Connect with us

Kesehatan

Lakukan langkah pencegahan Alzheimer dari sekarang

Avatar

Published

on

Pixabay
Alzheimer adalah penyakit degeneratif progresif pada otak yang umumnya menyerang orang tua dan berhubungan dengan perkembangan plak beta amiloid di otak.
Penyakit ini ciri-cirinya adalah kebingungan, disorientasi, gagal memori, gangguan bicara dan demensia.
Penyebab secara ilmiah, Alzheimer belum diketahui hingga sekarang dan bukan penyakit menular. Alzheimer adalah sindrom dengan apoptosis sel otak pada saat yang bersamaan, sehingga otak mengalami pengerutan dan pengecilan.
Meski begitu, orang-orang yang mengalami penyakit Alzheimer memiliki latar belakang yang hampir sama dari gaya hidup, riwayat kesehatan, genetik, dan lingkungan.
Alzheimer sering ditemukan pada orang tua yang berusia 65 tahun ke atas. Agar kita terhindar dari Alzheimer, pencegahan tentu perlu dilakukan lebih dini.
Berikut ini adalah langkah pencegahan yang bisa dilakukan.
  1. Menjaga kesehatan jantung
Alzheimer bisa dipicu dengan kardiovaskular. Hasil dari studi otopsi, 80% orang pengidap Alzheimer memiliki penyakit kardiovaskular juga, dikutip dari Alzheimer’s Association.
Meski begitu, penelitian perlu didalami lebih lanjut terkait Alzheimer dan kardiovaskular.
  1. Olahraga rutin
Olahraga dengan rutin bisa menurunkan risiko penyakit Alzheimer karena efeknya bermanfaat untuk sel otak dan meningkatkan aliran oksigen dan darah pada otak.
“Latihan fisik membantu cegah perkembangan Alzheimer atau melambatkan perkembangan gangguan yang dimiliki seseorang,” ucap Gad Marshall, Direktur Medis Uji Klinis Center for Alzheimer, dikutip dari Harvard Health Publishing.
  1. Mempelajari hal-hal baru
Dengan mempelajari hal baru, ini bisa merangsang otak untuk bekerja karena penyakit Alzheimer berhubungan langsung dengan kemampuan otakmu.
  1. Melakukan Diet Mediterania.
Diet jenis ini sangat populer karena diklaim dapat mencegah Alzheimer. Diet ini bisa dilakukan dengan mengonsumsi buah-buahan dan sayuran, minyak zaitun, ikan, susu, telur, kacang polong, dan biji-bijian dengan jumlah yang terbatas.
  1. Bersosialisasi
Menjaga dan menjalin hubungan sosial dapat menurunkan risiko penyakit Alzheimer. Temuan ini terfokus pada studi observasional.
SUMBER: CNN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Update COVID-19 Indonesia: 134 kasus

Avatar

Published

on

tirto
Per Senin (16/3), Achmad Yurianto, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Kemenkes dan jubir penanganan virus corona di Indonesia memberikan pengumuman perihal kasus pasien positif COVID-19 saat ini mencapai 134 kasus.
Ia berkata penambahan ini terjadi karena hasil dari penyelidikan atas orang-orang yang terhubung dengan pasien-pasien positif lainnya dan pernah mengalami kontak langsung.
Pada hari sebelumnya, Minggu (15/3), Indonesia tercatat memiliki 117 kasus virus corona.
Angka tersebut mayoritas penduduk dari Jakarta. Dengan menyebarnya virus corona, pemerintah mengizinkan pada pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan dalam penyelidikan terhadap mereka yang terduga pernah mengalami kontak langsung dengan para pasien COVID-19 dengan tetap merahasiakan identitasnya.
Kemudian, pasien Kasus 1, 2, dan 3 dinyatakan telah sembuh dari COVID-19. Kabar ini diumumkan oleh Terawan Agus Putranto, Menteri Kesehatan. Ketiganya telah usai dirawat di RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso dan dipulangkan.
Dalam pelepasan ketiga pasien tersebut, Terawan mengadakan upacara pelepasan dengan memberikan ‘oleh-oleh’ dari Jokowi berupa ramuan jamu yang disebut bisa menjaga daya tahan tubuh.
Ia pun mengingatkan pada masyarakat agar tidak perlu bertindak panik terhadap wabah tersebut karena masih bisa disembuhkan meskipun perlu waktu untuk prosesnya.
Diketahui, ketiga pasien sangat koorporatif dalam masa pemeriksaan dan perawatan selama di RSPI.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Berita

