Connect with us

Pendidikan

KPAI tentang bullying siswa SMP di Malang: Sekolah sepertinya tidak ada sistem pengaduan

Avatar

Published

on

Pixabay
Retno Listyarti, Komisioner KPAI bidang pendidikan, berkata bahwa Komisi Perlindungan Anak Indonesia akan melakukan pengawasan dan rakor secara langsung terkait perihal kasus perundungan yang telah terjadi pada satu orang siswa tingkat SMP di kota Malang.
Retno menduga sekolah tersebut tidak mempunyai sistem untuk siswa mengadu, maka kasus-kasus perundungan seperti ini tidak dilaporkan korban.
Pihak sekolah pun tidak melaporkan peristiwa ini ke Dinas Pendidikan kota Malang.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang malah mengetahui hal ini dari sejumlah wartawan yang ia temui saat sedang menjenguk kawannya yang ternyata dirawat di RS yang sama dengan korban.
Pada saat itulah wartawan memberikan informasi tentang kasus perundungan yang telah menimpa seorang siswa SMP di Malang dan kini ia sedang dirawat di RS tersebut.
Pada waktu sebelumnya, video yang menyebar menampilkan satu orang anak laki-laki mengeluh kesakitan dengan latar belakang rumah sakit.
Video tersebut diungga oleh akun Twitter dari @black__valley1, Sabtu (1/2) yang kemudian hinggal Selasa (4/2) video tersebut mendapatkan 37,4 ribu likes dan 26,4 ribu retweet.
Anak laki-laki yang ada di video tersebut merupakan korban dari perundungan di sekolahnya.
Menurut informasi yang tersebar, jari anak tersebut kemungkinan besar bisa diamputasi akibat luka yang dialami.
KONFIRMASI
Konfirmasi dari KPAI Bidang pendidikan, pembenaran terhadap video tersebut disebutkan oleh Retno Listyarti.
Sebab sebelumnya KPAI menerima beberapa pengaduan perihal kasus tersebut.
Menurut keterangan yang dimiliki Kompas.com, Selasa (4/2), anak laki-laki yang menjadi korban itu dijatuhkan, diangkat, diinjak dan diduduki tangannya oleh 7 orang pelaku yang juga anak-anak.
Korban mengaku jarinya terjepit oleh ikat pinggangnya sendiri.
Menurut ketujuh pelaku, tindakan-tindakan yang diperbuatnya adalah hanya candaan dan tidak ada maksud untuk menganiaya.
Meski begitu, bentuk tindakan tersebut membahayakan keselamatan korban.
Akibat dari perbuatan para pelaku, korban harus dirawat dan diagnosa dari satu jarinya kemungkinan harus diamputasi.
Sementara, Polresta Malang telah melakukan investigasi terhadap kasus bullying ini.
Retno memberikan ungkapan tentang pihak Disdik Malang mengaku sudah menjenguk korban dan mendapatkan penjelasan dari pihak korban terkait diagnosa jari yang akan diamputasi. Dokter yang bertugas merawat korban masih melakukan observasi.
“Menurut paman korban, saat ini, dokter tengah melakukan observasi terhadap pertumbuhan jaringan tangan yang mengalami luka dan memang terjadi pertumbuhan aliran darah tidak maksimal,” tulisnya dalam keterangan.
Apabila kondisi tersebut dibiarkan, maka dikhawatirkan jarinya akan mengalami pembusukan. Guna mengantisipasi hal tersebut, satu ruas jari akan diamputasi.
“Akan tetapi, dokter masih memastikan, artinya diagnosa ini belum fix,” tambahnya.
SUMBER: Kompas

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kota Malang

UMM menjadi harapan masyarakat, produksi cairan pembersih tangan

Avatar

Published

on

Website UMM
Menghadapi dan merespons terhadap kelangkaan yang terjadi pada alat-alat individu untuh mencegah COVID-19, seperti masker, sabun cuci tangan, dan cairan pembersih tangan di apotek maupun di toko-toko terdekat, Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang memproduksi cairan pembersih tangan sendiri.
Sebagai langkah preventif, cairan pembersih tangan menjadi hal yang kini masih dicari oleh masyarakat untuk mencegah virus corona. Langkah UMM dengan memproduksi cairan pembersih tangan, atau hand sanitizer adalah bentuk dukungan yang sangat diharapkan oleh masyarakat.
“Keberadaan cairan pembersih tangan ini sudah langka di pasar, bahkan sulit ditemukan di toko atau swalayan manapun. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan formula tepat agar nyaman saat dipakai. Kami memproduksinya dengan massal,” ucap Raditya Weka Nugraheni, penanggung jawab produksi, Malang, Jawa Timur, hari Senin (16/3).
Langkah ini pada awalnya merupakan sebuha usulan dari pimpinan UMM, Rektor Dr Fauzan, terhadap tindakan pencegahan penyebaran virus corona di seluruh area kampus. Kemudian menjadi kegiatan pengabdian dari fakultasnya, Fakultas Ilmu Kesehatan, jelas Raditya.
Pekan ini, Raditya dan timnya memiliki target memasang hand sanitizer di seluruh lorong kampus dan tersebar diberbagai titik.
“Melalui pelibatan mahasiswa, diharapkan mereka agar bisa belajar secara langsung tentang proses pembuatan hand sanitizer,” tutur Raditya. Dalam teknis produksi, UMM akan melibatkan para mahasiswa yang sedang menempuh tugas akhir bersama dengan asisten Lab Teknologi Farmasi.
Pada kesempatan sebelumnya, rektor UMM telah memberikan surat edaran pada seluruh civitas akademika tentang Kewaspadaan dan Pencegahan COVID-19 dan Pengelolaan Perkuliahan. Dalam surat edaran tersebut, Dr Fauzan mengimbau agar seluruh pelaku civitas menjalani hidup yang sehat dan menghindar dari segala penyakit.
Selain itu, kegiatan perkuliahan dilakukan secara daring dengan memberikan materi penugasan melalui tautan yang bisa diakses dengan internet oleh mahasiswa.
Kampus-kampus yang ada di Malang selain UMM juga meniadakan kegiatan perkuliahan dan menggantinya melalui jaringan online.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Pendidikan

