Connect with us

Berita

Selain masalah sperma, ini penyebab lain pria susah punya anak

Avatar

Published

on

Untuk memiliki keturunan adalah salah satu hal yang sangat didambakan oleh setiap pasangan yang sudah menikah. Sementara, menurut data dari World Health Organization (WHO) dalam penelitiannya mengatakan bahwa satu dari dua pasangan yang ada di negara berkembang memiliki masalah pada infertilitas, khususnya pasangan yang ada di Indonesia.

Menurut studi hasil dari American Society for Reproductive Medicine, didefinisikan bahwa infertilitas bisa diartikan dengan sebuah kegagalan untuk mengandung setelah melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa pengaman yang dilakukan selama 12 bulan atau mungkin lebih.

Dengan meningkatnya jumlah masyarakat yang memiliki kekayaan yang besar beserta gaya hidupnya dengan signifikan sudah memunculkan sejumlah masalah baru yang bisa mempengaruhi infertilitas. Seperti halnya masalah usia, kebiasaan dalam merokok, dan berat badan.

Selama ini stigma yang berkembang di pandangan masyarakat adalah jika wanita sebagai penyebab utama dari faktor infertilitas. Ini dikatakan oleh Ahli fertilitas Eeson Sinthamoney, dari Sunfert International Fertility Centre, Kuala Lumpur, karena menurutnya padahal kedua pihak pasangan memiliki potensi dari masalah fertilitas. “Penemuan kami hampir 40% pasangan disebabkan oleh kedua pihak bukan salah satu, dan hal tersebut cukup umum,” ujar Eeson, setelah ditemui pada sebuah acara program “Harapan Dua Garis” di Malaysia Healthcare Travel Council yang digelar di Jakarta, Rabu (15/1).

Berikut adalah faktor infertilitas pada pria:

  1. Masalah sperma

Terdapat masalah pada jumlah, normalitas atau mobilitas sperma. Menurut Eeson, kualitas atau jumlah sperma yang rendah ditemukan pada pria dengan persentasi 40% hingga 50% pasangan. Kondisi sperma pun berpengaruh, apakah tidak sehat atau sehat. Maka, Eeson menyarankan untuk memeriksakan diri ke dokter atau ahli.

2. Kesulitan ereksi

Disejumlah kasus, beberapa pasangan yang telah mengerti konsep hubungan seksual dengan benar, tetapi masih sulit untuk dikerjakan. Akibatnya salah satu pasangan tidak bisa memuaskan pasangannya karena mengaku mengalami kesulitan. Kondisi ini disebut dengan istilah disfungsi seksual untuk pria ejakulasi dini atau kesulitan mempertahankan ereksi dalam waktu yang lama. Kalau tidak segera diobati malah akan menyebabkan infertilitas.

3. Gaya hidup

Pria yang memiliki kebiasaan merokok dan meminum minuman keras, menurut Eeson, memiliki potensi untuk memiliki masalah infertilitas, karena efek dari kebiasaan buruk ini akan langsung memengaruhi kondisi si sperma. “Selain rokok juga soal berat badan, jika Anda kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan, Anda harus mencoba dan mencapai berat badan yang sehat gaar terhindar dari infertilitas,” jelasnya.

SUMBER: Tempo

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Larangan kunjungan delapan negara ke Indonesia

Avatar

Published

on

Pixabay
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengumumkan kebijakan tambahan pemerintah RI tentang pencegahan virus corona di Jakarta, Selasa (17/3).
Untuk bantuan medis, lihat dokku.id
Pemerintah melarang pendatang masuk maupun transit dari delapan negara. Larangan ini diberlakukan untuk mereka yang datang dari Inggris, Swiss, Italia, Spanyol, Jerman, Vatikan, Perancis, dan Italia dalam dua pekan terakhir.
Selain itu, kebijakan khusus masih berlaku terhadap negara Korea Selatan (khususnya Provinsi Gyeongsangbuk-do dan Kota Daegu) dan China.
Sementara, untuk pendatang yang datang selain dari delapan negara tersebut, diharuskan untuk mengisi dan memberikan Kartu Kewaspadaan Kesehatan ke Kantor Kesehatan Pelabuhan sebelum tiba di pintu masuk bandara Indonesia.
Namun, apabila dalam riwayat perjalanan selama dua pekan terakhir bersangkutan dengan negara-negara tersebut, maka pendatang dilarang untuk masuk Indonesia.
Untuk WNI yang akan berkunjung ke salah satu dari delapan negara tersebut, akan dilakukan pemeriksaan tambahan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan setibanya di Indonesia.
Bagi WNA yang ada di Indonesia, perpanjangan izin tinggalnya sudah habis masa berlaku, diberlakukan aturan Permenkumham No. 7 (2020), begitupun dengan kebijakan untuk pemegang KITAP/KITAS dan izin tinggal dinas yang sekarang sedang ada di luar negeri dan izinnya akan berakhir, diberlakukan peraturan yang sama.
Seluruh kebijakan tambahan yang baru ini berlaku mulai Jumat, 20 Maret tahun ini tepat pukul 00.00 WIB. Perlu diketahui bahwa kebijakan ini sementara dan memiiki kemungkinan evaluasi kebijakan yang akan disesuaikan dengan perkembangan yang ada.

