Connect with us

Berita

Fakta-Fakta Penting Di UMH (2019-07-02)

Avatar

Published

on

UMH dibuka pada 12.49, mencapai tinggi 12.65 dan rendah 12.32 sebelum ditutup pada harga 12.35. Ada volume total 132378. Kami melihat akumulasi indeks distribusi 0.0, volume on-balance 0.0, aliran uang chaikin 3.125 dan indeks kekuatan 0.0. Ada kemudahan peringkat pergerakan 0.0, tren volume-harga -1.02208 dan indeks volume negatif 1000.0.

Kami juga mencatat kisaran sebenarnya rata-rata dari 0.18135, band penguat dari 12.49228, band bollinger atas 12.23772, band bollinger rendah 12.32, indikator band tinggi bollinger 0.0, indikator band rendah bollinger 0.0, saluran keltner pusat 12.48667, saluran keltner pita tinggi 12.32667, saluran keltner pita rendah 12.64667, indikator saluran keltner pita tinggi 0.0 dan indikator saluran keltner pita rendah 1.0. Ada pita tinggi saluran donat 12.32, pita rendah saluran donat 12.32, indikator pita tinggi saluran donat 0.0, dan indikator pita rendah saluran donat 0.0.

Kami menghitung a Moving Average Convergence Divergence (MACD) dari 0.0, sinyal MACD dari 0.0, perbedaan MACD dari 0.0, indikator Exponential Moving Average (EMA) yang cepat dari 12.32, indikator Exponential Moving Average (EMA) yang lambat dari 12.32, Indeks Pergerakan Arah Rata-Rata (ADX) dari unknown, ADX positif dari 0.0, ADX negatif dari 0.0, Indikator Vortex positif (VI) dari 1.0, VI negatif dari 1.0, perbedaan tren vortex dari 0.0, trix -6.64556, Indeks Massa (MI) dari 1.0, Indeks Saluran Komoditas (CCI) dari 0.0, Oscillator Harga yang Ditolak (DPO) dari 1.11834, Oscillator KST (KST) dari -83.22044 dan Oscillator KST (Sinyal KST) dari -83.22044 (meninggalkan perbedaan KST dari 0.0). Kami juga menemukan peringkat Ichimoku dari 12.57, peringkat Ichimoku B dari 12.57, tren visual Ichimoku A dari 13.55721, tren visual Ichimoku B dari 13.3872, Indikator Aroon (AI) naik dari 4.0 dan indikator AI turun dari 4.0. Yang meninggalkan perbedaan 0.0.

Kami menemukan Relative Strength Index (RSI) dari 50.0, Indeks Aliran Uang (MFI) dari 0.0, True Strength Index (TSI) dari -100.0, osilator akhir dari -41.85985, osilator stokastik dari 206.25, sinyal osilator stokastik dari 206.25, peringkat Williams% R dari 106.25 dan osilator mengagumkan dari 0.0.

Ada pengembalian harian dari -8.32204, pengembalian log harian dari 0.0 dan pengembalian kumulatif dari 0.0.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

4.532 Kasus Baru COVID-19 dari Jawa Barat, Jadi Nomor Satu di Indonesia

Avatar

Published

on

Ilustrasi seorang wanita mengenakan masker dan membersihkan tangannya dengan hand sanitizer untuk mencegah penularan virus corona
ILUSTRASI Pencegahan COVID-19. Freepik

Jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia pada hari Kamis, 28 Januari 2021, kembali berada di atas angka 13.000 orang, yaitu 13.695 orang. 4.532 diantaranya berasal dari Jawa Barat.

Hal ini menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi dengan penambahan kasus terbanyak di Indonesia. Berdasarkan data yang dilaporkan oleh Kementrian Kesehatan, Jawa Barat memiliki 4.532 kasus positif COVID-19 dalam 24 jam terakhir.

Posisi kedua penambahan kasus positif terbanyak diduduki oleh DKI Jakarta, dengan 2.889 kasus positif sehingga totalnya ada 259.305 orang.

Provinsi ketiga yang menyumbang penambahan kasus terbanyak adalah Jawa Tengah, dengan total 1.507 kasus COVID-19.

Sementara kasus positif bertambah, kasus sembuh juga terus meningkat. Hari ini, tercatat sebanyak 10.792 orang dinyatakan sembuh dari COVID-19. Ini artinya, ada 842.122 orang yang berhasil sembuh dari COVID-19 di Indonesia sejak pandemi dimulai pada Maret 2020 lalu.

Meski begitu, kabar duka masih menyelimuti. Hari ini, sebanyak 476 orang meninggal dunia akibat COVID-19. Jumlah akumulatif pasien meninggal akibat virus corona di Indonesia menjadi 29.331 orang.

