Connect with us

Kesehatan

Pertimbangan prioritas cegah virus corona

Avatar

Published

on

Akibat dari wabah virus corona yang menjalar ke penjuru dunia, masker N95 dan masker bedah kini menjadi langka di pasaran.

Beberapa dari penjual bahkan berani untuk menaikkan harga jual masker sampai berkali lipat.

Sepeti contoh, harga masker N95 yang mencapai satu juta rupiah per kotaknya yang dijual di Pasar Pramuka, Jakarta.

Banyak informasi terkait virus corona menyeruak yang mengakibatkan orang berburu untuk mencari masker. Padahal, kenyataannya, pencegahan virus corona ini dengan masker bukanlah menjadi prioritas utama.

Beberapa studi yang sudah dilakukan dan dokter yang beranggapan bahwa masker hanyalah sekadar pelengkap tambahan dari pencegahan virus. Prioritas yang utama adalah mencuci tangan dengan sabun dan meningkatkan daya tahan pada tubuh.

“Kenapa tangan? Karena tangan adalah media penularan infeksi yang paling sering,” ujar Agus Dwi Susanto, Ketua Persatuan Dokter Paru Indonesia dan dokter spesialis paru, saat ditemui oleh Mundhipharma Indonesia, media kesehatan, Jakarta, minggu lalu.

Ia menjelaskan bahwa tangan adalah bagian tubuh yang sering bersentuhan dengan hal atau benda lain. Dimulai dari bersalaman, memegang kenop pintu, sampai kursi. Tangan yang jadi perantara untuk mulut, mata, dan hidung.

Komisi Kesehatan China menemukan bahwa virus tersebut banyak ditemukan di gagang pintu. Terbukti dari seorang pasien yang terinfeksi meskipun ia mengenakan masker, tangannya yang sudah memegang pintu, ia mengusap mata, telinga dan mulut setelahnya.

“Jika tangan tidak bersih, virus akan masuk dan terhirup ke dalam tubuh, maka dari itu cucilah tangan selalu sesuai standar dari WHO,” ucapnya.

Standar mencuci tangan dari WHO ialah mencuci seluruh bagian tangan dari telapak, punggung, sela-sela, ibu jari, serta kuku dengan waktu minimal 20 detik. Mencuci tangan tentu dengan sabun dan air yang mengalir. Memakai hand sanitizer yang mengandung antiseptik juga bisa dipakai untuk jaga kebersihan tangan.

Masker yang menutup mulut dan hidung berfungsi untuk cegah cairan dari bersin dan batuk terhirup tubuh. Disarankan masker tetap dipakai ketika berada di tempat yang ramai dan memiliki kontak dengan orang yang sakit. Orang yang sakit juga harus memakai masker.

Erlina Burhan, dokter spesialis paru berkata bahwa masyarakat cukup memakai masker bedah tidak perlu memakai masker N95.

“Masker tipe N95 bukanlah untuk masyarakat, cukup pakai masker bedah warna hijau. Masker bedah selalu dipakai oleh dokter ketika operasi atau memberikan tindakan bedah,” ujar Erlina.

“Masker N95 itu ketat sekali, satu jam saja pengap dan buat wajah berbekas,” lanjutnya.

Selain pencegahan dengan mencuci tangan juga menggunakan masker, meningkatkan daya tahan pada tubuh juga penting untuk melawan nCov. Untuk meningkatkan bisa dengan cara makan makanan yang memiliki gizi seimbang, beristirahat cukup, dan beraktivitas olahraga.

Erlina menyatakan bahwa umumnya penyakit yang disebabkan oleh virus bisa dilawan dengan sistem kebal tubuh yang kuat.

“Kebanyakan pasien yang meninggal karena penyakit penyerta dan sistem imun yang lemah,” jelasnya.

SUMBER: CNN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Update COVID-19 Indonesia: 134 kasus

Avatar

Published

on

tirto
Per Senin (16/3), Achmad Yurianto, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Kemenkes dan jubir penanganan virus corona di Indonesia memberikan pengumuman perihal kasus pasien positif COVID-19 saat ini mencapai 134 kasus.
Ia berkata penambahan ini terjadi karena hasil dari penyelidikan atas orang-orang yang terhubung dengan pasien-pasien positif lainnya dan pernah mengalami kontak langsung.
Pada hari sebelumnya, Minggu (15/3), Indonesia tercatat memiliki 117 kasus virus corona.
Angka tersebut mayoritas penduduk dari Jakarta. Dengan menyebarnya virus corona, pemerintah mengizinkan pada pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan dalam penyelidikan terhadap mereka yang terduga pernah mengalami kontak langsung dengan para pasien COVID-19 dengan tetap merahasiakan identitasnya.
Kemudian, pasien Kasus 1, 2, dan 3 dinyatakan telah sembuh dari COVID-19. Kabar ini diumumkan oleh Terawan Agus Putranto, Menteri Kesehatan. Ketiganya telah usai dirawat di RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso dan dipulangkan.
Dalam pelepasan ketiga pasien tersebut, Terawan mengadakan upacara pelepasan dengan memberikan ‘oleh-oleh’ dari Jokowi berupa ramuan jamu yang disebut bisa menjaga daya tahan tubuh.
Ia pun mengingatkan pada masyarakat agar tidak perlu bertindak panik terhadap wabah tersebut karena masih bisa disembuhkan meskipun perlu waktu untuk prosesnya.
Diketahui, ketiga pasien sangat koorporatif dalam masa pemeriksaan dan perawatan selama di RSPI.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Berita

