Connect with us

Kesehatan

Para pria: kenali gejala serangan jantung ini

Avatar

Published

on

Mendiang Ashraf Sinclair, suami dari Bunga Citra Lestari, meninggal dunia karena serangan jantung.

Di usianya yang 40 tahun, ia meninggalkan seorang istri dan seorang anak laki-laki.

Serangan jantung atau infark miokardial adalah terhentinya aliran darah, meski hanya sesaat, yang menuju ke jantung dan mengakibatkan sebagian sel jantung jadi mati. Penyebab terbanyak dari serangan jantung adalah penyumbatan pada pembuluh darah.

Serangan jantung merupakan keadaan yang termasuk gawat darurat. Beberapa menit pertama yaitu menit yang penting untuk kehidupan penderita. Saat terserang, harus segera ditangani.

Penyakit ini termasuk dalam silent killer. Ia bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, juga pada siapa pun. Penyakit ini sudah menjadi penyakit paling mematikan di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Meskipun terjadi secara tiba-tiba, gejala awal pada serangan jantung sering disepelekan.

Dalam studi yang dilakukan oleh American Heart Association, menunjukkan bahwa perempuan sangat memungkinkan untuk mengalami serangan jantung dengan gejala berupa sakit pada rahang dan punggung, muntah, mual, dan sesak napas.

Namun, gejala yang dialami pada laki-laki berbeda dengan gejala yang dialami perempuan.

Memasuki usia 40-an bagi pria sangat penting untuk menyadari kerentanannya. Perlu adanya tindakan positif untuk pencegahan penyakit jantung.

Sebelum itu, kenali tanda-tandannya dahulu. Berikut ini adalah gejala serangan jantung yang dikutip dari berbagai sumber.

  1. Nyeri di dada

Tanda yang paling umum ditemukan adalah nyeri pada bagian dada. Rasa yang tidak nyaman di area dada bisa bermacam-macam pada orang yang berbeda-beda. Rasa tidak nyaman ini berlangsung pada hitungan menit dan terjadi saat berkatifitas berat atau saat beristirahat.

Perlu diketahui, nyeri di dada tidak selalu terkait pada penyakit jantung. GERD (gastroesophageal refluc disease) atau asam lambung memiliki gejala yang serupa dengan serangan jantung.

2. Sangat cepat lelah

Cepat lelah bisa terjadi tanpa alasan yang jelas, selain itu bisa juga karena aktifitas sehari-hari meskipun tidak terlalu berat.

3. Sakit pada dada hingga lengan

Sakit di dada bisa menjalar hingga ke area tubuh bagian kiri. Gejala penyakit jantung bisa dilihat dari rasa nyeri di bagian lengan.

“Ini nyaris selalu dimulai dari dada kemudian menyebar ke luar. Saya punya pasien yang merasa sakit di bagian lengan, ternyata itu adalah serangan jantung,” ujar Charles Chambers, Direktur dari Cardiac Cathererization Laboratory yang berada di Penn State Hershey Heart and vascular Insitute, Amerika Serikat.

4. Sesak napas

Sakit pada bagian dada bisa diikuti dengan napas yang sesak. Rasa sakit di dada dirasakan saat menarik napas. Kondisi ini bisa sangat berbahaya hingga mengancam nyawa seseorang.

5. Keringat yang berlebih

Jantung akan menyuplai darah sangat sedikit apabila seseorang memiliki kondisi penyakit jantung. Hal tersebut bisa membuat jantung untuk bekerja lebih kuat dari biasanya hingga memicu keringat yang berlebih, dikutip dari Alodokter.

6. Pusing hingga pingsan mendadak

Pingsan yang berasal dari pusing ini bisa jadi darah yang semestinya mengalir pada otak, tidak terjadi secara baik karena katup pada jantung untuk menyalurkan darah pada otak menyempit.

7. Gangguan pada pencernaan

Memiliki masalah pada gangguan pencernaan bisa menjadi gejala penyakit jantung dan hal ini bisa fatal karena bisa memicu serangan jantung, penyakit jantung, dan stroke.

 

SUMBER: CNN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Update COVID-19 Indonesia: 134 kasus

