti hewan peliharaan bisa sebarkan virus corona pada manusia, WHO memberikan saran agar kamu menyuci tangan dengan sabun setelah memiliki kontak dengan hewan untuk melindungimu dari bakteri yang bisa ditularkan dari hewan ke manusia.
  3. Apabila hewan peliharaanmu menunjukkan gejala, kontak segera hotline virus corona di Indonesia 081212123119 atau 021-5210411.

SUMBER: CNN

Continue Reading

Trending