Berita

Pbnu Serukan Shalat Gaib dan Doa Bersama agar Palestina-Israel Segera Damai

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan seruan kepada warga Nahdliyin untuk melakukan shalat gaib dan doa bersama agar konflik antara Palestina dan Israel segera berakhir. Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, mengungkapkan keprihatinannya terhadap eskalasi konflik yang semakin meningkat antara Palestina dan Israel dalam beberapa hari terakhir.

Gus Yahya menyerukan kepada umat Islam dan warga Nahdlatul Ulama untuk mengadakan shalat gaib dan doa bersama untuk mendoakan arwah korban yang tewas akibat eskalasi kekerasan dan juga mendoakan agar perdamaian dan keadilan segera terwujud di Palestina dan Israel.

Lebih lanjut, Gus Yahya berharap agar semua pihak dapat memberikan inspirasi agama mengenai kasih sayang, persaudaraan, dan keadilan yang berlaku secara umum. Ia menekankan pentingnya untuk tidak menggunakan isu identitas dan seruan keagamaan sebagai alat untuk mempertajam permusuhan dan kebencian antara Palestina dan Israel.

Gus Yahya juga meminta agar inspirasi agama tentang rahmah (kasih sayang), persaudaraan, dan keadilan universal dikedepankan dalam upaya mencari resolusi konflik di semua tingkatan, baik di struktur politik maupun di tingkat komunitas.

Selain itu, Gus Yahya juga mengharapkan masyarakat internasional untuk bertindak tegas guna mewujudkan penyelesaian yang adil atas konflik Israel-Palestina sesuai hukum dan kesepakatan internasional. Ia menyoroti pentingnya bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk tidak memihak pada salah satu pihak dalam konflik.

Konflik antara Israel dan Palestina semakin meningkat akibat perang terbuka yang dinyatakan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, terhadap Hamas di Palestina. Jumlah korban tewas di kedua belah pihak terus bertambah. Hingga saat ini, jumlah korban tewas akibat serangan Hamas ke Israel mencapai lebih dari 1.487 orang, sementara korban luka mencapai 6.327 orang.

Sebaliknya, di Jalur Gaza, korban tewas akibat serangan udara Israel juga terus bertambah. Kementerian Kesehatan Hamas melaporkan bahwa jumlah korban tewas di Jalur Gaza telah mencapai 687 orang, sementara 3.727 orang lainnya mengalami luka-luka sejak Israel melancarkan serangan balasan.

Gus Yahya berharap agar seruan PBNU ini dapat menginspirasi semua pihak untuk berkomitmen dalam menjalankan peran mereka masing-masing dalam mengakhiri konflik ini dan mencari solusi damai yang sesuai dengan prinsip kasih sayang, persaudaraan, dan keadilan yang ada dalam ajaran agama.

Tentunya, dibutuhkan upaya bersama dari masyarakat internasional, organisasi internasional, serta banyak pihak di seluruh dunia untuk menghentikan situasi ini dan bekerja menuju negosiasi perdamaian yang adil dan berkelanjutan antara Palestina dan Israel. Semoga seruan PBNU ini dapat menjadi langkah awal yang bermakna dalam mencapai perdamaian yang diidamkan oleh rakyat Palestina dan Israel.

Rizka Wulandari

Rizka Wulandari sudah terjun di dunia media selama tiga tahun terakhir. Sejak lulus kuliah, ia sudah bekerja untuk beberapa publikasi independen di Jakarta dan menulis berbagai artikel dengan tema yang beragam.