Connect with us

Ekonomi

Triawan Munaf dan Irfan Setiaputra jabat Komut dan Dirut Garuda

Avatar

Published

on

Tempo.co

Perusahaan maskapai Garuda Indonesia telah menetapkan Direktur Utama dan Komisaris Utama baru pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dilaksanakan di Jakarta, hari Rabu 22 Januari.

Triawan Munaf, eks Kepala Badan Ekonomi Kreatif telah ditetapkan menjadi Komisaris Utama, yang akan mendampingi Irfan Saputra, eks Direktur PT Inti, yang dipilih menjadi Direktur Utamanya.

Selain Triawan Munaf, ada pula Yenny Wahid, terkenal sebagai politisi dan juga Peter F Gontha, pengusahawan yang masuk menjadi Komisaris Independen maskapai Garuda Indonesia tersebut.

Mengutip info dari Garuda Indonesia, sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan no.32/POJK.04/2014 perihal Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka, Garuda memberi tahu bahwa mereka telah melakukan panggilan untuk RUPSLB.

RUPSLB Garuda kini mempunyai tiga agenda dari acara tersebut, salah satunya adalah perubahan susunan pengurus, sesuai dengan usulan Dewan Komisaris Perseroan, Surat Dewan Komisaris no. GARUDA/DEKOM-104/2019 pada 9 Desember 2019 tentang Penyelengaraan Rapat Umum Pemegang Saham.

Berikut adalah susunan dewan dan direksi baru Garuda:

Komisaris

  1. Komisaris Utama: Triawan Munaf
  2. Wakil Komisaris Utama: Chairal Tanjung
  3. Komisaris Independen: Yenny Wahid & Elisa Lumbantoruan
  4. Komisaris: Peter Gontha

Direksi

  1. Direktur Utama: Irfan Setiaputra
  2. Wakil Direktur Utama: Dony Oskaria
  3. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Fuad Rizal
  4. Direktur Operasional: Tumpal Manumpak Hutapea
  5. Direktur Human Capital: Aryaperwira Adileksana
  6. Direktur Teknik: Rahmat Hanafi
  7. Direktur Layanan, Pengembangan Usaha dan IT: Ade R. SUsardi
  8. Direktur Niaga dan Kargi: M. Rizal Pahlevi

SUMBER: Antara

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Pasar Induk ratusan miliar dari Tommy Soeharto untuk Karawang

Avatar

Published

on

Hutomo Mandala Putra, atau umunya dikenal dengan nama Tommy Soeharto adalah Ketua Umum dari Partai Berkarya sejak Maret 2018.
Dengan karier politiknya yang panjang dan bisnis yang menggunung, ia kini memilih berinvestasi dengan membangun pasar induk di wilayah Karawang, Jawa Barat.
Dengan luas yang mencapai 12 hektare, ia menolak untuk menyebutkan total investasi dalam membangun pasar induk tersebut. Tommy hanya berkata kemungkinan investasinya bisa mencapai ratusan miliar.
“Investasinya sampai ratusan miliar rupiah. Persisnya belum diketahui, masih proses penentuan. Yang jelas sampai ratusan (miliar),” ucapnya, dikutip Antara.
Ia kemudian menjelaskan detil pasar induk yang akan dibangun memiliki konsep zero waste atau bebas sampah yang artinya, pasar induk tersebut menghindari dan menghilangkan jumlah limbah dan mengelola sampah sehingga tidak ada sampah yang sia-sia.
Tommy yakin sampah yang dihasilkan dari pasar tersebut akan diolah kembali menjadi biogas.
“Nanti, semua limbah organik akan dijadikan biogas sebagai bahan bakar kompor di warung atau restoran wilayan ini,” jelasnya.
Rencananya, pasar tersebut akan memiliki kios sebanyak 4.264 dengan muatan tenaga kerja sebanyak 14 ribu orang.
“Targetnya, kurang dari 18 bulan dari sekarang sudah beroperasi,” tambahnya.
SUMBER: CNN

