Connect with us

Gaya Hidup

Rp 419 juta yang harus dikeluarkan Nia Ramadhani untuk biaya sekolah 2 anaknya

Avatar

Published

on

BSJ

Setelah menikah pada tahun 2010 lalu, Ardi Bakrie dan Nia Ramadhani telah dikaruniai tiga anak dan semua anaknya sudah menginjak sekolah.

Seperti halnya dengan orang tua lain, Nia yang bertugas untuk menjemput Mainaka dan Mikhayla pulang sekolah. Lewat InstaStory akun Nia yang sekarang sudah menghilang karena sudah melewati 24 jam, ia menuliskan keluhannya.

“Boleh tepuk tangan ga sii. Perjalanan rumah ke sekolah tadi 1,5 jam, di sekolah cuma nge drop anter sampai kelas, gak sampai 15 menit. Sekarang udah di mobil dan butuh waktu 1,5 jam lagi untuk arah balik ke rumah,” tulisnya sembari mengunggah fotonya yang mengenakan kacamata.

Tentu dengan unggahan ini mencuri perhatian netizen dan Feni Rose. Pada acaranya, Rumpi No Secret, Feni Rose kembali mengunggah InstaStory Nia di kanal YouTube miliknya, pada hari Senin 13 Januari.

“Capture itu mah biasa, tapi tag lokasinya yang luar biasa. Sekolahnya di British School Jakarta,” ungkap Feni Rose yang mengetahui bahwa British School Jakarta ini adalah sekolah termahal yang ada di Jakarta.

Feni memberikan rasa terima kasihnya kepada netizen yang sudah berusaha mencari tahu biaya sekolah tersebut. Pada tayangannya, ia menyebutkan biaya sekolah anak-anak Nia Ramadhani.

“Untuk Foundation Stage One atau TK itu per-term atau per tiga bulan Rp 41.950.000 atau mendekati Rp42 juta. Atau per-tahunnya itu Rp 119.700 juta,” jelasnya.

Jika untuk TK memiliki biaya segitu, lalu berapa biaya SD di sana?

“Masuk Stage one 1 dan 2 atau SD elas 1 dan 2 itu Rp 86.300.000 aja per-term atau per bulannya. Terus per tahunnya cuma Rp 246 juta aja,” lanjut Feni.

Selain itu, biaya lain yang harus dibayar oleh Nia adalah uang pendaftaran dan pembangunan di sekolah tersebut.

“Selain itu, orang tua juga diharuskan membayar biaya pendaftaran Rp 2 juta , uang pembangunan Rp 25 juta per tahun,” paparnya.

Tidak hanya itu, uang antar jemput dan uang jasa pun ada.

“Uang antar jemput sisa Rp 18,9 juta sekali jalan per-semester atau Rp16,5 pulang pergi per semester.” tutur Feni.

SUMBER: Liputan6

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Update COVID-19 Indonesia: 134 kasus

Avatar

Published

on

tirto
Per Senin (16/3), Achmad Yurianto, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Kemenkes dan jubir penanganan virus corona di Indonesia memberikan pengumuman perihal kasus pasien positif COVID-19 saat ini mencapai 134 kasus.
Ia berkata penambahan ini terjadi karena hasil dari penyelidikan atas orang-orang yang terhubung dengan pasien-pasien positif lainnya dan pernah mengalami kontak langsung.
Pada hari sebelumnya, Minggu (15/3), Indonesia tercatat memiliki 117 kasus virus corona.
Angka tersebut mayoritas penduduk dari Jakarta. Dengan menyebarnya virus corona, pemerintah mengizinkan pada pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan dalam penyelidikan terhadap mereka yang terduga pernah mengalami kontak langsung dengan para pasien COVID-19 dengan tetap merahasiakan identitasnya.
Kemudian, pasien Kasus 1, 2, dan 3 dinyatakan telah sembuh dari COVID-19. Kabar ini diumumkan oleh Terawan Agus Putranto, Menteri Kesehatan. Ketiganya telah usai dirawat di RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso dan dipulangkan.
Dalam pelepasan ketiga pasien tersebut, Terawan mengadakan upacara pelepasan dengan memberikan ‘oleh-oleh’ dari Jokowi berupa ramuan jamu yang disebut bisa menjaga daya tahan tubuh.
Ia pun mengingatkan pada masyarakat agar tidak perlu bertindak panik terhadap wabah tersebut karena masih bisa disembuhkan meskipun perlu waktu untuk prosesnya.
Diketahui, ketiga pasien sangat koorporatif dalam masa pemeriksaan dan perawatan selama di RSPI.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Berita

