Connect with us

Berita

Kerangka manusia terungkap-Ipah ditemani ‘Gadis baju merah’

Avatar

Published

on

Pixabay

Berbagai macam berita yang menarik datang dari Jawa Barat sejak tadi pagi hingga Senin, tanggal 20 Januari siang. Dimulai dari terungkapnya atas jenis kelamin dari penemuan kerangka manusia yang ada di Kab. Bandung, sampai berita ketemunya Nene Ipah yang telah hilang di wilayah hutan di Kab. Cianjur.

Berikut adalah rangkumannya:

Polisi ungkap jenis kelamin kerangka manusia

Polresta Bandung telah berhasil identifikasi jenis kelamin dari temuan kerangka manusia di rumah kosong, Kec. Margahayu, Kab. Bandung, Jabar. Penemuan ini ditemukan pada kondisi terduduk di kursi sofa yang mengejutkan publik.

“Terkait dengan adanya temuan kerangka mayat di wilayah hukum Polresta Bandung, khususnya Margahayu, ada perkembangan yang akan kami sampaikan,” ujar Hendra Kurniawan, selaku Kapolresta Bandung saat ditemui di Mapolresta Kota Bandung, hari Senin 20 Januari.

Pada ungkapan perihal kasus tersebut, Hendra yang didampingi oleh Dokter Forensik, dr. Nurul Aida Fatia. Menurutnya, pihak kepolisian telah menyelidiki dengan maksimal atas kasus tersebut. Proses dari autopsi tulang kerangka itu dilakukan oleh dokter ahli forensik.

“Kita mengungkap siapa sebenarnya kerangka ini,” ucap Hendra.

Jenis kelain dari kerangka manusia tersebut berhasil ditemukan seusai proses autopsi yang dilakukan di Rumah Sakit Sartika Asih Bandung. “Memang di tempat kejadian kita tidak menemukan identitas, yang bisa menunjukkan siapa orang ini, yang ingin kami sampaikan bahwa korban ini berjenis kelamin laki-laki,” tuturnya.

Nenek Ipah dan ‘Gadis Baju Merah’

Nenek Ipah diketahui sudah selamat. Ia menghilang selama lima hari di hutan yang ada di Kabupaten Cianjur, Jabar. Nenek yang sudah renta, diketahui berusia 66 tahun dari KTPnya, mengakui bertahan hidup dengan cara memakan daun-daunan. Selama berada di area hutan, yang diduga telah tersesat, ia mengaku juga telah ditemani dengan ‘gadis berbaju merah’.

Ia ditemukan pemburu burung yang secara kebetulan sedang menjelajah area hutan Cijampang, Kec. Pagelaran, Cinajur. Jarak dari titik menghilang hingga ke titik penemuan Ipah sejauh 17KM. Beberapa pihak menggelengkan kepala tidak hanya perihal mistis tetapi kondisi hutan yang terjal dan tebing tinggi yang Ipah lewati.

Tim pencarian sempat memiliki situasi yang sulit saat mencari Ipah karena kondisi hutan memiliki medan yang ekstrem. Proses dari pencarian dilakukan segera setelah laporan hilang, pada hari Selasa 14 Januari, siang hari.

Warga dan keluarga ikut melakukan pencarian tersebut. Beberapa ormas, petugas pemerintah dan polisi turut membantu pencarian Nenek Ipah.

“Pencarian dilakukan mulai dari radius 1.000 meter, dan dierluas lagi hingga beberapa kilometer dari lokasi di mana Nenek Ipah diduga hilang,” tutur Asep Suherman, PJS Kepala Desa Campakamulya, lewat sambungan telepon, hari Senin 20 Januari.

https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-4866782/jabar-hari-ini-kerangka-manusia-terungkap-ipah-ditemani-gadis-baju-merah/2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Larangan kunjungan delapan negara ke Indonesia

Avatar

Published

on

Pixabay
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengumumkan kebijakan tambahan pemerintah RI tentang pencegahan virus corona di Jakarta, Selasa (17/3).
Untuk bantuan medis, lihat dokku.id
Pemerintah melarang pendatang masuk maupun transit dari delapan negara. Larangan ini diberlakukan untuk mereka yang datang dari Inggris, Swiss, Italia, Spanyol, Jerman, Vatikan, Perancis, dan Italia dalam dua pekan terakhir.
Selain itu, kebijakan khusus masih berlaku terhadap negara Korea Selatan (khususnya Provinsi Gyeongsangbuk-do dan Kota Daegu) dan China.
Sementara, untuk pendatang yang datang selain dari delapan negara tersebut, diharuskan untuk mengisi dan memberikan Kartu Kewaspadaan Kesehatan ke Kantor Kesehatan Pelabuhan sebelum tiba di pintu masuk bandara Indonesia.
Namun, apabila dalam riwayat perjalanan selama dua pekan terakhir bersangkutan dengan negara-negara tersebut, maka pendatang dilarang untuk masuk Indonesia.
Untuk WNI yang akan berkunjung ke salah satu dari delapan negara tersebut, akan dilakukan pemeriksaan tambahan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan setibanya di Indonesia.
Bagi WNA yang ada di Indonesia, perpanjangan izin tinggalnya sudah habis masa berlaku, diberlakukan aturan Permenkumham No. 7 (2020), begitupun dengan kebijakan untuk pemegang KITAP/KITAS dan izin tinggal dinas yang sekarang sedang ada di luar negeri dan izinnya akan berakhir, diberlakukan peraturan yang sama.
Seluruh kebijakan tambahan yang baru ini berlaku mulai Jumat, 20 Maret tahun ini tepat pukul 00.00 WIB. Perlu diketahui bahwa kebijakan ini sementara dan memiiki kemungkinan evaluasi kebijakan yang akan disesuaikan dengan perkembangan yang ada.