Avatar

Published

on

tirto
Per Senin (16/3), Achmad Yurianto, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Kemenkes dan jubir penanganan virus corona di Indonesia memberikan pengumuman perihal kasus pasien positif COVID-19 saat ini mencapai 134 kasus.
Ia berkata penambahan ini terjadi karena hasil dari penyelidikan atas orang-orang yang terhubung dengan pasien-pasien positif lainnya dan pernah mengalami kontak langsung.
Pada hari sebelumnya, Minggu (15/3), Indonesia tercatat memiliki 117 kasus virus corona.
Angka tersebut mayoritas penduduk dari Jakarta. Dengan menyebarnya virus corona, pemerintah mengizinkan pada pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan dalam penyelidikan terhadap mereka yang terduga pernah mengalami kontak langsung dengan para pasien COVID-19 dengan tetap merahasiakan identitasnya.
Kemudian, pasien Kasus 1, 2, dan 3 dinyatakan telah sembuh dari COVID-19. Kabar ini diumumkan oleh Terawan Agus Putranto, Menteri Kesehatan. Ketiganya telah usai dirawat di RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso dan dipulangkan.
Dalam pelepasan ketiga pasien tersebut, Terawan mengadakan upacara pelepasan dengan memberikan ‘oleh-oleh’ dari Jokowi berupa ramuan jamu yang disebut bisa menjaga daya tahan tubuh.
Ia pun mengingatkan pada masyarakat agar tidak perlu bertindak panik terhadap wabah tersebut karena masih bisa disembuhkan meskipun perlu waktu untuk prosesnya.
Diketahui, ketiga pasien sangat koorporatif dalam masa pemeriksaan dan perawatan selama di RSPI.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Berita

8 WNI positif virus corona di Singapura

Avatar

Published

on

tirto
KBRI Singapura melaporkan WNI yang tercatat positif virus corona di Singapura menjadi delapan orang, per Minggu (15/3).
Ratna Lestari Harjana, Kepala Fungsi Pensosbud Kedutaan Besar RI Singapura memberikan pernyataan pada siaran pers perihal pengumuman Kemenkes Singapura yang menyebut kasus COVID-19-nya yang ke 212 merupakan WNI Laki-laki usia 64 tahun.
“WNI tersebut dikonfirmasi positif COVID-19 Sabtu pagi dan kini sedang menjalani perawatan di National Center for Infectious Diseases Singapura,” jelasnya.
Sementara, kasus ke-21 Singapura yang merupakan WNI dinyatakan telah sembuh dan telah dipulangkan pada 18 Februari. WNI kasus ke 133 di Singapura adalah wanita berusia 62 tahun, dirawat di National University Hospital. Sementara, WNI kasus ke 147 di Singapura adalah laki-laki berusia 64 tahun yang kini dirawat di NCID, dan kasus ke 152 WNI berjenis kelamin laki-laki dirawat di Singapore General Hospital.
Selain itu, WNI kasus ke 170 di Singapura adalah wanita (56 tahun) yang dirawat di SGH, WNI lelaki (83 tahun) menjadi kasus ke 181 dirawat di Gleneagles Hospital. Terakhir WNI yang menjadi kasus ke 182 adalah wanita (76 tahun) yang juga di rawat di rumah sakit yang sama dengan kasus ke 181.
Dua dari delapan kasus WNI adalah kasus transmisi lokal dan enam kasus imported cases.
“Adapun dari 7 WNI yang saat ini masih dirawat di RS, enam dalam kondisi stabil dan satu dirawat di ICU,” jelasnya.
Kemudian, tidak lupa KBRI memberi imbauan pada WNI yang mengalami gejala COVID-19 agar segera memeriksakan diri sebelum melakukan sebuah perjalanan agar mencegah penularan.
Di lain sisi, kemenkes Singapura masih terus melakukan tes COVID-19 gratis pada seluruh masyarakatnya.
Untuk seluruh WNI yang ada di Singapura diingatkan oleh KBRI tentang status DORSCON Oranye masih tetap berlaku, maka tingkat waspada tinggi masih harus dimiliki, terkhusus jika menghadiri kegiatan yang terdapat banyak orang, seperti contoh tempat umum.
Dengan tetap menjaga kebersihan diri, dan mengikuti aturan dari pemerintah Singapura agar mendukung upaya pencegahan virus corona.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Berita

Kematian pertama akibat COVID-19 di Denmark dan Slovenia

Avatar

Published

on

Pixabay
Melalui salah satu saluran TV Slovenia, melaporkan kasus kematian pertama akibat COVID-19, dikutip dari sumber rahasia.
Per Sabtu (14/3), pemerintah Slovenia mengumumkan ada sebanyak 181 kasus. Korban yang meninggal adalah pria lanjut usia yang memiliki penyakit kronis.
Dengan angka kasus virus corona yang tidak sedikit, Slovenia memberlakukan penutupan sekolah dan pemeriksaan kesehatan disekitar perbatasan Slovenia-Italia. Sementara, untuk transportasi bus dan kereta keberangkatan menuju Italia diberhentikan. Selain itu, perjalanan kargo dibatasi. Kemenlu Slovenia imbau para warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Spanyol dan Italia.
Di negara Denmark, kematian pertama dilaporkan di hari yang sama, Sabtu (14/3). Pasien tersebut meninggal di usia 81 tahun saat berada di rumah sakit di wilayah Kopenhagen.
Sebelumnya, pemerintah Denmark telah mengizinkan universitas dan sekolah untuk menutup sementara. Selain itu, Denmark juga meliburkan para pegawai dilayanan umum dan pekerjaan tertentu.
Tercatat sebanyak 827 kasus positif corona terdapat di Denmark. Untuk waktu selama sebulan, Denmark mengisolasi negaranya untuk mencegah penyebaran virus yang semakin meluas.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Trending