Kriminal

Saksi Mahkota Sambangi Sidang Johnny G Plate dan Rekan di Hari Ini

Pada hari ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI akan memeriksa tujuh saksi dalam sidang dugaan korupsi proyek penyediaan menara base transceiver station (BTS) 4G oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Sidang ini akan melibatkan terdakwa mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate, eks Direktur Utama (Dirut) Bakti Kominfo, Anang Achmad Latif, dan eks Tenaga Ahli Hudev UI Yohan Suryanto.

Dalam sidang ini, tujuh saksi akan memberikan keterangan, termasuk lima saksi mahkota yang sebelumnya telah memberikan keterangan di persidangan pada tanggal 26 September 2023. Selain itu, dua saksi dari Human Development (Hudev), Universitas Indonesia (UI) juga akan memberikan keterangan.

Saksi mahkota merupakan tersangka dan/atau terdakwa yang menjadi saksi untuk tersangka dan/atau terdakwa lain yang bersama-sama melakukan suatu perbuatan pidana. Dalam sidang ini, lima saksi mahkota juga merupakan terdakwa dan sedang menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat.

Selain saksi mahkota, jaksa juga akan menghadirkan dua saksi dari Hudev UI, yaitu Kepala Hudev UI, Mochamad Amar Khoerul Umam dan Bagian Administrasi Hudev UI, Farrah Umainlilah Abidin sebagai saksi untuk terdakwa Johnny G Plate, Anang Latif, dan Yohan Suryanto.

Dalam dakwaan, proyek penyediaan menara BTS 4G ini diduga telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 8,032 triliun. Dalam dakwaan tersebut juga disebutkan ada sembilan pihak dan korporasi yang turut menikmati uang proyek dari anggaran negara tersebut.

Johnny G Plate diduga telah menerima Rp 17.848.308.000, Anang Achmad Latif mendapatkan Rp 5.000.000.000, Irwan Hermawan mendapatkan Rp 119.000.000.000, dan Yohan Suryanto menerima Rp 453.608.400.

Selain itu, Windi Purnama yang merupakan orang kepercayaan Irwan Hermawan diduga telah menerima Rp 500.000.000, Muhammad Yusrizki menerima Rp 50.000.000.000 dan 2.500.000 dollar AS.

Dugaan korupsi ini juga diduga menguntungkan konsorsium yang terlibat dalam proyek tersebut. Konsorsium FiberHome PT Telkominfra PT Multi Trans Data (PT MTD) yang menggarap paket 1 dan 2 diduga mendapatkan keuntungan sebesar Rp 2.940.870.824.490. Sementara itu, Konsorsium Lintasarta Huawei SEI untuk paket 3 diduga mendapatkan keuntungan sebesar Rp 1.584.914.620.955 dan Konsorsium IBS dan ZTE paket 4 dan 5 diduga mendapatkan keuntungan sebesar Rp 3.504.518.715.600.

Para terdakwa dalam kasus ini dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Terdakwa Anang Achmad Latif, Irwan Hermawan, dan Galumbang Menak juga didakwa dengan Pasal 3 atau Pasal 4 UU Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Jamie Cartwright

Jamie is a keen traveler, writer, and (English) teacher. A few years after finishing school in the East Mids, UK, he went traveling around South America and Asia. Several teaching and writing jobs, he found himself at The Thaiger where he mostly covers international news and events.