Connect with us

Berita

Puluhan penipu Tiongkok di tangkap di Jakarta & Malang

Avatar

Published

on

pixabay
Scammers

SUMBER FOTO: pixabay

Polisi telah menangkap total 85 warga negara Tiongkok dan enam warga Indonesia di Jakarta dan Malang, Jawa Timur, karena diduga menjalankan skema penipuan yang menargetkan orang-orang di daratan Tiongkok.

 

Para tersangka dituduh menjadi bagian dari sindikat kejahatan dunia maya internasional.

Kepolisian Jakarta memulai penyelidikan yang mengarah ke penangkapan setelah menerima tip dari kedutaan Cina di Indonesia.

“Dua minggu yang lalu, kami mendapatkan informasi dari Kepolisian Tiongkok dan Kedutaan Tiongkok di Indonesia bahwa ada kegiatan kriminal yang dilakukan di sini bersama para korban di Cina.

Kepolisian Jakarta melakukan penangkapan pada hari Senin di enam lokasi seantero Jakarta dan Tangerang Selatan, Banten.

Di hari yang sama, para polisi menggerebek delapan rumah di kediaman Komplek Istana Dieng Selatan, di Malang, Jawa Timur dan menangkap tujuh orang.

“Kami menahan sebanyak tujuh orang, enam diantaranya adalah warga negara Tiongkok dan satunya lagi warga negara Indonesia.” Kata Kepala Penyidik Kepolisian Malang, Ajun Komisaris Komang Yogi Arya Guna.

Dari semua tersangka yang ditangkap di Malang dan Jakarta, polisi menyita banyak barang bukti, termasuk 192 handphone dan 39 kartu SIM.

Menurut penyelidikan pendahuluan, orang-orang di Indonesia menelepon korban di Cina dan berpura-pura menjadi tokoh otoritas yang dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan polisi, pengadilan atau bank. Para korban diminta untuk mengirim sejumlah uang ke rekening bank yang berlokasi di Cina.

Setelah para korban mengirim uang, mereka tidak dihubungi lagi.

SUMBER FOTO: pixabay

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera menduga para pelaku yang di tahan di Malang dan Jakarta mungkin terkait dengan orang lain yang baru-baru ini ditangkap karena tuduhan yang sama di Malaysia.

Pada 21 November, otoritas Malaysia menahan 680 warga negara Tiongkok di Cyberjaya, Selangor, karena diduga menjalankan penipuan online terbesar yang diketahui oleh warga negara Tiongkok di Malaysia.

Kepolisian Jakarta menuduh 85 warga negara Tiongkok yang mereka tangkap ialah rektrutan dari Tiongkok dan memasuki Indonesia dengan visa turis dan masing-masing hanya bekerja selama tiga bulan di Indonesia.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Iwan Kurniawan, menuduh penipuan itu dioperasikan di Indonesia untuk menyerang deteksi dan penangkapan di Cina.

FOTO: pencucian uang, pixabay

Skema penipuan telah menelan uang korban dengan total 36 miliat Rupiah (US$ 2,55 million). Tidak ada uang yang terletak di Indonesia, jadi tidak ada indikasi pencucian uang lokal, kata Iwan.

Polisi belum menentukan apakah akan menyebut enam orang Indonesia yang ditangkap bersama dengan warga negara Tiongkok sebagai tersangka.

Penyelidikan pendahuluan menemukan bahwa hanya orang Indonesia hanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan pengemudi untuk para tersangka dan sejauh ini tidak ada indikasi mereka memainkan peran yang aktif dalam penipuan.

“Jika mereka termasuk, mereka akan dihukum di sini (sesuai hukum di Indonesia)”, kata Iwan.

Sebelum pengakapan baru-baru ini di Jakarta dan Malang, Polisi sudah mengungkap sejumlah kasus yang sama di seluruh negeri dalam beberapa tahun belakang ini.

