Berita

Kemenag Bantah Klaim Telantar Jemaah Kloter 14 Makassar, Pastikan Pindah Hotel

Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa jemaah haji kelompok terbang (kloter) 14 embarkasi Makassar (UPG 14) tidak lahir dan ada di Tanah Suci. Hal ini sebagai tanggapan terhadap viralnya video yang menyampaikan bahwa penelantaran jemaah haji terjadi pada UPG 14.

Koordinator MCH Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat, Dodo Murtado, menjelaskan bahwa jemaah haji ini sebenarnya hanya berpindah penginapan. Jemaah haji akan pindah dari hotel asal mereka ke hotel yang lebih dekat dengan Masjid Nabawi. Menurut Dodo, hotel baru ini lebih dekat dengan Masjid Nabawi, sehingga lebih memudahkan jemaah untuk menjalankan ibadah di sana.

Dodo menjelaskan bahwa proses pemindahan ini telah selesai dengan baik dan jemaah juga telah sampai di hotelnya yang baru, sehingga mereka bisa melanjutkan aktivitas beribadah mereka. Di kota Madinah, jemaah haji melakukan ibadah arbain, yaitu shalat 40 waktu berturut-turut. Setelah selesai ibadah arbain, jemaah akan diberangkatkan ke Mekkah untuk melaksanakan umrah haji atau umrah wajib.

Dodo mengimbau agar jemaah haji, khususnya lansia, menjaga kesehatan mereka dan meminimalisir aktivitas yang menguras tenaga, seperti umrah sunnah berkali-kali. Hal ini menjadi penting mengingat suhu di Madinah yang berkisar antara 30-42 derajat, dan di Mekkah yang mencapai 32-46 derajat celcius. Dodo juga menganjurkan untuk selalu memakai alas kaki saat berada di luar hotel dan masjid dan menggunakan alat pelindung diri seperti payung dan topi lebar agar terhindar dari terpapar sinar matahari secara langsung, khususnya saat berada di terminal bus shalawat.

Sebelumnya, beredar video jemaah haji kloter 14 asal Luwu Utara dan Luwu Timur, Embarkasi Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang mengaku diusir dari hotel tempat menginap mereka di Arab Saudi. Video berdurasi 54 detik itu menunjukkan seorang jemaah haji laki-laki yang direkam oleh seorang jemaah haji perempuan. Pria paruh baya tersebut mengaku merasa terlantar di Arab Saudi dan meminta perhatian dari pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Jemaah perempuan yang merekam aksi tersebut memperlihatkan ratusan koper jemaah yang berjejer di depan sebuah gedung hotel. Ia mengungkapkan kebingungan jemaah, terutama lansia, dan meminta agar pemerintah lebih memperhatikan kondisi mereka.

Namun, rupanya situasi tersebut bukan akibat adanya penelantaran atau usiran, melainkan proses pemindahan jemaah dari Al Harithia Hotel ke Hotel Front Taiba yang memang lebih dekat dengan Masjid Nabawi. Dodo menegaskan bahwa permasalahan ini sudah diselesaikan dan semua jemaah sudah berada di hotel baru untuk melaksanakan ibadah arbain.

Kemenag berupaya memberikan penjelasan dan klarifikasi mengenai proses pemindahan hotel ini agar tidak terjadi kesalahpahaman dan kegaduhan di kalangan para jemaah dan keluarga mereka. Kemenag juga meminta agar jemaah haji tidak membuat video yang menggambarkan kondisi mereka secara sensasional sehingga berpotensi menyebabkan kekhawatiran yang berlebihan.

Dengan demikian, Kemenag memastikan bahwa jemaah haji kloter 14 embarkasi Makassar tidak telantar di Tanah Suci. Para jemaah dapat melanjutkan ibadah haji mereka dengan tenang dan khidmat di hotel yang lebih dekat dengan tempat-tempat ibadah utama, seperti Masjid Nabawi.

Rizka Wulandari

Rizka Wulandari sudah terjun di dunia media selama tiga tahun terakhir. Sejak lulus kuliah, ia sudah bekerja untuk beberapa publikasi independen di Jakarta dan menulis berbagai artikel dengan tema yang beragam.