Connect with us

Berita

Gubernur Bali menerbitkan tata kelola arak Bali

Avatar

Published

on

Pixabay
Wayan Koster selaku Gubernur Bali merilis regulasi yang akan mengatur tata kelola minuman tradisional khas Bali, arak dan lainnya dalam Peraturan Gubernur no. 1/2020.
Pergub tersebut berisikan tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali.
“Pergub ini sudah disetujui oleh Kementerian Dalam negeri dan sudah diundangkan di 29 Januari 2020. Saya harap, dengan diaturnya dalam Pergub, maka minuman tradisional khas Bali akan menjadi kekuatan ekonomi kami dengan basis kearifan dan kerakyatan lokal,” ujar Koster saat sedang melakukan sosialisasi tentang Pergub tersebut, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar.
Menurutnya, dengan terbitnya Pergub Bali yang berisi IX Bab dan ada 19 pasal tersebut memiliki latar belakang arak, brem, dan tuak Bali adalah salah satu keragaman budaya di Bali.
“Ini perlu dilindungi, dikembangkan, dimanfaatkan dan dipelihara untuk mendukung pemberdayaan ekonomi berkelanjutan berbasis budaya sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” jelasnya.
Koster kemudian merinci luas dari Pergub tersebut yang meliputi perlindungan, pemanfaatan dan pemeliharaan, mitra usaha, branding dan promosi, pengawasan dan pembinaan, peran masyarakat, sanksi admin, dan dana.
Terkait arak, tuak, dan brem bali dilindungi, dipelihara, dan dimanfaatkan untuk upacara agama. Pemeliharaan, pemanfaatan dan perlindungan dilakukan oleh organisasi daerah sesuai wewenangnya.
Ia juga menegaskan bahwa dengan keluarnya pergub ini, untuk produsen, distributor juga sub distributor minuman tradisional ini diharuskan untuk memiliki izin.
“Semuanya harus legal, biar semuanya nyaman. Saya mohon sekali, Pergub ini dijalankan dengan niat yang baik untuk waktu yang panjang di masa mendatang. Jangan sampai disalahgunakan,” jelas Koster.
Koster juga mengungkapkan keinginannya agar tata kelola hulu ke hilir bisa benar dan sehat.
“Hal ini sebagai upaya kita bersama membangun perekonomian yang sehat. Supaya jangan nanti malah menjadi objek yang dikejar oleh aparat hukum,” lanjutnya.
Sebenarnya arak dan tuak Bali sudah terkenal, tetapi perkembangannya terhambat oleh Peraturan Presiden tentang aturan produksi minuman beralkohol tradisional yang masuk dalam daftar negatif.
“Untunglah ada jalan keluar, dengan mengaturnya dalam regulasi berupa Pergub,” tuturnya.
Pergub tersebut mengatur minuman fermentasi khas Bali hanya bisa dijual di tempat tertentu di Bali, maupun diluar Bali atau ekspor dengan ketentuan UU.
“Minuman ini juga dilarang dijual ke anak di bawah umur dan atau anak sekolah,” ia juga berpesan pada Badan Riset dan Inovasi Daerah agar segera mengurus HKI (Hak Kekayaan Intelektual) dari petani.
Juga mengharapkan peran BPOM untuk memberikan pembinaan pada petani minuman tradisional dari rasa dan kualitasnya. “Dengan demikian minuman tradisional kita bisa disuguhkan ke hotel-hotel, bandara, ataupun acara makan malam di gubernuran,”
Ia juga memiliki rencana untuk mengadakan Festival Minum Arak Bali yang di mana nantinya akan ada perlombaan minum arak yang paling banyak dan tidak mabuk yang akan menjadi juara.
SUMBER: Antara

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Update COVID-19 Indonesia: 134 kasus

Avatar

Published

on

tirto
Per Senin (16/3), Achmad Yurianto, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Kemenkes dan jubir penanganan virus corona di Indonesia memberikan pengumuman perihal kasus pasien positif COVID-19 saat ini mencapai 134 kasus.
Ia berkata penambahan ini terjadi karena hasil dari penyelidikan atas orang-orang yang terhubung dengan pasien-pasien positif lainnya dan pernah mengalami kontak langsung.
Pada hari sebelumnya, Minggu (15/3), Indonesia tercatat memiliki 117 kasus virus corona.
Angka tersebut mayoritas penduduk dari Jakarta. Dengan menyebarnya virus corona, pemerintah mengizinkan pada pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan dalam penyelidikan terhadap mereka yang terduga pernah mengalami kontak langsung dengan para pasien COVID-19 dengan tetap merahasiakan identitasnya.
Kemudian, pasien Kasus 1, 2, dan 3 dinyatakan telah sembuh dari COVID-19. Kabar ini diumumkan oleh Terawan Agus Putranto, Menteri Kesehatan. Ketiganya telah usai dirawat di RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso dan dipulangkan.
Dalam pelepasan ketiga pasien tersebut, Terawan mengadakan upacara pelepasan dengan memberikan ‘oleh-oleh’ dari Jokowi berupa ramuan jamu yang disebut bisa menjaga daya tahan tubuh.
Ia pun mengingatkan pada masyarakat agar tidak perlu bertindak panik terhadap wabah tersebut karena masih bisa disembuhkan meskipun perlu waktu untuk prosesnya.
Diketahui, ketiga pasien sangat koorporatif dalam masa pemeriksaan dan perawatan selama di RSPI.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Kota Malang