Continue Reading

Ekonomi

Bandara 9 triliun rupiah di Kediri hasil Gudang Garam

Avatar

Published

on

Wikipedia
Gudang Garam membangun sebuah bandara di Kediri dengan dana sebesar 9 triliun rupiah.
Bandara yang diberi nama Bandara Dhoho tersebut diperkirakan pada pendanaan awal sebesar Rp10 triliun, namun turun menjadi Rp9 triliun.
Pada kesempatan acara penandatanganan pembangunan, berita ini disebutkan oleh Itata Taswin Siddharta, Direktur Gudang Garam bersama Faik Fahmi, Direktur Utama PT Angkasa Pura I (persero).
“Dulu kami membayangkan (besar investasi) kisaran Rp 1 hingga 10 triliun. Dengan berjalannya waktu, kedua pihak setuju dan sekarang saya bisa bilang untuk mengecilkan biaya antara 6 hingga 9 triliun,” jelas Itata, di Jakarta Pusat, pada Selasa (10/3).
Investasi yang dilakukan oleh pihak Gudang Garam adalah sebuah langkah jangka panjang dengan tujuan pembangunan nasional, khususnya membantu pertumbuhan ekonomi yang ada di Jawa Timur.
Komitmen perusahaan pun dilakukan dengan mengambil langkah pembebasan lahan di wilayah Bandara. Selain itu, biaya pembangunan dan biaya pembebasan berasal dari dompet internal perusahaan.
Pembangunan akan dimulai pada bulan April dan groundbreaking di 15 April dengan rencana durasi pembangunan selama dua tahun.
Sementara, pemerintah memberikan izin kerja sama Gudang Garam dengan Angkasa Pura untuk rencana besar pembangunan ini. Kemenhub pun memberikan pernyataan bahwa pihaknya setuju hak kelola Bandara akan ada ditangan Gudang Garam selama 25 hingga 30 tahun.
SUMBER: CNN

Continue Reading

Ekonomi

Pergerakan pemerintah atas dana darurat COVID-19 bak siput

Avatar

Published

on

Pixabay
Ekonom Bhima Yudhistira menilai pemerintah lamban dalam mengucurkan anggaran darurat untuk penanganan virus corona di Indonesia.
Bhima, Ekonom dari Institue for Development of Economics And Finance memberikan kritik tersebut setelah melihat fenomena panic buying yang dilakukan masyarakat dan keputusan yang terbilang lama terkait besarnya anggaran darurat tersebut.
Menurut Bhima, saat ini adalah saat yang krusial untuk pemerintah menunjukkan kemampuannya terhadap penjagaan stabilitas dalam negeri dan mengambil langkah yang nyata.
Seperti contoh mengambil langkah dengan menyediakan masker secara gratis melalui anggaran darurat virus corona.

“Respons pemerintah dengan adanya dinamika virus corona ini memang agak tidak jelas, ini yang akhirnya sekarang kita terjebak di dinamika panic buying,” ucapnya, Kamis (5/3).

Kemudian, ia membandingkan dengan pemerintah Singapura yang mengambil langkah memerintahkan tentara untuk membantu membuat masker agar bisa dibagikan secara gratis pada masyarakatnya. Hal ini dinilai ampuh bagi Bhima untuk menenangkan panik yang dialami masyarakat.
Ia pun mengaku heran terhadap kebijakan pemerintah yang mengucurkan dana sebesar Rp72 miliar untuk sewa influencer dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Dana tersebut digunakan untuk membuat influencer mempromosikan wisata nusantara yang kian menurun karena virus corona yang mewabah 50 negara.
“Influencer dianggar Rp72 miliar, di waktu yang sama, Kemenkes belum jelas memutuskan dana antisipasi untuk virus. Publik akan bisa melihat seberapa serius pemerintah menanggulangi wabah,” kritiknya.
Pendapatnya, anggaran sebesar itu bisa dialokasikan dengan tepat seperi memangkas beban operasional pekerja wisata agar bisa menghindari PHK di sektor pariwisata.
Diketahui bahwa sebelumnya, Wishnutama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menganggarkan dana sebesar Rp72 miliar untuk promosi wisata Indonesia dengan cara campur tangan influencer. Hal ini ia gunakan untuk menarik turis-turis manca negara.
Kebijakan tersebut berawal dari Presiden Jokowi dalam upaya meredamkan dampak negatif pada ekonomi domestik dari wabah virus corona. Sebab, virus corona telah memengaruhi ekonomi di Indonesia.
Pemerintah juga memutuskan untuk memberi diskon setengah harga pada tiket penerbangan. Ini menghabiskan insentif sebanyak Rp443,39 miliar dari bulan Maret sampai Mei 2020 dari APBN.
SUMBER: CNN

Continue Reading

Trending