Continue Reading

Berita

Update COVID-19 Indonesia: 134 kasus

Avatar

Published

on

tirto
Per Senin (16/3), Achmad Yurianto, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Kemenkes dan jubir penanganan virus corona di Indonesia memberikan pengumuman perihal kasus pasien positif COVID-19 saat ini mencapai 134 kasus.
Ia berkata penambahan ini terjadi karena hasil dari penyelidikan atas orang-orang yang terhubung dengan pasien-pasien positif lainnya dan pernah mengalami kontak langsung.
Pada hari sebelumnya, Minggu (15/3), Indonesia tercatat memiliki 117 kasus virus corona.
Angka tersebut mayoritas penduduk dari Jakarta. Dengan menyebarnya virus corona, pemerintah mengizinkan pada pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan dalam penyelidikan terhadap mereka yang terduga pernah mengalami kontak langsung dengan para pasien COVID-19 dengan tetap merahasiakan identitasnya.
Kemudian, pasien Kasus 1, 2, dan 3 dinyatakan telah sembuh dari COVID-19. Kabar ini diumumkan oleh Terawan Agus Putranto, Menteri Kesehatan. Ketiganya telah usai dirawat di RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso dan dipulangkan.
Dalam pelepasan ketiga pasien tersebut, Terawan mengadakan upacara pelepasan dengan memberikan ‘oleh-oleh’ dari Jokowi berupa ramuan jamu yang disebut bisa menjaga daya tahan tubuh.
Ia pun mengingatkan pada masyarakat agar tidak perlu bertindak panik terhadap wabah tersebut karena masih bisa disembuhkan meskipun perlu waktu untuk prosesnya.
Diketahui, ketiga pasien sangat koorporatif dalam masa pemeriksaan dan perawatan selama di RSPI.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Kota Malang

UMM menjadi harapan masyarakat, produksi cairan pembersih tangan

Avatar

Published

on

Website UMM
Menghadapi dan merespons terhadap kelangkaan yang terjadi pada alat-alat individu untuh mencegah COVID-19, seperti masker, sabun cuci tangan, dan cairan pembersih tangan di apotek maupun di toko-toko terdekat, Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang memproduksi cairan pembersih tangan sendiri.
Sebagai langkah preventif, cairan pembersih tangan menjadi hal yang kini masih dicari oleh masyarakat untuk mencegah virus corona. Langkah UMM dengan memproduksi cairan pembersih tangan, atau hand sanitizer adalah bentuk dukungan yang sangat diharapkan oleh masyarakat.
“Keberadaan cairan pembersih tangan ini sudah langka di pasar, bahkan sulit ditemukan di toko atau swalayan manapun. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan formula tepat agar nyaman saat dipakai. Kami memproduksinya dengan massal,” ucap Raditya Weka Nugraheni, penanggung jawab produksi, Malang, Jawa Timur, hari Senin (16/3).
Langkah ini pada awalnya merupakan sebuha usulan dari pimpinan UMM, Rektor Dr Fauzan, terhadap tindakan pencegahan penyebaran virus corona di seluruh area kampus. Kemudian menjadi kegiatan pengabdian dari fakultasnya, Fakultas Ilmu Kesehatan, jelas Raditya.
Pekan ini, Raditya dan timnya memiliki target memasang hand sanitizer di seluruh lorong kampus dan tersebar diberbagai titik.
“Melalui pelibatan mahasiswa, diharapkan mereka agar bisa belajar secara langsung tentang proses pembuatan hand sanitizer,” tutur Raditya. Dalam teknis produksi, UMM akan melibatkan para mahasiswa yang sedang menempuh tugas akhir bersama dengan asisten Lab Teknologi Farmasi.
Pada kesempatan sebelumnya, rektor UMM telah memberikan surat edaran pada seluruh civitas akademika tentang Kewaspadaan dan Pencegahan COVID-19 dan Pengelolaan Perkuliahan. Dalam surat edaran tersebut, Dr Fauzan mengimbau agar seluruh pelaku civitas menjalani hidup yang sehat dan menghindar dari segala penyakit.
Selain itu, kegiatan perkuliahan dilakukan secara daring dengan memberikan materi penugasan melalui tautan yang bisa diakses dengan internet oleh mahasiswa.
Kampus-kampus yang ada di Malang selain UMM juga meniadakan kegiatan perkuliahan dan menggantinya melalui jaringan online.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Trending