8 WNI positif virus corona di Singapura

Avatar

Published

on

tirto
KBRI Singapura melaporkan WNI yang tercatat positif virus corona di Singapura menjadi delapan orang, per Minggu (15/3).
Ratna Lestari Harjana, Kepala Fungsi Pensosbud Kedutaan Besar RI Singapura memberikan pernyataan pada siaran pers perihal pengumuman Kemenkes Singapura yang menyebut kasus COVID-19-nya yang ke 212 merupakan WNI Laki-laki usia 64 tahun.
“WNI tersebut dikonfirmasi positif COVID-19 Sabtu pagi dan kini sedang menjalani perawatan di National Center for Infectious Diseases Singapura,” jelasnya.
Sementara, kasus ke-21 Singapura yang merupakan WNI dinyatakan telah sembuh dan telah dipulangkan pada 18 Februari. WNI kasus ke 133 di Singapura adalah wanita berusia 62 tahun, dirawat di National University Hospital. Sementara, WNI kasus ke 147 di Singapura adalah laki-laki berusia 64 tahun yang kini dirawat di NCID, dan kasus ke 152 WNI berjenis kelamin laki-laki dirawat di Singapore General Hospital.
Selain itu, WNI kasus ke 170 di Singapura adalah wanita (56 tahun) yang dirawat di SGH, WNI lelaki (83 tahun) menjadi kasus ke 181 dirawat di Gleneagles Hospital. Terakhir WNI yang menjadi kasus ke 182 adalah wanita (76 tahun) yang juga di rawat di rumah sakit yang sama dengan kasus ke 181.
Dua dari delapan kasus WNI adalah kasus transmisi lokal dan enam kasus imported cases.
“Adapun dari 7 WNI yang saat ini masih dirawat di RS, enam dalam kondisi stabil dan satu dirawat di ICU,” jelasnya.
Kemudian, tidak lupa KBRI memberi imbauan pada WNI yang mengalami gejala COVID-19 agar segera memeriksakan diri sebelum melakukan sebuah perjalanan agar mencegah penularan.
Di lain sisi, kemenkes Singapura masih terus melakukan tes COVID-19 gratis pada seluruh masyarakatnya.
Untuk seluruh WNI yang ada di Singapura diingatkan oleh KBRI tentang status DORSCON Oranye masih tetap berlaku, maka tingkat waspada tinggi masih harus dimiliki, terkhusus jika menghadiri kegiatan yang terdapat banyak orang, seperti contoh tempat umum.
Dengan tetap menjaga kebersihan diri, dan mengikuti aturan dari pemerintah Singapura agar mendukung upaya pencegahan virus corona.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Berita

Kematian pertama akibat COVID-19 di Denmark dan Slovenia

Avatar

Published

on

Pixabay
Melalui salah satu saluran TV Slovenia, melaporkan kasus kematian pertama akibat COVID-19, dikutip dari sumber rahasia.
Per Sabtu (14/3), pemerintah Slovenia mengumumkan ada sebanyak 181 kasus. Korban yang meninggal adalah pria lanjut usia yang memiliki penyakit kronis.
Dengan angka kasus virus corona yang tidak sedikit, Slovenia memberlakukan penutupan sekolah dan pemeriksaan kesehatan disekitar perbatasan Slovenia-Italia. Sementara, untuk transportasi bus dan kereta keberangkatan menuju Italia diberhentikan. Selain itu, perjalanan kargo dibatasi. Kemenlu Slovenia imbau para warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Spanyol dan Italia.
Di negara Denmark, kematian pertama dilaporkan di hari yang sama, Sabtu (14/3). Pasien tersebut meninggal di usia 81 tahun saat berada di rumah sakit di wilayah Kopenhagen.
Sebelumnya, pemerintah Denmark telah mengizinkan universitas dan sekolah untuk menutup sementara. Selain itu, Denmark juga meliburkan para pegawai dilayanan umum dan pekerjaan tertentu.
Tercatat sebanyak 827 kasus positif corona terdapat di Denmark. Untuk waktu selama sebulan, Denmark mengisolasi negaranya untuk mencegah penyebaran virus yang semakin meluas.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Trending