8 WNI positif virus corona di Singapura

Avatar

Published

on

tirto
KBRI Singapura melaporkan WNI yang tercatat positif virus corona di Singapura menjadi delapan orang, per Minggu (15/3).
Ratna Lestari Harjana, Kepala Fungsi Pensosbud Kedutaan Besar RI Singapura memberikan pernyataan pada siaran pers perihal pengumuman Kemenkes Singapura yang menyebut kasus COVID-19-nya yang ke 212 merupakan WNI Laki-laki usia 64 tahun.
“WNI tersebut dikonfirmasi positif COVID-19 Sabtu pagi dan kini sedang menjalani perawatan di National Center for Infectious Diseases Singapura,” jelasnya.
Sementara, kasus ke-21 Singapura yang merupakan WNI dinyatakan telah sembuh dan telah dipulangkan pada 18 Februari. WNI kasus ke 133 di Singapura adalah wanita berusia 62 tahun, dirawat di National University Hospital. Sementara, WNI kasus ke 147 di Singapura adalah laki-laki berusia 64 tahun yang kini dirawat di NCID, dan kasus ke 152 WNI berjenis kelamin laki-laki dirawat di Singapore General Hospital.
Selain itu, WNI kasus ke 170 di Singapura adalah wanita (56 tahun) yang dirawat di SGH, WNI lelaki (83 tahun) menjadi kasus ke 181 dirawat di Gleneagles Hospital. Terakhir WNI yang menjadi kasus ke 182 adalah wanita (76 tahun) yang juga di rawat di rumah sakit yang sama dengan kasus ke 181.
Dua dari delapan kasus WNI adalah kasus transmisi lokal dan enam kasus imported cases.
“Adapun dari 7 WNI yang saat ini masih dirawat di RS, enam dalam kondisi stabil dan satu dirawat di ICU,” jelasnya.
Kemudian, tidak lupa KBRI memberi imbauan pada WNI yang mengalami gejala COVID-19 agar segera memeriksakan diri sebelum melakukan sebuah perjalanan agar mencegah penularan.
Di lain sisi, kemenkes Singapura masih terus melakukan tes COVID-19 gratis pada seluruh masyarakatnya.
Untuk seluruh WNI yang ada di Singapura diingatkan oleh KBRI tentang status DORSCON Oranye masih tetap berlaku, maka tingkat waspada tinggi masih harus dimiliki, terkhusus jika menghadiri kegiatan yang terdapat banyak orang, seperti contoh tempat umum.
Dengan tetap menjaga kebersihan diri, dan mengikuti aturan dari pemerintah Singapura agar mendukung upaya pencegahan virus corona.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Berita

Kematian pertama akibat COVID-19 di Denmark dan Slovenia

Avatar

Published

on

Pixabay
Melalui salah satu saluran TV Slovenia, melaporkan kasus kematian pertama akibat COVID-19, dikutip dari sumber rahasia.
Per Sabtu (14/3), pemerintah Slovenia mengumumkan ada sebanyak 181 kasus. Korban yang meninggal adalah pria lanjut usia yang memiliki penyakit kronis.
Dengan angka kasus virus corona yang tidak sedikit, Slovenia memberlakukan penutupan sekolah dan pemeriksaan kesehatan disekitar perbatasan Slovenia-Italia. Sementara, untuk transportasi bus dan kereta keberangkatan menuju Italia diberhentikan. Selain itu, perjalanan kargo dibatasi. Kemenlu Slovenia imbau para warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Spanyol dan Italia.
Di negara Denmark, kematian pertama dilaporkan di hari yang sama, Sabtu (14/3). Pasien tersebut meninggal di usia 81 tahun saat berada di rumah sakit di wilayah Kopenhagen.
Sebelumnya, pemerintah Denmark telah mengizinkan universitas dan sekolah untuk menutup sementara. Selain itu, Denmark juga meliburkan para pegawai dilayanan umum dan pekerjaan tertentu.
Tercatat sebanyak 827 kasus positif corona terdapat di Denmark. Untuk waktu selama sebulan, Denmark mengisolasi negaranya untuk mencegah penyebaran virus yang semakin meluas.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Trending