Connect with us

Berita

Diduga korupsi lahan kuburan, Wakil Bupati OKU ditahan

Avatar

Published

on

Pixabay

Diduga Wakil Bupati OKU (Ogan Komering Ulu), provinsi Sumatera Selatan, Johan Anuar ditahan oleh pihak kepolisian karena kasus dugaan korupsi biaya lahan kuburan, dengan dana senilai Rp 6,1 miliar. Pemeriksaan perdana sudah dilakukan lalu penahanan dilaksanakan dan menetapkan status tersangka selama kurang lebih 14 jam.

Tersangka Johan Anuar datang ke Mapolda Sumsel pada hari Selasa 14 Januari dengan kuasa hukumnya. Mereka datang pada pukul 09.30 WIB. Penyidik Tipikor Ditreskimsus langsung memeriksa tersangka.

Di waktu pemeriksaan, kondisi kesehatan Johan menurun. Maka, dokter dan ambulans dari RS Bhayangkara Palembang dipanggil untuk datang ke Mapolda dan memeriksa tersangka pada pukul 17.30 WIB.

Pada malam hari tepatnya pukul 22.00 WIB, Johan digiring oleh penyidik ke ruang tahanan karena dia sudah resmi menjadi tahanan pada kasus tersebut.

Kombes Pol Anton Setiawan selaku Direktur Reskrimsus Polda Sumatera Selatan berkata bahwa tersangka Johan ditahan setelah menjalankan pemeriksaan selama 14 jam. Ia mengakui bahwa kesehatan Johan sempat drop tetapi tidak menjadi alasan untuk tidak menahannya.

“Benar, penyidik telah menahan tersangka dan selanjutnya akan diproses lebih lanjut,” ungkapnya pada hari Rabu, 15 Januari.

Titis Rachmawati, kuasa hukum Johan tidak menerima penahanan dengan kondisi kesehatan kliennya menurun. Kliennya tidak mendapatkan istirahat yang cukup karena telah menjalani sidang-sidang dan lanjut dengan pemeriksaan Mapolda Sumsel.

“Tensi darah klien kami 180/100, tidak bagus kondisinya. Kami upayakan penangguhan penahanan karena kami menduga ada pembunuhan katakter dalam penahanan klien saya,” kata Titis.

Johan diketahui kembali menjadi tersangka oleh penyidik Ditreskrimsus Sumsel setelah sempat menang pada praperadilan. Ia kembali menjadi tersangka karena dugaan korupsi pendanaan lahan kuburan yang ada di kabupaten tersebut. Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus menemukan suatu hal yang menjadi dasar atas penetapan statusnya di bulan Desember 2019.

Korupsi ini adalah menyangkut pada anggaran dana lahan kuburan sebanyak 10 hektare di OKU 2012 sebensar Rp 6,1 miliar. Hal ini terungkap di tahun 2014. Ia ternyata sudah dipanggil sebanyak empat kali saat Johan masih memiliki kedudukan sebagai Ketua DPRD OKU.

Penyidik sudah menetapkan beberapa tersangka lainnya terkait kasus ini yaitu Najamudin sebagai Kepala Dinsos OKU, Hidirman sebagai pemilik lahan kuburan, Umortom eks Sekda OKU, dan Ahmad Junaidi eks Asisten I OKU.

SUMBER: Merdeka

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Larangan kunjungan delapan negara ke Indonesia

Avatar

Published

on

Pixabay
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengumumkan kebijakan tambahan pemerintah RI tentang pencegahan virus corona di Jakarta, Selasa (17/3).
Untuk bantuan medis, lihat dokku.id
Pemerintah melarang pendatang masuk maupun transit dari delapan negara. Larangan ini diberlakukan untuk mereka yang datang dari Inggris, Swiss, Italia, Spanyol, Jerman, Vatikan, Perancis, dan Italia dalam dua pekan terakhir.
Selain itu, kebijakan khusus masih berlaku terhadap negara Korea Selatan (khususnya Provinsi Gyeongsangbuk-do dan Kota Daegu) dan China.
Sementara, untuk pendatang yang datang selain dari delapan negara tersebut, diharuskan untuk mengisi dan memberikan Kartu Kewaspadaan Kesehatan ke Kantor Kesehatan Pelabuhan sebelum tiba di pintu masuk bandara Indonesia.
Namun, apabila dalam riwayat perjalanan selama dua pekan terakhir bersangkutan dengan negara-negara tersebut, maka pendatang dilarang untuk masuk Indonesia.
Untuk WNI yang akan berkunjung ke salah satu dari delapan negara tersebut, akan dilakukan pemeriksaan tambahan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan setibanya di Indonesia.
Bagi WNA yang ada di Indonesia, perpanjangan izin tinggalnya sudah habis masa berlaku, diberlakukan aturan Permenkumham No. 7 (2020), begitupun dengan kebijakan untuk pemegang KITAP/KITAS dan izin tinggal dinas yang sekarang sedang ada di luar negeri dan izinnya akan berakhir, diberlakukan peraturan yang sama.
Seluruh kebijakan tambahan yang baru ini berlaku mulai Jumat, 20 Maret tahun ini tepat pukul 00.00 WIB. Perlu diketahui bahwa kebijakan ini sementara dan memiiki kemungkinan evaluasi kebijakan yang akan disesuaikan dengan perkembangan yang ada.

