Connect with us

Kesehatan

Begini penyerangan COVID-19 pada tubuh manusia

Avatar

Published

on

Pixabay
Virus Corona telah memakan korban jiwa sebanyak 3.200 orang selama dua bulan penyebaran wabahnya terjadi di seluruh dunia. Melihat penyebaran yang sangat cepat, ahli kesehatan memahami bagaimana virus corona menyebar.
Dengan sebanyak 90.000 lebih kasus orang yang terinfeksi COVID-19 di 80 negara, termasuk Indonesia, virus ini menyerang paru-paru melalui pernapasan seperti influenza. Namun corona dan influenza berbeda.
“Virus ini bukan MERS, bukan SARS, dan ini bukan influenza. Ini adalah virus unik dengan karakteristik unik,” jelas Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur WHO, pada pidatonya, Selasa (3/3), dikutip dari situs web resmi WHO.
“Ada beberapa perbedaan penting antara influenza dan COVID-19. Pertama, COVID-19 tidak memiliki transfisi yang efisien seperti influenza, begitu data yang kami dapatkan,” jelasnya.
Virus corona, menurut ahli mikrobiologi seluler, Simon Clarke dari University of Reading, menyerang sistem imun manusia seperti virus lainnya.

Infografik virus corona dari CNN Indonesia

 

Virus tidak seperti sel manusia dan bakteri, ia tidak bisa memproduksi selnya sendiri. Maka, virus akan menyerang sel tubuh guna memproduksi selnya agar banyak. Dari sini, sistem imun dalam tubuh merenspons dengan berbeda dan membuat peradangan untuk melawan infeksi.
“Ini adalah kombinasi menjanjikan dari fungsi sel, merusak sel saat virus membajak, dan respons imun mengakibatkan masalah,” tutur Clarke, dikutip Metro.
Akibatnya, paru-paru mengalami peradangan, kantung-kantung udara yang kecil radang dan menyulitkan untuk bernapas. Apabila gejala ini berlanjut, akan menimbulkan pneumonia hingga gagal organ.
Orang yang memiliki riwayat kesehatan pada jantung dan paru-paru berisiko tinggi atas kondisi yang parah apabila terinfeksi karena sistem imunnya rentan dan lemah.
“Kondisi apapun yang berkaitan dengan paru-paru dan jantung, karena kedua organ tersebut terkoneksi, membuat Anda memiliki risiko yang besar,” lanjutnya.
Sedangkan, langkah pencegahan bagi orang yang memiliki riwayat kesehatan seperti kardiovaskular, penyakit paru kronis, asma, disarankan untuk menjalani hidup yang sehat dan bersih, juga mengikuti saran-saran yang dokter berikan.
SUMBER: CNN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Update COVID-19 Indonesia: 134 kasus

Avatar

Published

on

tirto
Per Senin (16/3), Achmad Yurianto, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Kemenkes dan jubir penanganan virus corona di Indonesia memberikan pengumuman perihal kasus pasien positif COVID-19 saat ini mencapai 134 kasus.
Ia berkata penambahan ini terjadi karena hasil dari penyelidikan atas orang-orang yang terhubung dengan pasien-pasien positif lainnya dan pernah mengalami kontak langsung.
Pada hari sebelumnya, Minggu (15/3), Indonesia tercatat memiliki 117 kasus virus corona.
Angka tersebut mayoritas penduduk dari Jakarta. Dengan menyebarnya virus corona, pemerintah mengizinkan pada pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan dalam penyelidikan terhadap mereka yang terduga pernah mengalami kontak langsung dengan para pasien COVID-19 dengan tetap merahasiakan identitasnya.
Kemudian, pasien Kasus 1, 2, dan 3 dinyatakan telah sembuh dari COVID-19. Kabar ini diumumkan oleh Terawan Agus Putranto, Menteri Kesehatan. Ketiganya telah usai dirawat di RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso dan dipulangkan.
Dalam pelepasan ketiga pasien tersebut, Terawan mengadakan upacara pelepasan dengan memberikan ‘oleh-oleh’ dari Jokowi berupa ramuan jamu yang disebut bisa menjaga daya tahan tubuh.
Ia pun mengingatkan pada masyarakat agar tidak perlu bertindak panik terhadap wabah tersebut karena masih bisa disembuhkan meskipun perlu waktu untuk prosesnya.
Diketahui, ketiga pasien sangat koorporatif dalam masa pemeriksaan dan perawatan selama di RSPI.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Berita

