Connect with us

Ekonomi

Pergerakan pemerintah atas dana darurat COVID-19 bak siput

Avatar

Published

on

Pixabay
Ekonom Bhima Yudhistira menilai pemerintah lamban dalam mengucurkan anggaran darurat untuk penanganan virus corona di Indonesia.
Bhima, Ekonom dari Institue for Development of Economics And Finance memberikan kritik tersebut setelah melihat fenomena panic buying yang dilakukan masyarakat dan keputusan yang terbilang lama terkait besarnya anggaran darurat tersebut.
Menurut Bhima, saat ini adalah saat yang krusial untuk pemerintah menunjukkan kemampuannya terhadap penjagaan stabilitas dalam negeri dan mengambil langkah yang nyata.
Seperti contoh mengambil langkah dengan menyediakan masker secara gratis melalui anggaran darurat virus corona.

“Respons pemerintah dengan adanya dinamika virus corona ini memang agak tidak jelas, ini yang akhirnya sekarang kita terjebak di dinamika panic buying,” ucapnya, Kamis (5/3).

Kemudian, ia membandingkan dengan pemerintah Singapura yang mengambil langkah memerintahkan tentara untuk membantu membuat masker agar bisa dibagikan secara gratis pada masyarakatnya. Hal ini dinilai ampuh bagi Bhima untuk menenangkan panik yang dialami masyarakat.
Ia pun mengaku heran terhadap kebijakan pemerintah yang mengucurkan dana sebesar Rp72 miliar untuk sewa influencer dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Dana tersebut digunakan untuk membuat influencer mempromosikan wisata nusantara yang kian menurun karena virus corona yang mewabah 50 negara.
“Influencer dianggar Rp72 miliar, di waktu yang sama, Kemenkes belum jelas memutuskan dana antisipasi untuk virus. Publik akan bisa melihat seberapa serius pemerintah menanggulangi wabah,” kritiknya.
Pendapatnya, anggaran sebesar itu bisa dialokasikan dengan tepat seperi memangkas beban operasional pekerja wisata agar bisa menghindari PHK di sektor pariwisata.
Diketahui bahwa sebelumnya, Wishnutama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menganggarkan dana sebesar Rp72 miliar untuk promosi wisata Indonesia dengan cara campur tangan influencer. Hal ini ia gunakan untuk menarik turis-turis manca negara.
Kebijakan tersebut berawal dari Presiden Jokowi dalam upaya meredamkan dampak negatif pada ekonomi domestik dari wabah virus corona. Sebab, virus corona telah memengaruhi ekonomi di Indonesia.
Pemerintah juga memutuskan untuk memberi diskon setengah harga pada tiket penerbangan. Ini menghabiskan insentif sebanyak Rp443,39 miliar dari bulan Maret sampai Mei 2020 dari APBN.
SUMBER: CNN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Pasar Induk ratusan miliar dari Tommy Soeharto untuk Karawang

Avatar

Published

on

Hutomo Mandala Putra, atau umunya dikenal dengan nama Tommy Soeharto adalah Ketua Umum dari Partai Berkarya sejak Maret 2018.
Dengan karier politiknya yang panjang dan bisnis yang menggunung, ia kini memilih berinvestasi dengan membangun pasar induk di wilayah Karawang, Jawa Barat.
Dengan luas yang mencapai 12 hektare, ia menolak untuk menyebutkan total investasi dalam membangun pasar induk tersebut. Tommy hanya berkata kemungkinan investasinya bisa mencapai ratusan miliar.
“Investasinya sampai ratusan miliar rupiah. Persisnya belum diketahui, masih proses penentuan. Yang jelas sampai ratusan (miliar),” ucapnya, dikutip Antara.
Ia kemudian menjelaskan detil pasar induk yang akan dibangun memiliki konsep zero waste atau bebas sampah yang artinya, pasar induk tersebut menghindari dan menghilangkan jumlah limbah dan mengelola sampah sehingga tidak ada sampah yang sia-sia.
Tommy yakin sampah yang dihasilkan dari pasar tersebut akan diolah kembali menjadi biogas.
“Nanti, semua limbah organik akan dijadikan biogas sebagai bahan bakar kompor di warung atau restoran wilayan ini,” jelasnya.
Rencananya, pasar tersebut akan memiliki kios sebanyak 4.264 dengan muatan tenaga kerja sebanyak 14 ribu orang.
“Targetnya, kurang dari 18 bulan dari sekarang sudah beroperasi,” tambahnya.
SUMBER: CNN

