Pendidikan

Cegah trauma D jatuh dari lantai 4, SMPN 132 terapkan PJJ

Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menyelenggarakan pemulihan trauma dan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk siswa SMP Negeri 132 Cengkareng, Jakarta Barat setelah salah satu siswa meninggal akibat jatuh dari gedung sekolah pada Senin. Plt Kepala Disdik DKI Jakarta, Purwosusilo, mengatakan bahwa langkah tersebut diambil sebagai respons cepat terhadap kejadian tersebut. PJJ akan diberlakukan agar siswa tidak mengalami trauma. Selain itu, rapat juga akan diadakan untuk membahas pendampingan yang dapat diberikan kepada siswa.

Purwosusilo turut mendampingi proses pemulasaraan jenazah siswa tersebut, mulai dari rumah sakit hingga pemakaman. Ia juga telah memerintahkan sekolah untuk membawa korban ke rumah sakit dan turun langsung untuk mengetahui detail kejadian tersebut. Pihaknya saat ini sedang menunggu konfirmasi resmi dari kepolisian mengenai kronologis peristiwa ini. Beberapa siswa dan guru juga telah dipanggil untuk dimintai keterangan oleh kepolisian.

Junaedi, Kepala Sudindik Wilayah II Jakarta Barat, mengatakan bahwa PJJ akan diberlakukan selama satu hari di SMP Negeri 132 untuk menenangkan siswa. Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan KPAI, Disdik DKI Jakarta, dan dinas terkait lainnya untuk menangani insiden tersebut.

Sementara itu, polisi masih menyelidiki peristiwa ini dengan memeriksa tiga orang terkait kejadian tersebut dan tidak menutup kemungkinan adanya saksi-saksi lain yang akan diperiksa.

Kasus ini mengingatkan kita akan pentingnya keamanan dan keselamatan di lingkungan sekolah. Insiden ini menunjukkan perlunya perhatian yang lebih serius terhadap keselamatan para siswa. Sekolah harus membentuk kebijakan yang tegas dan implementasi yang ketat untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

Selain itu, peristiwa ini juga menunjukkan pentingnya pemulihan trauma bagi siswa yang mengalami kejadian traumatis di sekolah. PJJ dapat memberikan siswa kesempatan untuk pulih dan menyediakan lingkungan belajar yang kondusif. Pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan psikologis siswa agar mereka dapat bangkit dan kembali fokus pada pendidikan mereka.

Selain itu, pendampingan juga sangat penting dalam proses pemulihan trauma. Siswa perlu diberikan dukungan dan perhatian ekstra dari guru, staf sekolah, dan orang tua. Perlunya konseling dan pendampingan yang profesional untuk membantu siswa mengatasi dampak emosional dari kejadian tersebut. Ini melibatkan kerjasama antara sekolah, keluarga, dan profesional kesehatan mental.

Tindakan yang diambil oleh Disdik DKI Jakarta dan sekolah terkait insiden ini adalah langkah awal yang penting dalam menangani situasi tersebut. Namun, penting untuk terus memantau perkembangan siswa dan memberikan perhatian yang berkelanjutan dalam proses pemulihan mereka.

Kejadian ini harus menjadi peringatan bagi semua pihak terkait untuk meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan siswa di lingkungan sekolah. Seluruh komunitas pendidikan harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi siswa.

Rizka Wulandari

Rizka Wulandari sudah terjun di dunia media selama tiga tahun terakhir. Sejak lulus kuliah, ia sudah bekerja untuk beberapa publikasi independen di Jakarta dan menulis berbagai artikel dengan tema yang beragam.