Pada 2017, Indonesia mendeportasi 153 warga negara Tiongkok karena melakukan penipuan cyber.

Gatot mengatakan Departemen Hubungan Internasional Kepolisian Jakarta, Kedutaan Besar Tiongkok dan Kantor Imigrasi Indonesia masih membahas bagaimana menangani tersangka Tionghoa

Jika para tersangka didakwa di bawah hukum Indonesia mereka akan dikenai pasal 30, 32, dan 33 UU Informasi dan Transaksi elektronik dan pasal 378 KUHP, yang artinya mereka dapat menghadapi hukuman maksimum 12 tahun penjara dan Rp 12 miliar (US$ 852.304) dalam denda atas hukuman.

 

SUMBER: Jakarta Post

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Update COVID-19 Indonesia: 134 kasus

Avatar

Published

on

tirto
Per Senin (16/3), Achmad Yurianto, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Kemenkes dan jubir penanganan virus corona di Indonesia memberikan pengumuman perihal kasus pasien positif COVID-19 saat ini mencapai 134 kasus.
Ia berkata penambahan ini terjadi karena hasil dari penyelidikan atas orang-orang yang terhubung dengan pasien-pasien positif lainnya dan pernah mengalami kontak langsung.
Pada hari sebelumnya, Minggu (15/3), Indonesia tercatat memiliki 117 kasus virus corona.
Angka tersebut mayoritas penduduk dari Jakarta. Dengan menyebarnya virus corona, pemerintah mengizinkan pada pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan dalam penyelidikan terhadap mereka yang terduga pernah mengalami kontak langsung dengan para pasien COVID-19 dengan tetap merahasiakan identitasnya.
Kemudian, pasien Kasus 1, 2, dan 3 dinyatakan telah sembuh dari COVID-19. Kabar ini diumumkan oleh Terawan Agus Putranto, Menteri Kesehatan. Ketiganya telah usai dirawat di RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso dan dipulangkan.
Dalam pelepasan ketiga pasien tersebut, Terawan mengadakan upacara pelepasan dengan memberikan ‘oleh-oleh’ dari Jokowi berupa ramuan jamu yang disebut bisa menjaga daya tahan tubuh.
Ia pun mengingatkan pada masyarakat agar tidak perlu bertindak panik terhadap wabah tersebut karena masih bisa disembuhkan meskipun perlu waktu untuk prosesnya.
Diketahui, ketiga pasien sangat koorporatif dalam masa pemeriksaan dan perawatan selama di RSPI.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Kota Malang

UMM menjadi harapan masyarakat, produksi cairan pembersih tangan

Avatar

Published

on

Website UMM
Menghadapi dan merespons terhadap kelangkaan yang terjadi pada alat-alat individu untuh mencegah COVID-19, seperti masker, sabun cuci tangan, dan cairan pembersih tangan di apotek maupun di toko-toko terdekat, Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang memproduksi cairan pembersih tangan sendiri.
Sebagai langkah preventif, cairan pembersih tangan menjadi hal yang kini masih dicari oleh masyarakat untuk mencegah virus corona. Langkah UMM dengan memproduksi cairan pembersih tangan, atau hand sanitizer adalah bentuk dukungan yang sangat diharapkan oleh masyarakat.
“Keberadaan cairan pembersih tangan ini sudah langka di pasar, bahkan sulit ditemukan di toko atau swalayan manapun. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan formula tepat agar nyaman saat dipakai. Kami memproduksinya dengan massal,” ucap Raditya Weka Nugraheni, penanggung jawab produksi, Malang, Jawa Timur, hari Senin (16/3).
Langkah ini pada awalnya merupakan sebuha usulan dari pimpinan UMM, Rektor Dr Fauzan, terhadap tindakan pencegahan penyebaran virus corona di seluruh area kampus. Kemudian menjadi kegiatan pengabdian dari fakultasnya, Fakultas Ilmu Kesehatan, jelas Raditya.
Pekan ini, Raditya dan timnya memiliki target memasang hand sanitizer di seluruh lorong kampus dan tersebar diberbagai titik.
“Melalui pelibatan mahasiswa, diharapkan mereka agar bisa belajar secara langsung tentang proses pembuatan hand sanitizer,” tutur Raditya. Dalam teknis produksi, UMM akan melibatkan para mahasiswa yang sedang menempuh tugas akhir bersama dengan asisten Lab Teknologi Farmasi.
Pada kesempatan sebelumnya, rektor UMM telah memberikan surat edaran pada seluruh civitas akademika tentang Kewaspadaan dan Pencegahan COVID-19 dan Pengelolaan Perkuliahan. Dalam surat edaran tersebut, Dr Fauzan mengimbau agar seluruh pelaku civitas menjalani hidup yang sehat dan menghindar dari segala penyakit.
Selain itu, kegiatan perkuliahan dilakukan secara daring dengan memberikan materi penugasan melalui tautan yang bisa diakses dengan internet oleh mahasiswa.
Kampus-kampus yang ada di Malang selain UMM juga meniadakan kegiatan perkuliahan dan menggantinya melalui jaringan online.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Berita

