Kriminal

Kasus Korupsi di Pemerintah Kota Bandung, Sebelum Yana Mulyana, Terdapat Dada Rosada

Kasus korupsi di Pemerintahan Kota (Pemkot) Bandung kembali mencuat seiring dengan penetapan Wali Kota nonaktif Bandung, Yana Mulyana, sebagai tersangka suap dalam proyek pengadaan closed circuit television (CCTV) dan internet service provider (ISP) untuk layanan digital Bandung Smart City. Kejadian ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Bandung. Sebelumnya, mantan Wali Kota Bandung, Dada Rosada, juga sempat berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2013.

Pada kasus terbaru, Yana Mulyana ditangkap saat operasi tangkap tangan (OTT) oleh tim penindakan KPK bersama pejabat Dinas Perhubungan Pemkot Bandung dan perusahaan penyedia layanan CCTV dan ISP. Selain Yana, KPK menetapkan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bandung, Dadang Darmawan, Sekretaris Dinas Perhubungan Pemkot Bandung, Khairul Rijal, Direktur PT Sarana Mitra Adiguna (SMA), Benny, Manager PT SMA, Andreas Guntoro, dan CEO PT Citra Jelajah Informatika (CIFO) Sony Setiadi sebagai tersangka.

Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan uang senilai Rp 924 juta (dalam berbagai mata uang), serta sepasang sepatu merek Louis Vuitton tipe Cruise Charlie Sneaker 1A9JN8 berwarna putih, hitam, dan cokelat, dengan keseluruhan nilai barang bukti mencapai Rp 924,6 juta. Diduga suap tersebut diberikan oleh Benny, Andreas, dan Sony sebagai pelaksana proyek pengadaan CCTV dan jaringan internet di Kota Bandung dalam program Bandung Smart City.

Atas perkara ini, Yana, Dadan, dan Khairul disangka melanggar berbagai pasal dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sementara Sony, Andreas, dan Benny yang disangka melanggar pasal yang sama. Kasus serupa pernah terjadi di Bandung beberapa tahun sebelumnya.

Sebelum Yana Mulyana, mantan Wali Kota Bandung, Dada Rosada, juga terjerat kasus korupsi. Dada ditahan di Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur, pada 19 Agustus 2013 karena terlibat dalam dugaan penyuapan hakim Setyabudi Tedjocahyono terkait penanganan perkara korupsi bantuan sosial (Bansos) di Pemkot Bandung. Setelah menjalani masa hukuman lebih dari 9 tahun di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin, Kota Bandung, Dada dinyatakan bebas pada 26 Agustus 2022.

Dada Rosada divonis 10 tahun penjara dan didenda Rp 600 juta subsider tiga bulan penjara dalam persidangan yang digelar pada tahun 2014. Vonis itu lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan jaksa penuntut umum selama 15 tahun. DieraP membuat suap kepada Hakim Setyabudi Tedjocahyono selaku penyelenggara negara. Uang sogokan itu diberikan untuk memengaruhi putusan sidang para terdakwa bansos agar mendapatkan vonis ringan dan tidak melibatkan Edi Siswadi yang waktu itu menjabat sebagai Sekda Kota Bandung serta Dada sendiri.

Kemunculan kasus-kasus korupsi di Pemkot Bandung ini menjadi peringatan keras bagi pemerintahan daerah agar lebih transparan dan akuntabel dalam menjalankan roda pemerintahan. Pemberantasan korupsi harus dilakukan secara menyeluruh dan konsisten agar masyarakat dapat merasakan manfaat dari kebijakan pemerintah yang baik dan adil.

Baca berita terbaru lainnya di sini.

Arya Pratama

Arya Pratama adalah seorang jurnalis senior yang fokus pada berita politik. Ia telah bekerja untuk beberapa media terkemuka di Indonesia. Selama kariernya, Arya telah meliput berbagai peristiwa penting di dunia politik Indonesia, termasuk pemilihan umum, sidang parlemen, serta peristiwa-peristiwa penting di tingkat nasional dan internasional.