Berita

Laut Indonesia Diketahui Penuh dengan “Internal Wave”, Kapal Selam Menolak Masuk

Laut Indonesia diketahui memiliki banyak internal wave atau arus di dalam laut. Hal ini membuat kapal selam enggan masuk ke perairan tersebut. Salah satu perairan yang memiliki internal wave adalah Selat Malaka.

Hal ini terungkap setelah TNI AL dan Angkatan Laut Perancis melakukan survei bersama di perairan Sabang, Aceh, pada Juli 2023. Dalam survei tersebut, TNI AL menemukan bahwa perairan tersebut memiliki arus dalam yang cukup kencang. Ada laut yang hanya memiliki ombak di permukaan, namun ada juga yang memiliki internal wave di dalamnya.

Keberadaan internal wave ini memiliki beberapa keuntungan, salah satunya adalah membuat kapal selam musuh enggan masuk ke area tersebut. Internal wave dapat menyulitkan navigasi dan memberikan keunggulan taktis kepada pihak yang menguasainya. Namun, untuk memanfaatkan potensi ini, diperlukan sumber daya manusia yang mampu mengelola dengan baik.

Dalam survei bersama AL Perancis, TNI AL juga menemukan dua bukit di perairan Sabang. Namun, AL Perancis menyatakan bahwa bukit-bukit tersebut tidak aktif. Temuan ini menunjukkan adanya kompleksitas geologi dan oseanografi di perairan Indonesia.

Selain itu, Danpushidrosal juga mengungkap bahwa Indonesia belum memiliki kapal yang mampu mendeteksi kedalaman laut lebih dari 6.000 meter. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak yang perlu dilakukan dalam pemetaan dan pengenalan wilayah bawah laut Indonesia.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, pemetaan dan penelitian di perairan Indonesia sangatlah penting. Selain untuk kepentingan pertahanan, pemetaan bawah laut juga penting untuk pengelolaan sumber daya kelautan, seperti perikanan dan tambang.

Indonesia harus melengkapi diri dengan peralatan dan teknologi terkini dalam bidang hidrografi dan oseanografi. Hal ini perlu dilakukan untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh perairan Indonesia, seperti internal wave dan sumber daya kelautan lainnya.

Selain itu, pemetaan bawah laut juga bisa menjadi sarana untuk meningkatkan pengawasan dan keamanan perairan Indonesia. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai geologi dan oseanografi, Indonesia dapat mengidentifikasi dan mencegah ancaman di perairan, seperti pencurian ikan, penyelundupan narkoba, dan perikan kedaulatan laut.

Sebagai salah satu kekuatan maritim di dunia, Indonesia perlu terus mengembangkan kapabilitas dan keahlian dalam bidang hidrografi dan oseanografi. Selain itu, kerja sama dengan negara-negara lain juga penting untuk saling bertukar informasi dan pengetahuan dalam bidang ini.

Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai potensi dan tantangan di perairan Indonesia, Indonesia dapat mengoptimalkan sumber daya kelautan yang dimiliki dan melindungi kedaulatan laut. Indonesia perlu melihat laut sebagai sumber kekayaan dan keamanan, serta melindungi dan menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan untuk generasi masa depan.

Rizka Wulandari

Rizka Wulandari sudah terjun di dunia media selama tiga tahun terakhir. Sejak lulus kuliah, ia sudah bekerja untuk beberapa publikasi independen di Jakarta dan menulis berbagai artikel dengan tema yang beragam.