Berita

Pensiunan pns gantung diri akibat depresi sakit jantung

Sebuah kejadian tragis terjadi di Desa Patoman, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Lampung, di mana seorang pria berusia 61 tahun bernama SHNO dilaporkan gantung diri di gubuknya. SHNO, yang merupakan seorang pensiunan PNS, diduga mengalami depresi akibat sakit jantung yang tidak kunjung sembuh.

Kejadian ini berawal ketika pasangan suami istri yang tinggal di sekitar gubuk SHNO menemukan tubuhnya yang sudah terikat tali di balok atas tengah gubuk pada Sabtu malam. Saksi-saksi melaporkan kejadian ini kepada polisi, dan Kapolsek Pagelaran Iptu Hasbulloh membenarkan bahwa SHNO meninggal dunia akibat gantung diri.

Setelah melakukan olah TKP dan pemeriksaan beberapa saksi, petugas membawa jenazah SHNO ke puskesmas Pagelaran. Pada tubuhnya, hanya ditemukan bekas jeratan di leher dan lebam di punggungnya, yang diduga akibat serangan jantung. Dengan begitu, dipastikan bahwa SHNO bunuh diri.

Berdasarkan keterangan saksi, SHNO sudah menderita sakit jantung yang tidak sembuh. Sebelum ditemukan meninggal dunia, dia mengalami muntah-muntah. Sakit jantungnya sudah berlangsung lama, dan dia diketahui telah dipasang ring, tetapi tetap tidak kunjung sembuh.

Polsek setempat kemudian menyerahkan jenazah SHNO kepada keluarga terdekatnya. Namun, pihak keluarga tidak bersedia untuk melakukan autopsi terhadap jenazahnya. Keputusan ini mungkin bergantung pada alasan pribadi atau keyakinan keluarga, dan polisi menghormati keputusan tersebut.

Kejadian ini memberikan pelajaran penting bagi kita untuk lebih memperhatikan kesehatan mental dan fisik kita, serta memberikan dukungan kepada mereka yang menderita penyakit kronis atau depresi. Sangat penting bagi kita untuk mencari bantuan medis dan dukungan sosial ketika kita mengalami kesulitan atau depresi yang berkepanjangan.

Kami mengucapkan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga dan kerabat SHNO yang sedang berduka. Semoga mereka mendapatkan kekuatan dan keberlanjutan dalam menghadapi cobaan ini. Semoga SHNO diterima dengan baik di sisi-Nya dan mendapatkan kedamaian abadi.

Berita ini mengingatkan kita bahwa penting bagi kita untuk saling peduli dan memberikan dukungan kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan, terutama dalam hal kesehatan mental atau penyakit kronis. Kita tidak boleh menganggap remeh atau mengabaikan masalah ini, tetapi harus siap untuk mendengar, mendukung, dan merangkul mereka yang membutuhkan bantuan.

Marilah kita menjadi pribadi yang lebih peka dan perhatian terhadap sesama. Mari kita berbuat baik dan menciptakan lingkungan yang ramah dan mendukung bagi mereka yang sedang berjuang. Semoga kejadian ini juga menjadi pengingat bagi kita untuk tetap mengutamakan kesehatan fisik dan mental kita sendiri, serta menjaga keseimbangan hidup yang sehat.

Rizka Wulandari

Rizka Wulandari sudah terjun di dunia media selama tiga tahun terakhir. Sejak lulus kuliah, ia sudah bekerja untuk beberapa publikasi independen di Jakarta dan menulis berbagai artikel dengan tema yang beragam.