BeritaSepak Bola

Kontras: Putusan Sidang Tragedi Kanjuruhan Jauh dari Harapan Keadilan

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil menilai vonis sidang kasus tragedi Kanjuruhan jauh dari harapan keadilan keluarga korban. Putusan itu juga dinilai tidak bisa mengungkap aktor level tinggi di balik tragedi yang menyebabkan ratusan korban jiwa.

Direktur Hukum Kontras Andi Rezaldy menyatakan bahwa vonis tersebut jauh dari harapan keluarga korban yang menginginkan para terdakwa dapat diputus pidana seberat-beratnya juga seadil-adilnya serta dapat mengungkap aktor high level dibalik tragedi ini. Andi juga mencurigai proses hukum yang tampaknya tidak secara sungguh-sungguh mengungkap kasus ini.

Menurutnya, proses hukum tersebut dirancang untuk menggagalkan pengungkapan kebenaran dan melindungi pelaku kejahatan dalam tragedi Kanjuruhan. Andi menyatakan bahwa proses persidangan tragedi Kanjuruhan merupakan bagian dari proses peradilan yang sesat (malicious trial process).

Vonis yang jauh dari rasa keadilan bagi korban dan keluarga korban, kata Andi, juga menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum dan hak asasi manusia di Indonesia. Ia mengatakan bahwa potret penegakan hukum di Indonesia tidak berpihak kepada korban dan keluarga korban kejahatan.

Tiga terdakwa polisi dalam tragedi Kanjuruhan telah menjalani vonis, dua di antaranya divonis bebas. Mereka yang divonis bebas adalah mantan Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi dan Mantan Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto. Sementara terdakwa polisi yang divonis satu tahun enam bulan penjara adalah Mantan Komandan Kompi 1 Brimob Polda Jatim AKP Hasdarmawan.

Keluarga korban tragedi Kanjuruhan mengharapkan para terdakwa dapat diputus pidana seberat-beratnya juga seadil-adilnya serta dapat mengungkap aktor level tinggi yang berada di balik tragedi tersebut. Namun, vonis yang diberikan jauh dari harapan keluarga korban. Hal ini menunjukkan potret penegakan hukum di Indonesia yang tidak berpihak kepada korban dan keluarga korban kejahatan.

Vonis tersebut juga memalukan Indonesia di mata dunia Internasional. Proses peradilan ini menunjukkan potret buruk dan hancurnya negara hukum Indonesia karena hukum dipermainkan sedemikian rupa. Oleh karena itu, Kejaksaan harus melakukan evaluasi terhadap proses hukum yang telah berlangsung.

Simak berita terbaru lainnya di sini.

Rizka Wulandari

Rizka Wulandari sudah terjun di dunia media selama tiga tahun terakhir. Sejak lulus kuliah, ia sudah bekerja untuk beberapa publikasi independen di Jakarta dan menulis berbagai artikel dengan tema yang beragam.