UNBK tetap di bulan Maret ditengah waspada COVID-19

Avatar

Published

on

Pixabay
Kemendikbud menetapkan jadwal pelaksanaan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) berjalan di bulan maret.
Terkait dengan risiko virus COVID-19, Kemendikbud yakin bahwa hal tersebut tidak akan mengganggu jadwal UNBK.
“Ujian Nasional tetap dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh BSNP,” jelas Abdul Muti, Ketua BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). “Dalam pelaksanaan, aspek keamanan, kesehatan dan keselamatan mengarah ke protokol corona bidang pendidikan yang sudah diterbitkan pemerintah.”
Yang dimaksud protokol tersebut adalah protokol pada penanganan virus corona di institusi pendidikan yang diterbitkan pekan lalu oleh Kemendikbud.
Abdul kemudian berkata bahwa penyelenggaraan ujian nasional tidak ada perubahan terkait waspada virus corona.
Dikutip dari web resmi Kemendikbud, jadwal UNBK 2020 dimulai pada Maret hingga April. untuk SMK, UNBK diadakan pada 16-19 Maret. SMA/MA pada 30 Maret hingga 2 April. Sementara tingkat SMP/MTs diselenggarakan pada 20-23 April.
“Jadwal sudah ditetapkan oleh BSNP jauh sebelum ada kasus corona. Ujian lebih maju dari tahun lalu karena mempertimbangkan banyak hal,” jelasnya. “Terutama perayaan hari besar agama dan bulan Ramadan. Semua ujian utama untuk pendidikan formal udah selesai sebelum Ramadan.”
SUMBER: CNN

Continue Reading

Pendidikan

Pet Owners, ketahuilah hal ini mengingat wabah virus corona

Avatar

Published

on

Pixabay
Diketahui hewan peliharaan, jenis anjing di Hong Kong terdeteksi positif virus COVID-19, meskipun memiliki tingkat yang rendah. Anjing tersebut menjadi hewan peliharaan pertama yang terdampak virus corona. Diberitakan bahwa pemilik sang anjing adalah pasien yang terinfeksi virus corona.
Anjing tersebut meskipun dinyatakan positif, ia tidak menunjukkan gejala-gejala yang dimiliki ketika seseorang terpapar virus corona.
Segera setelah mengetahui hal tersebut, anjingnya dikarantina untuk diuji agar ia negatif virus. Proses dari karantina memakan waktu selama 14 hari menurut Departemen Pertanian, Perikanan, dan Konservasi.
Hal ini menimbulkan pertanyaan dan kecemasan terhadap hewan peliharaan yang bisa menularkan virus corona ke manusia.
WHO meyakini bahwa hewan peliharaan tidak akan bisa menularkan virus karena tidak ada bukti yang cukup kuat bahwa kucing atau anjing bisa terkena infeksi virus.
Tetapi, virus corona diketahui ditemukan pertama pada hewan. Hewan yang terinfeksi virus terbagi menjadi empat kelompok; alfa, beta, gama, delta. Sejauh ini virus menginfeksi hewan dan manusia masuk ke jenis alfa dan beta.
Meski begitu, virus yang menyebar ke manusia adalah virus corona jenis beta. Sedangkan, virus yang menyerang ke kucing, anjing, dan hewan lan bisa saja terinfeksi oleh virus corona jenis alfa.
“Anjing dan kucing memang terkena virus corona. Tapi, yang menginfeksi anjing dan kucing sama sekali tidak ada kaitannya dengan wabah saat ini,” ucap Jane Gray, ahli bedah hewan, dikutip CNN.
Karantina yang dilakukan pada anjing tersebut merupakan tindak pencegahan wabah virus corona. Dengan begitu, para pemilik hewan atau pet owner tidak perlu khawatir.
Namun, perlu adanya tindakan pencegahan agar aman. Berikut ini adalah pedoman yang dibuat oleh WSAVA:
  1. CDC menyarankan untuk menghindari kontak langsung dengan hewan apabila kamu positif virus corona. Hindari kontak mencium, menjilat, memeluk, mengelus dan berbagi makan. Tentu mintailah pertolongan pada tetangga atau kerabat untuk membantu urus hewan peliharaanmu selagi kamu dalam perawatan.
  2. Karena belum ada bukti hewan peliharaan bisa sebarkan virus corona pada manusia, WHO memberikan saran agar kamu menyuci tangan dengan sabun setelah memiliki kontak dengan hewan untuk melindungimu dari bakteri yang bisa ditularkan dari hewan ke manusia.
  3. Apabila hewan peliharaanmu menunjukkan gejala, kontak segera hotline virus corona di Indonesia 081212123119 atau 021-5210411.

SUMBER: CNN

Continue Reading

Trending