Ekonomi

Harga Cabai Rawit di Jakarta Masih Tinggi

Harga komoditas hortikultura, seperti cabai rawit, masih tinggi di tingkat pedagang pengecer di beberapa pasar tradisional. Di Pasar Senen Blok III Jakarta Pusat, misalnya, harga cabai rawit telah naik menjadi Rp90 ribu per kilogram. Pedagang cabai rawit hijau juga mencatat kenaikan harga cabai merah keriting, dari Rp45 ribu per kg menjadi Rp50 ribu per kg.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Provinsi DKI Jakarta Lia Imbasari mengatakan bahwa kenaikan harga cabai rawit merah dipengaruhi oleh faktor curah hujan di beberapa wilayah sentra yang menyebabkan penurunan produksi dan kualitas panen. Selain cabai, harga beras IR I (premium) dan beras IR III (medium) juga mengalami kenaikan.

Sebelumnya, harga cabai rawit merah di tingkat agen yang berada di Pasar Induk Senen terpantau turun dari Rp80 ribu menjadi Rp70 ribu. Lia Imbasari menyebutkan bahwa kenaikan harga yang terjadi mungkin disebabkan oleh panen di wilayah sentra yang belum merata. Meskipun demikian, Lia menegaskan bahwa pangan di DKI Jakarta tersedia dengan aman dan cukup.

Kondisi harga komoditas hortikultura dan beras di DKI Jakarta ini menimbulkan dampak pada masyarakat, terutama keluarga dengan pendapatan rendah. Mereka yang tinggal di perkotaan dan berpendapatan rendah harus berupaya menyesuaikan pola belanja mereka dengan harga yang lebih tinggi. Di sisi lain, pemerintah perlu lebih meningkatkan pengelolaan stok dan pasokan pangan agar masyarakat tidak terlalu terpukul oleh kenaikan harga pangan.

Upaya pemerintah dalam meningkatkan pengelolaan stok dan pasokan pangan yang baik akan membantu mencegah adanya kenaikan harga yang tidak diinginkan. Namun, kesederhanaan konsumsi juga penting untuk dilakukan. Masyarakat perlu menyesuaikan pola konsumsi mereka dengan harga yang ada, mengurangi pemborosan makanan, dan memilih bahan pangan yang bergizi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mereka.

Baca juga: Harga Cabai di Padang Panjang Menurun Menjelang Ramadhan.

Rizka Wulandari

Rizka Wulandari sudah terjun di dunia media selama tiga tahun terakhir. Sejak lulus kuliah, ia sudah bekerja untuk beberapa publikasi independen di Jakarta dan menulis berbagai artikel dengan tema yang beragam.