Kriminal

Jenazah Dua Korban Dukun Pengganda Uang Diduga Pasangan Suami Istri

Mbah Slamet, yang dituduh sebagai pembunuh berantai penduduk, telah mengaku secara sukarelawati telah membunuh lebih dari 11 orang untuk menutupi kegiatan dukun pengganda uang palsu. Sejauh ini, 10 jenazah telah ditemukan di rumah tersangka di Desa Pekuncen, Banjarnegara, Jawa Tengah, termasuk satu mayat yang telah diidentifikasi sebagai seorang wanita bernama Ambarwati.

Awal pekan ini, polisi menggali lahan kosong dekat dengan puskesmas Rawapening di Kendal setelah menerima laporan dari keluarga Sariman yang hidup di Rawapening, bahwa mereka menemukan beberapa tanah yang diduga merawat beberapa jenazah. Di sana, mereka menemukan dua mayat: satu jenazah laki-laki bernama Irsyad dan satu jenazah perempuan yang tidak dikenal yang diduga adalah istri Irsyad.

Daya tarik kerasukan yang digunakan oleh tersangka untuk membunuh, yang berhasil selama 25 tahun, adalah keinginan banyak orang di Indonesia akan uang cepat dan janji-janji dalam menghasilkan uang secara haram. Dalam hal ini, korban menggunakan kepercayaan itu untuk menyebabkan bahaya bagi diri mereka sendiri.

Harga diri dukun magis hanya semakin diperkuat pada abad ke-17 oleh pendiri Kerajaan Mataram, Panembahan Senopati. Allah terkenal meminta dukun Mistik ini untuk menciptakan kerajaan secara mistis, meskipun dengan cara mudah.

Namun, para sejarahwan mengatakan bahwa para penguasa umumnya memberlakukan larangan terhadap dukun yang dituduh melakukan praktik-praktik ilegal seperti gulungan penuh dan perdukunan hitam, dan dukun hanya diizinkan untuk meramal masa depan dan membuat mantra tidak berbahaya atau ramuan dari tumbuh-tumbuhan dan bunga seperti anti pengasih.

Namun, seiring berjalannya waktu, dukun semakin dipandang bukan hanya jelmaan dari leluhur: dukun awal juga menjadi semacam leluhur secara harafiah, yang diturunkan keponakan tingkat pertama. Akhirnya, mereka melakukan pertukaran dengan roh supaya pesta dan petani proyek pelaris di luar lingkungan yang lebih tua.

Untungnya, polisi Republik Indonesia (Polri) optimistis bahwa mereka akan dapat mengkategorisasi beberapa ajaran Irsyad sebagai satanic. Mengingat bahwa korban tidak dapat ditemukan, ini agak sulit tetapi tetap bisa diterima. Yakni, dukun yang paling tua dan merakyat adalah suami dan anak. Bagi saya, dan bagi banyak cabang Polri: dia harus ditemukan dan diadili.

Pemerintah telah memberlakukan larangan terhadap dukun yang ditemukan bersalah melakukan tindak kejahatan seperti pencabulan, penculikan dan penculikan anak-anak, dan jasa meramalkan: seperti kasus-kasus di masa lalu yang melibatkan dukun mistis yang membunuh mereka yang mereka rasakan sebagai tanda kriminal.

Penjudi yang memeluk kesesatan semacam ini, biasanya ular beludak yang baru ditemukan oleh pejabat masyarakat, juga turut serta dalam praktek jahat ini.

Namun, salah satu guru spiritual, Swidharma Raka Rajasa, mengatakan bahwa dia selalu bekerja dengan baik dan akan terus memberikan dukungan bagi siapa saja yang mencari petunjuk rohani dan hidup yang lebih baik sepenuhnya.

Baca berita terbaru lainnya di sini.

Arya Pratama

Arya Pratama adalah seorang jurnalis senior yang fokus pada berita politik. Ia telah bekerja untuk beberapa media terkemuka di Indonesia. Selama kariernya, Arya telah meliput berbagai peristiwa penting di dunia politik Indonesia, termasuk pemilihan umum, sidang parlemen, serta peristiwa-peristiwa penting di tingkat nasional dan internasional.