8 WNI positif virus corona di Singapura

Avatar

Published

on

tirto
KBRI Singapura melaporkan WNI yang tercatat positif virus corona di Singapura menjadi delapan orang, per Minggu (15/3).
Ratna Lestari Harjana, Kepala Fungsi Pensosbud Kedutaan Besar RI Singapura memberikan pernyataan pada siaran pers perihal pengumuman Kemenkes Singapura yang menyebut kasus COVID-19-nya yang ke 212 merupakan WNI Laki-laki usia 64 tahun.
“WNI tersebut dikonfirmasi positif COVID-19 Sabtu pagi dan kini sedang menjalani perawatan di National Center for Infectious Diseases Singapura,” jelasnya.
Sementara, kasus ke-21 Singapura yang merupakan WNI dinyatakan telah sembuh dan telah dipulangkan pada 18 Februari. WNI kasus ke 133 di Singapura adalah wanita berusia 62 tahun, dirawat di National University Hospital. Sementara, WNI kasus ke 147 di Singapura adalah laki-laki berusia 64 tahun yang kini dirawat di NCID, dan kasus ke 152 WNI berjenis kelamin laki-laki dirawat di Singapore General Hospital.
Selain itu, WNI kasus ke 170 di Singapura adalah wanita (56 tahun) yang dirawat di SGH, WNI lelaki (83 tahun) menjadi kasus ke 181 dirawat di Gleneagles Hospital. Terakhir WNI yang menjadi kasus ke 182 adalah wanita (76 tahun) yang juga di rawat di rumah sakit yang sama dengan kasus ke 181.
Dua dari delapan kasus WNI adalah kasus transmisi lokal dan enam kasus imported cases.
“Adapun dari 7 WNI yang saat ini masih dirawat di RS, enam dalam kondisi stabil dan satu dirawat di ICU,” jelasnya.
Kemudian, tidak lupa KBRI memberi imbauan pada WNI yang mengalami gejala COVID-19 agar segera memeriksakan diri sebelum melakukan sebuah perjalanan agar mencegah penularan.
Di lain sisi, kemenkes Singapura masih terus melakukan tes COVID-19 gratis pada seluruh masyarakatnya.
Untuk seluruh WNI yang ada di Singapura diingatkan oleh KBRI tentang status DORSCON Oranye masih tetap berlaku, maka tingkat waspada tinggi masih harus dimiliki, terkhusus jika menghadiri kegiatan yang terdapat banyak orang, seperti contoh tempat umum.
Dengan tetap menjaga kebersihan diri, dan mengikuti aturan dari pemerintah Singapura agar mendukung upaya pencegahan virus corona.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Berita

Kematian pertama akibat COVID-19 di Denmark dan Slovenia

Avatar

Published

on

Pixabay
Melalui salah satu saluran TV Slovenia, melaporkan kasus kematian pertama akibat COVID-19, dikutip dari sumber rahasia.
Per Sabtu (14/3), pemerintah Slovenia mengumumkan ada sebanyak 181 kasus. Korban yang meninggal adalah pria lanjut usia yang memiliki penyakit kronis.
Dengan angka kasus virus corona yang tidak sedikit, Slovenia memberlakukan penutupan sekolah dan pemeriksaan kesehatan disekitar perbatasan Slovenia-Italia. Sementara, untuk transportasi bus dan kereta keberangkatan menuju Italia diberhentikan. Selain itu, perjalanan kargo dibatasi. Kemenlu Slovenia imbau para warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Spanyol dan Italia.
Di negara Denmark, kematian pertama dilaporkan di hari yang sama, Sabtu (14/3). Pasien tersebut meninggal di usia 81 tahun saat berada di rumah sakit di wilayah Kopenhagen.
Sebelumnya, pemerintah Denmark telah mengizinkan universitas dan sekolah untuk menutup sementara. Selain itu, Denmark juga meliburkan para pegawai dilayanan umum dan pekerjaan tertentu.
Tercatat sebanyak 827 kasus positif corona terdapat di Denmark. Untuk waktu selama sebulan, Denmark mengisolasi negaranya untuk mencegah penyebaran virus yang semakin meluas.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Trending