suami gorok mantan istri hingga tewas • Malang Post News
Connect with us

Kriminal

Tejadi lagi, suami gorok mantan istri di depan anaknya hingga tewas

Avatar

Published

on

Pixabay

Pelaku Suyono (55) mengamuk setelah ia menerima pesan singkat dan telepon dari mantan istrinya, Oon (44).

Saat itu ia yang sedang dirumahnya di Boyolali, bergegas meninggalkan kediaman dan pergi ke Karawang untuk datang ke kediaman mantan istrinya.

Ia datang dengan amarah yang besar guna melampiaskannya pada Oon.

“Pelaku merasa terhina setelah menerima SMS dan telepon dari korban. Dia ingin bertemu korban, dan akhirnya terjadilah pembacokan,” ujar AKP Ade Firmansyah, Kapolsek Pedes, saat ditemui di TKP kemarin.

Suyono sampai di Karawang tengah malam, Rabu (5/2). Ia segera ke rumah Oon yang berada di Desa Jatimulya, Kec. Pedes.

Tanpa mengetuk pintu rumah, Suyono menyelinap masuk ke rumah korban dengan cara mengendap-endap lewat atap.

Dengan menyelinap melalui celah genting, Suyono berhasil menjebol atap rumah dan masuk ke ruang dapur. Lalu, ia berjalan ke arah ruang tengah di mana Oon sedang berbaring dengan anaknya.

“Pelaku lalu melukai korban dengan keji di depan anaknya. Anaknya melihat peristiwa tersebut dari dekat,” terang Ade.

Dengan menggunakan sebuah golok yang sudah ia siapkan sebelumnya, pelaku menebas tubuh korban yang sedang tertidur berkali-kali. Dengan amarah yang tersisa pada Suyono, ia lalu menggorok leher korban.

“Setelah dicek, kepalanya juga kena, paling parah di leher belakang korban,” ucap Roji (49), selaku kakak kandung korban Oon saat ditemui di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang.

Anak yang berusia 13 tahun melihat langsung ayahnya menganiaya sang ibu, segera ia pergi keluar rumah dan meminta tolong pada tetangga.

Selain itu, setelah Oon dianiaya oleh Suyono, ia menelepon Roji dan menceritakan kejahatannya. Roji kemudian bergegas pergi ke rumah adiknya dan melihat keadaan di mana Oon yang sudah bersimpuh darah di mana Suyono ada di dekatnya.

“Tuh dia sudah meninggal,” ucap Suyono dingin kepada Roji yang baru saja tiba seperti yang Roji ceritakan.

Ketika itu, pikiran untuk membalas dendam tidak Roji miliki. Dengan sigap ia lalu memeriksa keadaan tubuh korban. Kondisi ruang tengah lantainya sudah penuh oleh darah.

Roji berkata bahwa saat itu korban masih bernafas meskipun sedikit. Roji pun menggotong korban menuju mobil dan membawanya ke rumah sakit.

Namun, korban sudah tidak terselamatkan sebelum sampai di rumah sakit.

Suyono diarak oleh warga ke kantor desa. Pihak kepolisian kemudian membawa pelaku untuk diperiksa lebih lanjut.

“Motif pelaku menganiaya korban karena sakit hati. Hasil pemeriksaan sementara, diduga pelaku kuat merencanakan aksinya,” ucap AKP Bimantoro Kurniawan, Kasat Reskrim Polres Karawang. “Terlihat dari golok yang sudah disiapkan sebelumnya,” lanjutnya.

SUMBER: Detik

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kriminal

Wanita Thailand menjadi sasaran tembak terduga oleh mantan kekasih

Avatar

Published

on

Pixabay

Seorang wanita Thailand tewas ditembak oleh seorang pria yang diduga sebagai mantan kekasihnya. Peristiwa tersebut terjadi di salah satu mal di Bangkok, pada Selasa (18/2).

Kolonel Bavornphob Sunthornraekha dari kepolisian Thailand menilai penembakan ini adalah sebuah ‘masalah pribadi’ dengan latar belakang rasa cemburu dalam hubungan.

“(Kejadian) ini diakibatkan kecemburuan. Bukan insiden lanjutan (penembakan di mall Probinsi Nakhon Ratchasima),” ucap Bavornphob.

Pihak kepolisian melaporkan bahwa peristiwa ini terjadi di dalam klinik kosmetik yang ada di dalam mal, Century.

Pria yang diduga adalah kekasihnya menerobos masuk dan langsung menembak wanita tersebut. Pria ini menuding bahwa kekasihnya berselingkuh.

Peristiwa ini juka melukai satu orang wanita lainnya. Hingga kini, pihak yang berwenang belum bisa memberikan identitas korban yang luka maupun yang meninggal. Motif hubungan keiganya masih belum diketahui.

Pelaku juga masih menjadi buronan. Peristiwa tersebut terjadi setelah 10 hari penembakan massal oleh tentara di mal Provinsi Nakhon Ratchasima, Sabtu (8/2). Aksi penembakan ini memakan 29 jiwa meninggal dunia.

Dilansir AFP, dengan tegas Bavornphob berkata bahwa penembakan ini bukanlah insiden yang serupa seperti yang ada di Nakhon Ratchasima.