 

Baca Juga:

 

Continue Reading

Berita

Dugaan Aliran Korupsi PT Dirgantara Indonesia Terus Didalami oleh KPK

Avatar

Published

on

Logo KPK di Gedungnya
KPK. Foto dari Harianmomentum.com

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri, mengonfirmasi bahwa penyidik KPK saat ini tengah mendalami dugaan aliran uang korupsi di PT Dirgantara Indonesia (PTDI) ke pejabat Kementrian Sekretariat Negara.

Pendalaman kasus yang terjadi pada 2007-2017 ini dilakukan usai mendengar keterangan empat saksi yang sempat dipanggil penyidik.

“Melalui keterangan para saksi tersebut, tim Penyidik KPK masih terus mendalami adanya dugaan penerimaan sejumlah dana sebagai kickback dari PT Dirgantara Indonesia kepada pihak-pihak tertentu di Setneg terkait pengadaan pesawat,” ungkap Ali pada hari Kamis (28/01/2021) seperti dilansir dari Liputan6.com.

Ali mengatakan, empat saksi tersebut adalah Achmad Azar selaku Manager Penagihan PT Dirgantara Indonesia 2016-2018; Kemal Hidayanto selaku mantan Manajer Penjualan ACS Wilayah Domestik PTDI; Teten Irawan selaku Manajer SU ACS tahun 2017 PTDI; dan Suharsono selaku mantan Kabiro Keuangan Sekretariat Kementerian Sekretariat Negara tahun 2006-2015.

Pada hari Selasa pekan ini, KPK juga memeriksa mantan Sekretaris Kemensetneg Taufik Sukasah dan Kepala Biro Umum Kemensetneg Piping Supriatna. Keduanya diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Ali menyatakan bahwa penyidik tengah mendalami aliran uang korupsi PTDI ke pejabat di Kemensetneg melalui keterangan keduanya.

“Kedua saksi terkait adanya dugaan penerimaan sejumlah dana oleh pihak-pihak tertentu di Setneg terkait proyek pengadaan servis pesawat PT Dirgantara Indonesia,” jelasnya.

 

Baca Juga:

 

 

Continue Reading

Berita

Laut China Selatan Kian Memanas, Wakil Ketua MPR: Indonesia Harus Siap Siaga

Avatar

Published

on

Laut China Selatan Memanas. Wakil Ketua MPR RI: Indonesia Harus Siap Siaga
Laut China Selatan. Foto oleh: FRANCIS MALASIG/ALAMY

Laut China Selatan kembali memanas setelah munculnya rencana pengerahan kapal induk terbaru Inggris ke area yang diklaim China. Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan mendorong pemerintah untuk siap siaga.

Rencana pengerahan kapal induk bernama HMS Queen Elizabeth milik Inggris ke Laut China Selatan memicu ketegangan. Kapal induk tersebut rencanaya akan menjalani misi operasional pertamanya di Perairan Laut China Selatan.

Sebelumnya, Amerika Serikat juga telah mengirimkan dua kapal induknya, USS Ronald Reagan dan USS Nimitz ke Laut China Selatan untuk menjalani latihan tempur. Bukan hanya dua kapal induk, Angkatan Laut Amerika Serikat juga mengerahkan dua kapal perusak dan dua kapal penjelajah dalam latihan yang digelar pada pertengahan 2020.

Syarief Hasan, Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, mendorong pemerintah untuk bersiap siaga di Perairan Natuna Utara karena laut tersebut berbatasan langsung dengan Laut China Selatan yang sedang diperebutkan oleh Amerika Serikat, China, dan beberapa negara lainnya.

Menurut Wakil Ketua MPR RI tersebut, perhatian ini sangat penting karena Perairan Natuna Utara adalah wilayah terluar Indonesia yang harus dipertahankan.

“Sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk memastikan seluruh wilayah, termasuk wilayah terluar di Perairan Natuna Utara dalam kondisi aman,” kata Syarief.

Syarief Hasan juga mengatakan bahwa jika kondisi ini terus berlangsung, maka potensi perang terbuka di Laut China Selatan dapat terjadi.

“Kita harus terus berjaga-jaga karena jika terjadi perang terbuka, maka seluruh wilayah Asia Tenggara akan merasakan dampaknya,” ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwa perseteruan mengenai Laut China Selatan tidak dapat dianggap remeh.

“China yang membuat klaim sepihak terhadap Laut China Selatan berdasarkan Sembilan garis putus-putus menyebabkan Amerika Serikat dan Inggris juga turut ikut campur. Kondisi ini akan berpotensi menjadi perang terbuka yang berakibat fatal,” ungkap Syarief.

Ia juga mendorong seluruh pemimpin di Asia Tenggara untuk bersama-sama menjadi fasilitator dan Indonesia dapat mengambil peran sebagai ketua dalam menyelesaikan permasalahan ini.

“Sebagai kawasan yang paling merasakan dampak dari perseteruan di Laut China Selatan, ASEAN harus hadir sebagai jembatan,” katanya.

Ia juga mendorong agar ASEAN dapat mengedepankan pendekatan diplomasi.

Baca Juga:

 

Continue Reading

Trending