Continue Reading

Ekonomi

Bandara 9 triliun rupiah di Kediri hasil Gudang Garam

Avatar

Published

on

Wikipedia
Gudang Garam membangun sebuah bandara di Kediri dengan dana sebesar 9 triliun rupiah.
Bandara yang diberi nama Bandara Dhoho tersebut diperkirakan pada pendanaan awal sebesar Rp10 triliun, namun turun menjadi Rp9 triliun.
Pada kesempatan acara penandatanganan pembangunan, berita ini disebutkan oleh Itata Taswin Siddharta, Direktur Gudang Garam bersama Faik Fahmi, Direktur Utama PT Angkasa Pura I (persero).
“Dulu kami membayangkan (besar investasi) kisaran Rp 1 hingga 10 triliun. Dengan berjalannya waktu, kedua pihak setuju dan sekarang saya bisa bilang untuk mengecilkan biaya antara 6 hingga 9 triliun,” jelas Itata, di Jakarta Pusat, pada Selasa (10/3).
Investasi yang dilakukan oleh pihak Gudang Garam adalah sebuah langkah jangka panjang dengan tujuan pembangunan nasional, khususnya membantu pertumbuhan ekonomi yang ada di Jawa Timur.
Komitmen perusahaan pun dilakukan dengan mengambil langkah pembebasan lahan di wilayah Bandara. Selain itu, biaya pembangunan dan biaya pembebasan berasal dari dompet internal perusahaan.
Pembangunan akan dimulai pada bulan April dan groundbreaking di 15 April dengan rencana durasi pembangunan selama dua tahun.
Sementara, pemerintah memberikan izin kerja sama Gudang Garam dengan Angkasa Pura untuk rencana besar pembangunan ini. Kemenhub pun memberikan pernyataan bahwa pihaknya setuju hak kelola Bandara akan ada ditangan Gudang Garam selama 25 hingga 30 tahun.
SUMBER: CNN

Continue Reading

Ekonomi

Jadwal penerbangan baru pengganti rute yang ditutup

Avatar

Published

on

Pixabay

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia berencana untuk merancang rute baru dalam penerbangan karena sebelumnya ada rute yang terpaksa ditutup karena wabah virus yang tersebar dari Wuhan, China.

Yenny Wahid, Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk bersama dengan Triawan Munaf dan Irfan Setiaputra, Direktur Utama Garuda Indonesia tengah mengadakan konferensi pers terkait rute baru tersebut, di Jakarta, pada Kamis (27/2).

“Untuk menanggapi situasi tersebut, Garuda mengenalkan rute baru sebagai pengganti atas rute yang ditutup karena COVID-19,” ucap Irfan, sambil mengharap bahwa rute-rute baru ini Garuda bisa mempertahankannya dan tidak terganggu virus corona, terkhusus rute dari Denpasar.

Rute baru ini diantaranya Denpasar-Taipei, Denpasar-Dili, Denpasar-Bangkok, Denpasar-Kuala Lumpur, Denpasar-Brisbane, Denpasar-Delhi, dan Denpasar-Mumbai.

Ia memberikan penjelasan atas dampak dari virus tersebut yang menjadikan penurunan pendapatan dari Garuda dengan signifikan. Penurunan ini karena rute ke China yang ditutup dan peraturan atas larangan penerbangan ke Arab Saudi, seperti penerbangan untuk umroh.

Selain itu, kondisi ini ditambah dengan pinjaman Garuda yang sebentar lagi jatuh tempo. Dari segi SDM, Garuda harus memutasi beberapa karyawannya.

“tentu karyawan akan kami alokasi untuk tempat-tempat yang mereka bisa kontribusi lebih baik. Ini memang melelahkan, pukulan beruntun tapi kami percaya bahwa ada jalan,” tambahnya.

Triawan Munaf, Komisaris Garuda Indonesia berharap bahwa rute baru ini bisa beroperasi pada Maret mendatang.

Pihaknya pun sudah memiliki koordinasi pada slot penerbangan pada Kementerian Perhubungan.

“Kita gak mau kerja sendiri, kita mau kolaboasi dengan berbagai pihak, tidak hanya sekadar membuka tapi ada promosinya, dari Bangkok menuju Denpasar. Ada wacana dari Bangkok menuju Yogyakarta karena wisata religi ke Borobudur yang menjadi target umat Buddha Thailand,” jelasnya.

Ia pun menekankan bahwa pihaknya akan bekerja dengan lebih ekstra untuk promosi penerbangan untuk menarik wisatawan.

“Mengatakan itu saja tidak cukup harus ada action promosinya yang secara religius, bercerita tentang sejarah Borobudur agar menarik. Orang gak mau beli sabun, tapi dipromosi sabun dengan menggunakan bintang film orang jadi mau beli, kan,” tuturnya. “Ini sebuah kegiatan menekan harga, memberi fasilitas yang ekstra ada rasa bangga dari kita semua. Indonesia itu indah, orang sekarang membatasi untuk tidak pergi ke luar negeri nanti saja. Kenapa gak di negara yang teraman di dunia.”

Kemudian, ia memaparkan rute yang banyaknya dipilih dari Denpasar dengan alasan untuk meningkatkan wisata Bali yang mudah diakses dan terdampak.

“Kita ingin kembali menggairahkan Bali. Hotel-hotel di sana menderita,” kata Munaf.

“akan terus dikaitkan tujuh destinasi ini yang ke mancanegara juga akan memberikan efek berkelanjutan,” tutupnya.

SUMBER: Antara

Continue Reading

Trending