8 WNI positif virus corona di Singapura

Avatar

Published

on

tirto
KBRI Singapura melaporkan WNI yang tercatat positif virus corona di Singapura menjadi delapan orang, per Minggu (15/3).
Ratna Lestari Harjana, Kepala Fungsi Pensosbud Kedutaan Besar RI Singapura memberikan pernyataan pada siaran pers perihal pengumuman Kemenkes Singapura yang menyebut kasus COVID-19-nya yang ke 212 merupakan WNI Laki-laki usia 64 tahun.
“WNI tersebut dikonfirmasi positif COVID-19 Sabtu pagi dan kini sedang menjalani perawatan di National Center for Infectious Diseases Singapura,” jelasnya.
Sementara, kasus ke-21 Singapura yang merupakan WNI dinyatakan telah sembuh dan telah dipulangkan pada 18 Februari. WNI kasus ke 133 di Singapura adalah wanita berusia 62 tahun, dirawat di National University Hospital. Sementara, WNI kasus ke 147 di Singapura adalah laki-laki berusia 64 tahun yang kini dirawat di NCID, dan kasus ke 152 WNI berjenis kelamin laki-laki dirawat di Singapore General Hospital.
Selain itu, WNI kasus ke 170 di Singapura adalah wanita (56 tahun) yang dirawat di SGH, WNI lelaki (83 tahun) menjadi kasus ke 181 dirawat di Gleneagles Hospital. Terakhir WNI yang menjadi kasus ke 182 adalah wanita (76 tahun) yang juga di rawat di rumah sakit yang sama dengan kasus ke 181.
Dua dari delapan kasus WNI adalah kasus transmisi lokal dan enam kasus imported cases.
“Adapun dari 7 WNI yang saat ini masih dirawat di RS, enam dalam kondisi stabil dan satu dirawat di ICU,” jelasnya.
Kemudian, tidak lupa KBRI memberi imbauan pada WNI yang mengalami gejala COVID-19 agar segera memeriksakan diri sebelum melakukan sebuah perjalanan agar mencegah penularan.
Di lain sisi, kemenkes Singapura masih terus melakukan tes COVID-19 gratis pada seluruh masyarakatnya.
Untuk seluruh WNI yang ada di Singapura diingatkan oleh KBRI tentang status DORSCON Oranye masih tetap berlaku, maka tingkat waspada tinggi masih harus dimiliki, terkhusus jika menghadiri kegiatan yang terdapat banyak orang, seperti contoh tempat umum.
Dengan tetap menjaga kebersihan diri, dan mengikuti aturan dari pemerintah Singapura agar mendukung upaya pencegahan virus corona.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Trending