Connect with us

Kriminal

Modus tipu WO Panda Manda pada puluhan kliennya

Avatar

Published

on

Pixabay
Satu jasa yang menawarkan wedding organizer di Depok telah tertangkap karena menipu puluhan kliennya yang jika ditotal mengalami kerugian sebesar Rp2,5 miliar.
Pasalnya, WO dengan nama jasa Panda Manda menjual jasanya dengan harga yang terbilang murah.
Kombes Azis Andriansyah, Kapolsek Depok, berkata bahwa pelaku menyebarkan tawarannya melalui media sosial dan sebaran brosur.
Dengan tawarannya, ia mudah mendapatkan perhatian pasangan calon suami istri yang ingin segera menikah.
Tawaran paket harga murah sebesar Rp50 juta, Rp60 juta sampai Rp70 juta saja.
“Namun tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan. Ada juga yang tidak terlaksana, hingga korban mengalami kerugian materi dan non materi,” ujarnya ketika dihubungi, hari Rabu (5/2).
Seperti korban inisal I yang bercerita perihal rencana pernikahannya. Bulan Desember tahun lalu, I dan pasangannya memiliki rencana untuk menggelar resepsi pernikahan di bulan Februari, tepatnya tanggal 2. Kemudian, ia melihat iklan tawaran paket resepsi hemat dari WO Panda Manda. Alhalsil, korban terpincut dan kemudian memilih paket hemat sebesar Rp50 juta dengan dijanjikan paket lengkap dari prewedding, dekorasi, katering serta gedung.
Korban lalu mengambil kesepakatan dengan pihak Panda Manda dan melunasi tagihannya Rp50 juta tersebut. Tetapi, saat pelaksanaannya, paket tidak sesuai dengan perjanjian yang disepakati.
“Katering tidak dikirim sehingga korban merasa malu dan dipermalukan, akibatnya tamu yang datang tidak dapat makanan. Pelaku saat dihubungi, tidak aktif,” terangnya. Kemudian korban I melaporkan peristiwa ini ke Polres Depok.
Selain korban I, korban lain (P) melaporkan tindakan penipuan Panda Manda. P memesan katering 700 boks pada WO tersebut, tetapi hanya 100 boks yang datang.
“Pelaku sudah diamankan di rumahnya, selanjutkan akan dibawa ke Polres untuk penyelidikan lanjut,” tambah Azis.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kapolres Depok telah berhasil menangkap pelaku penipuan WO Panda Manda. Pelaku menipu korban dengan menjanjikan pelaksanaan resepsi dan menawarkan paket hemat yang palsu.
Penangkapan tersebut dilakukan setelah ada sebanyak 37 korban penipuan melaporkan pada pihak kepolisian. Jumlah ini termasuk korban I dan P.
“Calon pengantin ini sebanyak 35 korban mengadu dan sudah didata perihal pembayaran lunas untuk resepsi 2 bulan mendatang,” ujar Azis, Rabu (5/2).
Polisi berhasil menangkap pelaku yang diduga sebagai penanggung jawab WO Panda Manda, Anwar, tempat tinggalnya di Mampang, Pancoran Mas, Depok.
Selain itu, penemuan barang bukti berupa satu bundle bukti transfer pembayaran, satu bundle album foto pre-wedding, seperangkat alat kantor, tiga kartu ATM masing-masing Bank BRI, Bank BCA, dan Bank Mandiri, juga satu bundle hasil cetak rekening pembayaran seluruh korban.
Anwar dijerat dengan Pasal 378 juncto 372 KUHP perihal Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan.
SUMBER: Detik