Penduduk Thailand memang mudah untuk mendapatkan senjata. Penembakan yang didasari masalah pribadi seperti ini hingga masalah keluarga sering terjadi di Thailand.

Tetapi, peristiwa penembakan yang terjadi di Nakhon Ratchasima memicu amarah dari publik pada militer karena dinilai tidak bisa mengantisipasi atas aksi pelaku tembak yang telah mencuri senapan sebelum aksinya dimulai.

Pelaku, dari akun Facebooknya mengaku bahwa dirinya kecewa atas perlakuan yang tidak adil padanya oleh komandan. Ia pun menyempatkan untuk mengunggah video dari aksi penembakan sebelum dirinya sembunyi selama 17 jam dalam mal.

 

SUMBER: CNN

Continue Reading

Kriminal

Mayat bayi ditemukan di tempat sampah, Kalimantan Tengah

Avatar

Published

on

Pixabay

Penemuan mayat bayi ini ditemukan oleh warga dari Kuala Kapuas, Kab. Kapuas, Kalimantan Tengah.

Bayi tersebut ditemukan di pembuangan sampah pukul 23.30 WIB, pada Sabtu (15/2) malam hari, Jalan Tjilik Riwut.

Saat ditemukan terlihat seperti mengkilap, maka warga menghampiri dan segera melapor pada warga lain dan pihak kepolisian setempat.

“Saat saya membuang sampah, ada benda berkilap. Ketika saya periksa dengan senter, ternyata orok bayi,” ucap Muhammad Kharil Anwar, warga dari Kelurahan Selat Dalam, Kuala Kapuas, pada Minggu (16/2).

Diduga bahwa bayi tersebut meninggal dunia dan dibuang.

Tidak memakan waktu lama, beberapa petugas dari Polsek Selat mendatangi lokasi penemuan mayat bayi tersebut.

Pihak kepolisian kemudian membawanya ke RSUD dr Soemarno Sostroarmodjo untuk menjalankan pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga saat ini, pihak RSUD dr Soemarno Sostroarmodjo dan kepolisian belum memberikan informasi apapun terkait penemuan bayi ini.

SUMBER: Suara

Continue Reading

Kriminal

Rektor Perguruan Tinggi India perintahkan mahasiswinya buka celana

Avatar

Published

on

Pixabay

India memiliki peraturan dalam kepercayaannya yang ketat untuk perempuan yang sedang haid dilarang untuk memasuki kuil dan dapur.

Pada Asrama di distrik Kutch, Gujarat, sebanyak 60 mahasiswi dipaksa untuk telanjang oleh pengurus dengan tujuan untuk membuktikan bahwa mereka tidak sedang haid.

Aksi pelecehan ini dilakukan pengurus asrama karena ada laporan seorang perempuan yang masuk dapur dan kuil saat sedang haid. Dilansir dari The Hindu, pada Jumat tempo hari.

Berdasarkan dari keterangan yang diberikan polisi setempat, pelecehan ini diperintahkan oleh rektor dan kepala sekolah Shree Sahajanand Girls Institute, lembaga yang dimiliki kuil Swaminarayan, Selasa (11/2).

Beberapa gadis mengeluh karena terhina dan terkejut. Mereka melaporkan hal ini pada media lokal di Bhuj, distrik Kutch, hari Kamis (13/2). Sebagian besar mahasiswi tersebut berasal dari desa sekitar distrik Kutch.

“Apa yang terjadi adalah hal yang patut dihukum,” ujar Pravin Pindoria, wali amanat SSGI.

Tetapi, beberapa otoritas dari asrama sudah mempertahankan norma sekte untuk menjauhkan wanita yang sedang haid dari dapur dan kuil.

Seorang mahasiswi mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi di dalam asrama yang berada di kampus SSGI.

Sementara, Komisi Wanita Negara Bagian sudah memberikan perintah untuk menyelidiki insiden tersebut.

“Saya telah berbicara dengan polisi setempat mengenai insiden itu dan tindakan tegas akan dimulai,” ucap Leela Ankolia, Komisi Wanita Negara Bagian.

Kemudian, dari Komisi Nasional untuk Perempuan telah ikut serta mencari laporan.

“Kami telah mengirim tim polisi di bawah inspektur wanita untuk berbicara dengan gadih-gadis itu dan sedang dalam proses pengajuan tuntutan. Meski gadis-gadis tersebut tidak siap untuk maju, kami yakin bahwa setidaknya satu gadis akan maju untuk mengajukan tuntutan,” ucap Saurabh Tolumbia, Inspektur Polisi Kutch West.

Gujarat Nitin Patel, Wakil Kepala Menteri dan Amit Chavda, Ketua Kongres Negara sangat menyesali atas insiden ini. Patel berkata bahwa Departemen Pendidikan perlu ambil tindakan.

Chavda menuntut pada pemerintah negara bagian untuk memerintahan penyelidikan dan segera menangkap semua pihak yang bertanggung jawab atas tindakan yang menurunkan martabat gadis-gadis SSGI.

 

SUMBER: Suara

 

Continue Reading

Trending