8 WNI positif virus corona di Singapura

Avatar

Published

on

tirto
KBRI Singapura melaporkan WNI yang tercatat positif virus corona di Singapura menjadi delapan orang, per Minggu (15/3).
Ratna Lestari Harjana, Kepala Fungsi Pensosbud Kedutaan Besar RI Singapura memberikan pernyataan pada siaran pers perihal pengumuman Kemenkes Singapura yang menyebut kasus COVID-19-nya yang ke 212 merupakan WNI Laki-laki usia 64 tahun.
“WNI tersebut dikonfirmasi positif COVID-19 Sabtu pagi dan kini sedang menjalani perawatan di National Center for Infectious Diseases Singapura,” jelasnya.
Sementara, kasus ke-21 Singapura yang merupakan WNI dinyatakan telah sembuh dan telah dipulangkan pada 18 Februari. WNI kasus ke 133 di Singapura adalah wanita berusia 62 tahun, dirawat di National University Hospital. Sementara, WNI kasus ke 147 di Singapura adalah laki-laki berusia 64 tahun yang kini dirawat di NCID, dan kasus ke 152 WNI berjenis kelamin laki-laki dirawat di Singapore General Hospital.
Selain itu, WNI kasus ke 170 di Singapura adalah wanita (56 tahun) yang dirawat di SGH, WNI lelaki (83 tahun) menjadi kasus ke 181 dirawat di Gleneagles Hospital. Terakhir WNI yang menjadi kasus ke 182 adalah wanita (76 tahun) yang juga di rawat di rumah sakit yang sama dengan kasus ke 181.
Dua dari delapan kasus WNI adalah kasus transmisi lokal dan enam kasus imported cases.
“Adapun dari 7 WNI yang saat ini masih dirawat di RS, enam dalam kondisi stabil dan satu dirawat di ICU,” jelasnya.
Kemudian, tidak lupa KBRI memberi imbauan pada WNI yang mengalami gejala COVID-19 agar segera memeriksakan diri sebelum melakukan sebuah perjalanan agar mencegah penularan.
Di lain sisi, kemenkes Singapura masih terus melakukan tes COVID-19 gratis pada seluruh masyarakatnya.
Untuk seluruh WNI yang ada di Singapura diingatkan oleh KBRI tentang status DORSCON Oranye masih tetap berlaku, maka tingkat waspada tinggi masih harus dimiliki, terkhusus jika menghadiri kegiatan yang terdapat banyak orang, seperti contoh tempat umum.
Dengan tetap menjaga kebersihan diri, dan mengikuti aturan dari pemerintah Singapura agar mendukung upaya pencegahan virus corona.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Berita

Kematian pertama akibat COVID-19 di Denmark dan Slovenia

Avatar

Published

on

Pixabay
Melalui salah satu saluran TV Slovenia, melaporkan kasus kematian pertama akibat COVID-19, dikutip dari sumber rahasia.
Per Sabtu (14/3), pemerintah Slovenia mengumumkan ada sebanyak 181 kasus. Korban yang meninggal adalah pria lanjut usia yang memiliki penyakit kronis.
Dengan angka kasus virus corona yang tidak sedikit, Slovenia memberlakukan penutupan sekolah dan pemeriksaan kesehatan disekitar perbatasan Slovenia-Italia. Sementara, untuk transportasi bus dan kereta keberangkatan menuju Italia diberhentikan. Selain itu, perjalanan kargo dibatasi. Kemenlu Slovenia imbau para warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Spanyol dan Italia.
Di negara Denmark, kematian pertama dilaporkan di hari yang sama, Sabtu (14/3). Pasien tersebut meninggal di usia 81 tahun saat berada di rumah sakit di wilayah Kopenhagen.
Sebelumnya, pemerintah Denmark telah mengizinkan universitas dan sekolah untuk menutup sementara. Selain itu, Denmark juga meliburkan para pegawai dilayanan umum dan pekerjaan tertentu.
Tercatat sebanyak 827 kasus positif corona terdapat di Denmark. Untuk waktu selama sebulan, Denmark mengisolasi negaranya untuk mencegah penyebaran virus yang semakin meluas.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Trending