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kriminal

Remaja 15 tahun membunuh temannya dan melapor ke polisi

Avatar

Published

on

indozone.id
Remaja berjenis kelamin wanita dengan inisial NF mengaku dan menyerahkan diri ke pihak kepolisian Sawah Besar, Jakpus, karena mengaku telah melakukan pembunuhan terhadap temannya, APA (6).
Remaja tersebut mengaku bahwa tindakannya terinspirasi dari film yang ia tonton.
“Si pelaku ini dengan sadar diri menyatakan telah membunuh dan menyatakan bahwa ia tidak menyesal namun ia merasa puas,” ucap Kombes Heru Novianto, Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Menurut hasil pemeriksaan, film yang ia tonton tersebut telah ditonton setahun lalu. Hal ini dianggap unik maka pihak kepolisian melakukan pemeriksaan mendalam dari pengakuan remaja tersebut.
Pihaknya beranggapan bahwa sangat memungkinkan untuk menyelesaikan kasus bersama dengan ahli psikiater untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan pelaku.
Penyerahan dilakukan NF setelah satu hari ia membunuh temannya.
Ia menyerahkan diri ke polisi ketika ia hendak pergi ke sekolah kemudian kembali pulang setelah setengah jalan dan mengganti pakaiannya untuk pergi ke Polsek Taman Sari.
“Di tengah jalan dia memutuskan untuk tidak sekolah dan mengganti pakaiannya yang telah ia siapkan sebelumnya. Kemudian mendatangi Polsek Taman Sari sambil mengaku ‘Saya telah melakukan pembunuhan’,” jelas Heru.
Diketahui, dari keterangan polisi, pembunuhan dilakukan saat korban mengunjungi rumah NF untuk bermain bersama.
Menurut kronologi yang dijelaskan, pelaku sempat meminta korban agar mengambil mainan yang ada di dalam bak kamar mandi.
Ketika korban hendak mengambil mainannya, pelaku segera melakukan pembunuhan dengan menenggelamkan korban di bak mandi hingga meninggal dunia.
NF pada mulanya sempat ingin membuang jasad korban, namun ia mengurungkannya karena hari sudah mulai sore. Maka, ia memutuskan untuk menyimpan jasad temannya di dalam lemari kamar NF.
SUMBER: CNN

Continue Reading

Kriminal

Penyitaan puluhan ribu masker oleh kepolisian

Avatar

Published

on

CNN Indonesia
Pihak kepolisian sejauh ini telah menyita puluhan ribu masker dari sejumlah wilayah setelah Presiden Jowoki memerintahkan untuk menindak tegas para penimbun masker pada Kapolri Jenderal Idhan Aziz.
Polisi telah menyita sebanyak 61.550 lembar masker di 17 wilayah. Dari penyitaan ini, polisi telah menangkap sebnayk 30 tersangka dari 17 kasus dugaan penimbun masker. Rencananya, puluhan masker yang sudah disita tersebut akan dijual ke publik.
Panic buying terjadi belakangan ini. Kelangkaan barang, termasuk masker, menjadi peristiwa yang hingga saat ini sedang berjalan. Fenomena ini disebabkan karena virus yang mewabah dari Wuhan, China hingga ke seluruh dunia, COVID-19, yang saat ini Indonesia memiliki dua kasus yang terinfeksi virus tersebut.
Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, Kepala Bareskrim Polri, menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah penyelidikan pada distributor, agen hingga produsen yang berkaitan dengan penjualan masker. Pihak kepolisian pun telah turun langsung ke lapangan.
“Ada 30 tersangka yang saat ini sedang dalam proses pemeriksaan. Ada 822 kardus, 61.550 masker, dan 138 kardus diamankan,” ucapnya, saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta pada Kamis (5/3).
Ia kemudian memberi tahu daftar wilayah yang pihaknya selidiki. Tiga kasus di Polda Metro, dua kasus di Polda Jabar, masing-masing satu kasus di Polda Jateng dan Polda Kep. Riau, dua kasus di Polda Sulawesi, Polda Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Serta empat kasus adalah kasus hoaks. Satu kasus hoaks sedang Bareskrim proses juga mengawasi proses distribusi agar pasokan dipastikan cukup.
Sebagian masker akan disalurkan pada masyarakat dan sebagian menjadi barang bukti.
“Jadi nanti kami akan atur dan sisihkan sebagai barang bukti dan untuk masyarakat,” jelasnya.
Kombes Budhi Herdi Susianto, Kapolres Metro Jakarta Utara menyebutkan bahwa timnya telah menahan dua tersangka dengan inisial TK dan HK. Keduanya menimbun masker dan menjualnya kembali dengan harga yang tinggi, Padamengan, Jakarta Utara.
Kedua tersangka sengaja membeli masker sejak awal isu wabah virus corona dan disimpan.
“Sekarang karena harganya sudah tinggi, mereka jual dengan harga tinggi,” ucap Budhi, Kamis (5/3).
Barang bukti dari keduanya berupa 72 ribu masker yang siap dijual dengan harga Rp220.000 per boks, di mana harga normalnya sebesar Rp22 ribu per boks yang berisi 50 buah masker.
Penyitaan juga terjadi di gudang yang dimiliki oleh perusahaan PT Salam Jaya Lestari di Batam, pada Kamis (5/3). Polda Kepulauan Riau menyita sebanyak 6.360 masker dari perusahaan yang tidak punya izin edar Kemenkes tersebut.
Seluruh masker itu berasal dari China dan rencananya akan dijual di Batam.
Dari segi pemantauan, tiga tempat sedang diselidiki di distributor masker yang ada di Surabaya. Sementara, di Aceh, pihak kepolisian memantau harga pasar masker. Selama ini, belum ditemukan adanya toko atau warga yang menimbun masker.
SUMBER: CNN