Continue Reading

Berita

Update COVID-19 Indonesia: 134 kasus

Avatar

Published

on

tirto
Per Senin (16/3), Achmad Yurianto, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Kemenkes dan jubir penanganan virus corona di Indonesia memberikan pengumuman perihal kasus pasien positif COVID-19 saat ini mencapai 134 kasus.
Ia berkata penambahan ini terjadi karena hasil dari penyelidikan atas orang-orang yang terhubung dengan pasien-pasien positif lainnya dan pernah mengalami kontak langsung.
Pada hari sebelumnya, Minggu (15/3), Indonesia tercatat memiliki 117 kasus virus corona.
Angka tersebut mayoritas penduduk dari Jakarta. Dengan menyebarnya virus corona, pemerintah mengizinkan pada pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan dalam penyelidikan terhadap mereka yang terduga pernah mengalami kontak langsung dengan para pasien COVID-19 dengan tetap merahasiakan identitasnya.
Kemudian, pasien Kasus 1, 2, dan 3 dinyatakan telah sembuh dari COVID-19. Kabar ini diumumkan oleh Terawan Agus Putranto, Menteri Kesehatan. Ketiganya telah usai dirawat di RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso dan dipulangkan.
Dalam pelepasan ketiga pasien tersebut, Terawan mengadakan upacara pelepasan dengan memberikan ‘oleh-oleh’ dari Jokowi berupa ramuan jamu yang disebut bisa menjaga daya tahan tubuh.
Ia pun mengingatkan pada masyarakat agar tidak perlu bertindak panik terhadap wabah tersebut karena masih bisa disembuhkan meskipun perlu waktu untuk prosesnya.
Diketahui, ketiga pasien sangat koorporatif dalam masa pemeriksaan dan perawatan selama di RSPI.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Kota Malang

UMM menjadi harapan masyarakat, produksi cairan pembersih tangan

Avatar

Published

on

Website UMM
Menghadapi dan merespons terhadap kelangkaan yang terjadi pada alat-alat individu untuh mencegah COVID-19, seperti masker, sabun cuci tangan, dan cairan pembersih tangan di apotek maupun di toko-toko terdekat, Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang memproduksi cairan pembersih tangan sendiri.
Sebagai langkah preventif, cairan pembersih tangan menjadi hal yang kini masih dicari oleh masyarakat untuk mencegah virus corona. Langkah UMM dengan memproduksi cairan pembersih tangan, atau hand sanitizer adalah bentuk dukungan yang sangat diharapkan oleh masyarakat.
“Keberadaan cairan pembersih tangan ini sudah langka di pasar, bahkan sulit ditemukan di toko atau swalayan manapun. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan formula tepat agar nyaman saat dipakai. Kami memproduksinya dengan massal,” ucap Raditya Weka Nugraheni, penanggung jawab produksi, Malang, Jawa Timur, hari Senin (16/3).
Langkah ini pada awalnya merupakan sebuha usulan dari pimpinan UMM, Rektor Dr Fauzan, terhadap tindakan pencegahan penyebaran virus corona di seluruh area kampus. Kemudian menjadi kegiatan pengabdian dari fakultasnya, Fakultas Ilmu Kesehatan, jelas Raditya.
Pekan ini, Raditya dan timnya memiliki target memasang hand sanitizer di seluruh lorong kampus dan tersebar diberbagai titik.
“Melalui pelibatan mahasiswa, diharapkan mereka agar bisa belajar secara langsung tentang proses pembuatan hand sanitizer,” tutur Raditya. Dalam teknis produksi, UMM akan melibatkan para mahasiswa yang sedang menempuh tugas akhir bersama dengan asisten Lab Teknologi Farmasi.
Pada kesempatan sebelumnya, rektor UMM telah memberikan surat edaran pada seluruh civitas akademika tentang Kewaspadaan dan Pencegahan COVID-19 dan Pengelolaan Perkuliahan. Dalam surat edaran tersebut, Dr Fauzan mengimbau agar seluruh pelaku civitas menjalani hidup yang sehat dan menghindar dari segala penyakit.
Selain itu, kegiatan perkuliahan dilakukan secara daring dengan memberikan materi penugasan melalui tautan yang bisa diakses dengan internet oleh mahasiswa.
Kampus-kampus yang ada di Malang selain UMM juga meniadakan kegiatan perkuliahan dan menggantinya melalui jaringan online.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Trending