Continue Reading

Berita

Update COVID-19 Indonesia: 134 kasus

Avatar

Published

on

tirto
Per Senin (16/3), Achmad Yurianto, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Kemenkes dan jubir penanganan virus corona di Indonesia memberikan pengumuman perihal kasus pasien positif COVID-19 saat ini mencapai 134 kasus.
Ia berkata penambahan ini terjadi karena hasil dari penyelidikan atas orang-orang yang terhubung dengan pasien-pasien positif lainnya dan pernah mengalami kontak langsung.
Pada hari sebelumnya, Minggu (15/3), Indonesia tercatat memiliki 117 kasus virus corona.
Angka tersebut mayoritas penduduk dari Jakarta. Dengan menyebarnya virus corona, pemerintah mengizinkan pada pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan dalam penyelidikan terhadap mereka yang terduga pernah mengalami kontak langsung dengan para pasien COVID-19 dengan tetap merahasiakan identitasnya.
Kemudian, pasien Kasus 1, 2, dan 3 dinyatakan telah sembuh dari COVID-19. Kabar ini diumumkan oleh Terawan Agus Putranto, Menteri Kesehatan. Ketiganya telah usai dirawat di RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso dan dipulangkan.
Dalam pelepasan ketiga pasien tersebut, Terawan mengadakan upacara pelepasan dengan memberikan ‘oleh-oleh’ dari Jokowi berupa ramuan jamu yang disebut bisa menjaga daya tahan tubuh.
Ia pun mengingatkan pada masyarakat agar tidak perlu bertindak panik terhadap wabah tersebut karena masih bisa disembuhkan meskipun perlu waktu untuk prosesnya.
Diketahui, ketiga pasien sangat koorporatif dalam masa pemeriksaan dan perawatan selama di RSPI.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Kota Malang

UMM menjadi harapan masyarakat, produksi cairan pembersih tangan

Avatar

Published

on

Website UMM
Menghadapi dan merespons terhadap kelangkaan yang terjadi pada alat-alat individu untuh mencegah COVID-19, seperti masker, sabun cuci tangan, dan cairan pembersih tangan di apotek maupun di toko-toko terdekat, Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang memproduksi cairan pembersih tangan sendiri.
Sebagai langkah preventif, cairan pembersih tangan menjadi hal yang kini masih dicari oleh masyarakat untuk mencegah virus corona. Langkah UMM dengan memproduksi cairan pembersih tangan, atau hand sanitizer adalah bentuk dukungan yang sangat diharapkan oleh masyarakat.
“Keberadaan cairan pembersih tangan ini sudah langka di pasar, bahkan sulit ditemukan di toko atau swalayan manapun. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan formula tepat agar nyaman saat dipakai. Kami memproduksinya dengan massal,” ucap Raditya Weka Nugraheni, penanggung jawab produksi, Malang, Jawa Timur, hari Senin (16/3).
Langkah ini pada awalnya merupakan sebuha usulan dari pimpinan UMM, Rektor Dr Fauzan, terhadap tindakan pencegahan penyebaran virus corona di seluruh area kampus. Kemudian menjadi kegiatan pengabdian dari fakultasnya, Fakultas Ilmu Kesehatan, jelas Raditya.
Pekan ini, Raditya dan timnya memiliki target memasang hand sanitizer di seluruh lorong kampus dan tersebar diberbagai titik.
“Melalui pelibatan mahasiswa, diharapkan mereka agar bisa belajar secara langsung tentang proses pembuatan hand sanitizer,” tutur Raditya. Dalam teknis produksi, UMM akan melibatkan para mahasiswa yang sedang menempuh tugas akhir bersama dengan asisten Lab Teknologi Farmasi.
Pada kesempatan sebelumnya, rektor UMM telah memberikan surat edaran pada seluruh civitas akademika tentang Kewaspadaan dan Pencegahan COVID-19 dan Pengelolaan Perkuliahan. Dalam surat edaran tersebut, Dr Fauzan mengimbau agar seluruh pelaku civitas menjalani hidup yang sehat dan menghindar dari segala penyakit.
Selain itu, kegiatan perkuliahan dilakukan secara daring dengan memberikan materi penugasan melalui tautan yang bisa diakses dengan internet oleh mahasiswa.
Kampus-kampus yang ada di Malang selain UMM juga meniadakan kegiatan perkuliahan dan menggantinya melalui jaringan online.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Trending