UMM menjadi harapan masyarakat, produksi cairan pembersih tangan

Avatar

Published

on

Website UMM
Menghadapi dan merespons terhadap kelangkaan yang terjadi pada alat-alat individu untuh mencegah COVID-19, seperti masker, sabun cuci tangan, dan cairan pembersih tangan di apotek maupun di toko-toko terdekat, Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang memproduksi cairan pembersih tangan sendiri.
Sebagai langkah preventif, cairan pembersih tangan menjadi hal yang kini masih dicari oleh masyarakat untuk mencegah virus corona. Langkah UMM dengan memproduksi cairan pembersih tangan, atau hand sanitizer adalah bentuk dukungan yang sangat diharapkan oleh masyarakat.
“Keberadaan cairan pembersih tangan ini sudah langka di pasar, bahkan sulit ditemukan di toko atau swalayan manapun. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan formula tepat agar nyaman saat dipakai. Kami memproduksinya dengan massal,” ucap Raditya Weka Nugraheni, penanggung jawab produksi, Malang, Jawa Timur, hari Senin (16/3).
Langkah ini pada awalnya merupakan sebuha usulan dari pimpinan UMM, Rektor Dr Fauzan, terhadap tindakan pencegahan penyebaran virus corona di seluruh area kampus. Kemudian menjadi kegiatan pengabdian dari fakultasnya, Fakultas Ilmu Kesehatan, jelas Raditya.
Pekan ini, Raditya dan timnya memiliki target memasang hand sanitizer di seluruh lorong kampus dan tersebar diberbagai titik.
“Melalui pelibatan mahasiswa, diharapkan mereka agar bisa belajar secara langsung tentang proses pembuatan hand sanitizer,” tutur Raditya. Dalam teknis produksi, UMM akan melibatkan para mahasiswa yang sedang menempuh tugas akhir bersama dengan asisten Lab Teknologi Farmasi.
Pada kesempatan sebelumnya, rektor UMM telah memberikan surat edaran pada seluruh civitas akademika tentang Kewaspadaan dan Pencegahan COVID-19 dan Pengelolaan Perkuliahan. Dalam surat edaran tersebut, Dr Fauzan mengimbau agar seluruh pelaku civitas menjalani hidup yang sehat dan menghindar dari segala penyakit.
Selain itu, kegiatan perkuliahan dilakukan secara daring dengan memberikan materi penugasan melalui tautan yang bisa diakses dengan internet oleh mahasiswa.
Kampus-kampus yang ada di Malang selain UMM juga meniadakan kegiatan perkuliahan dan menggantinya melalui jaringan online.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Berita

8 WNI positif virus corona di Singapura

Avatar

Published

on

tirto
KBRI Singapura melaporkan WNI yang tercatat positif virus corona di Singapura menjadi delapan orang, per Minggu (15/3).
Ratna Lestari Harjana, Kepala Fungsi Pensosbud Kedutaan Besar RI Singapura memberikan pernyataan pada siaran pers perihal pengumuman Kemenkes Singapura yang menyebut kasus COVID-19-nya yang ke 212 merupakan WNI Laki-laki usia 64 tahun.
“WNI tersebut dikonfirmasi positif COVID-19 Sabtu pagi dan kini sedang menjalani perawatan di National Center for Infectious Diseases Singapura,” jelasnya.
Sementara, kasus ke-21 Singapura yang merupakan WNI dinyatakan telah sembuh dan telah dipulangkan pada 18 Februari. WNI kasus ke 133 di Singapura adalah wanita berusia 62 tahun, dirawat di National University Hospital. Sementara, WNI kasus ke 147 di Singapura adalah laki-laki berusia 64 tahun yang kini dirawat di NCID, dan kasus ke 152 WNI berjenis kelamin laki-laki dirawat di Singapore General Hospital.
Selain itu, WNI kasus ke 170 di Singapura adalah wanita (56 tahun) yang dirawat di SGH, WNI lelaki (83 tahun) menjadi kasus ke 181 dirawat di Gleneagles Hospital. Terakhir WNI yang menjadi kasus ke 182 adalah wanita (76 tahun) yang juga di rawat di rumah sakit yang sama dengan kasus ke 181.
Dua dari delapan kasus WNI adalah kasus transmisi lokal dan enam kasus imported cases.
“Adapun dari 7 WNI yang saat ini masih dirawat di RS, enam dalam kondisi stabil dan satu dirawat di ICU,” jelasnya.
Kemudian, tidak lupa KBRI memberi imbauan pada WNI yang mengalami gejala COVID-19 agar segera memeriksakan diri sebelum melakukan sebuah perjalanan agar mencegah penularan.
Di lain sisi, kemenkes Singapura masih terus melakukan tes COVID-19 gratis pada seluruh masyarakatnya.
Untuk seluruh WNI yang ada di Singapura diingatkan oleh KBRI tentang status DORSCON Oranye masih tetap berlaku, maka tingkat waspada tinggi masih harus dimiliki, terkhusus jika menghadiri kegiatan yang terdapat banyak orang, seperti contoh tempat umum.
Dengan tetap menjaga kebersihan diri, dan mengikuti aturan dari pemerintah Singapura agar mendukung upaya pencegahan virus corona.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Trending