Politik

Kpk Duga Eks Kepala Bea Cukai Yogyakarta Terima Transferan Jasa Ilegal Dari Pengusaha

KPK menduga mantan Kepala Bea dan Cukai Yogyakarta, Eko Darmanto, menerima aliran uang dari para pengusaha sebagai bentuk jasa ilegal yang diberikan olehnya. Ali Fikri, Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan KPK, mengungkapkan bahwa KPK telah mendalami dugaan aliran dana ini dengan memeriksa lima orang saksi terkait kasus ini. Saksi-saksi tersebut antara lain Protokol Lapangan Bea Cukai Bandara Ngurah Rai Bali, Made Wirastama, Komisaris PT Buana Mitra Indonesia, David Ganianto, mantan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Tenaga Kerja dan Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Andry Kusmardhani Suprapta, dan Lesmana Putra, pihak swasta.

Adapun aliran dana yang diduga masuk ke rekening Eko Darmanto sedang dalam penyelidikan oleh KPK. Perkara ini bermula setelah KPK memeriksa Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Eko Darmanto. Dalam klarifikasi yang dilakukan, KPK menemukan indikasi adanya penerimaan uang oleh Eko Darmanto. Temuan ini kemudian diserahkan kepada Kedeputian Penindakan dan Eksekusi KPK, dan setelah itu naik ke tahap penyidikan.

Sebagai tindak lanjut, KPK melakukan beberapa upaya paksa, seperti penggeledahan dan pencegahan Eko Darmanto dan istrinya untuk ke luar negeri. Beberapa waktu lalu, KPK melakukan penggeledahan di sejumlah tempat di Jakarta Utara, Tangerang Selatan, Banten, dan Depok, Jawa Barat. Dalam penggeledahan tersebut, KPK berhasil menyita berbagai jenis kendaraan dan tas mewah merek luar negeri.

Kasus ini masih terus diselidiki oleh KPK untuk mengumpulkan bukti-bukti yang kuat terkait dugaan penerimaan uang ilegal oleh Eko Darmanto. Pihak KPK juga masih akan memeriksa lebih lanjut saksi-saksi terkait kasus ini untuk memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai aliran dana tersebut.

Eko Darmanto sendiri telah membantah bahwa ia memiliki rekening penampung uang ilegal. Namun, KPK tetap melanjutkan penyelidikan terhadap kasus ini dengan mengumpulkan bukti-bukti yang cukup untuk membuktikan dugaan adanya kasus korupsi yang melibatkan mantan Kepala Bea dan Cukai Yogyakarta ini.

KPK sebagai lembaga penegak hukum memiliki tugas dan kewajiban untuk memberantas korupsi di Indonesia. Kasus-kasus seperti ini menjadi bagian dari upaya KPK untuk membersihkan pemerintahan dari praktik-praktik korupsi yang merugikan negara dan masyarakat. Harapannya, dengan adanya tindakan tegas terhadap koruptor, akan ada efek jera bagi siapa pun yang ingin melakukan korupsi di masa yang akan datang.

Arya Pratama

Arya Pratama adalah seorang jurnalis senior yang fokus pada berita politik. Ia telah bekerja untuk beberapa media terkemuka di Indonesia. Selama kariernya, Arya telah meliput berbagai peristiwa penting di dunia politik Indonesia, termasuk pemilihan umum, sidang parlemen, serta peristiwa-peristiwa penting di tingkat nasional dan internasional.