Continue Reading

Berita

Penyalahgunaan situasi dari pabrik ilegal produksi masker terkait epidemi COVID-19

Avatar

Published

on

indozone.id
Pada Jumat (28/2), Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggerebek sebuah gudang yang dijadikan pabrik masker di wilayah Pergudangan Central Cakung Blok I nomor 11 yang berada di Jalan Cakung Cilincing KM 3, Cilincing, Jakarta Utara.
Pabrik masker ilegal tersebut memanfaatkan kondisi yang ditimbulkan dari virus corona untuk mengambil keuntungan.
“Kita ketahui bersama bahwa kurun waktu dalam beberapa bulan ini, seluruh dunia sudah terjangkit wabah corona, yang menjadikan masker sebagai kebutuhan yang paling utama,” ucap Kombes Yusri Yunus, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya setelah menggerebek pabrik ilegal tersebut.
Permintaan masyarakat yang tinggi terkait masker menjadikan masker sebagai barang yang langka. Hal ini berpengaruh pada harga jual masker yang menjadi 10 kali lipat lebih mahal.
“Beberapa bulan ke belakang ini harga masker tiba-tiba melonjak terlalu tinggi di pasaran, yang biasanya paling murah harganya Rp20 ribu, sekarang menjadi Rp300 ribu,” jelas Yusri.
Dengan tingginya harga jual berdampak pada habisnya stok barang di pasaran. “Bahkan barang masker ini hilang di pasaran karena kurang, dan sangat dibutuhkan. Bahkan seluruh dunia membutuhkannya,” tambahnya.
Dengan adanya problema tersebut, hal ini menggerakan Ditnarkoba Polda Metro Jaya untuk menyelidiki dugaan penimbunan oleh oknum yang mencari keuntungan.
“Hasil penyelidikan Ditnarkoba Polda Metro Jaya memang mengendus ada beberapa tempat yang mencoba menimbun masker, termasuk salah satunya di pabrik masker ilegal Cilincing ini, awalnya ada dugaan penimbunan masker,” jelas Yunus.
Dari penggerebekan tersebut pihaknya menemukan bahwa pabrik tersebut memproduksi dengan ilegal, bukan menimbun. Ini tentu tidak sesuai standar dan tidak memiliki izin pengedaran dari Kementerian Kesehatan.
Pabrik tersebut mendapatkan omzet sebanyak Rp200 juta dalam satu hari. “Ini hasil perhitungan kasar, itu dia bisa mendapat keuntungan sebesar Rp200 juta sampai Rp250 juta per hari,” tutur Yusri.
Hasilnya, sebanyak 30.000 buah kotak menjadi barang bukti penggerebekan. Kotak-kotak tersebut sudah siap untuk diedarkan. Selain itu, bahan baku dan mesin ikut serta menjadi barang bukti.
10 orang karyawan pabrik ilegal tersebut kini telah ditahan oleh pihak Kepolisian. Menurut pengakuannya, mereka diberi upah sebesar Rp120.000 dalam satu hari.
Barang bukti dan 10 karyawan tersebut diamankan di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.
Mereka dijerat Pasal 197 Sub 196 UU no. 36/2009 perihal kesehatan, Pasal 107 UU. no 7/2014 perihal Perdagangan dengan ancaman kurungan penjara lima tahun ke atas dan denda maksimum Rp50 miliar.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Trending