Suami tusuk istri 10 kali karena mengira Dajjal • Malang Post News
Connect with us

Kriminal

Suami tusuk istri 10 kali karena mengira Dajjal

Avatar

Published

on

Pixabay
Pelaku Azwar yang menusuk istrinya berkali-kali kini sedang dalam tahap observasi di RS Polri, wilayah Keramat Jati, Jakarta selama dua pekan.
Pelaku ditangkap akibat tindakan kejinya karena ia berhalusinasi soal dajjal.
“Sudah kita rujuk ke RS Kramat Jati, akan diobservasi selama 14 hari. Jadi pelaku saat ini sedang diopname dan sedang menjalankan pemeriksaan medis lanjut oleh tim dokter,” ucap Kompol Stephanus Luckyto, Kapolsek Serpong, hari Rabu (5/2).
Pelaku Azwar mendadak mengamuk, hari Selasa (4/2). Akibatnya, istrinya ditusuk berkali-kali hingga kondisi kritis dan perlu menjalani perawatan medis.
“Kondisi korban kini sudah stabil. Ditemukan ada lebih dari sepuluh tusukan yang letaknya di kepala dan tangan,” ujarnya. Ia pun menyebutkan ada sebanyak 185 jahitan akibat luka tusukan yang dideritanya.
Sebelumnya, AKP Muharan Wibisono, Kasat Reskrim Polres Tangsel berkata bahwa kasus penganiayaan tersebut terungkap setelah pelaku keluar dari wilayah perumahannya sambil membawa barang tajam dengan kondisi baju yang dilumuri darah. Anggota Polsek Serpong segera melakukan penangkapan.
“Pelaku mengaku telah menusuk-nusuk dajjal hingga berkali-kali, namun tidak mau mati,” jelas Muharam.
SUMBER: Detik

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kriminal

Mayat bayi ditemukan di tempat sampah, Kalimantan Tengah

Avatar

Published

on

Pixabay

Penemuan mayat bayi ini ditemukan oleh warga dari Kuala Kapuas, Kab. Kapuas, Kalimantan Tengah.

Bayi tersebut ditemukan di pembuangan sampah pukul 23.30 WIB, pada Sabtu (15/2) malam hari, Jalan Tjilik Riwut.

Saat ditemukan terlihat seperti mengkilap, maka warga menghampiri dan segera melapor pada warga lain dan pihak kepolisian setempat.

“Saat saya membuang sampah, ada benda berkilap. Ketika saya periksa dengan senter, ternyata orok bayi,” ucap Muhammad Kharil Anwar, warga dari Kelurahan Selat Dalam, Kuala Kapuas, pada Minggu (16/2).

Diduga bahwa bayi tersebut meninggal dunia dan dibuang.

Tidak memakan waktu lama, beberapa petugas dari Polsek Selat mendatangi lokasi penemuan mayat bayi tersebut.

Pihak kepolisian kemudian membawanya ke RSUD dr Soemarno Sostroarmodjo untuk menjalankan pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga saat ini, pihak RSUD dr Soemarno Sostroarmodjo dan kepolisian belum memberikan informasi apapun terkait penemuan bayi ini.

SUMBER: Suara

Continue Reading

Kriminal

Rektor Perguruan Tinggi India perintahkan mahasiswinya buka celana

Avatar

Published

on

Pixabay

India memiliki peraturan dalam kepercayaannya yang ketat untuk perempuan yang sedang haid dilarang untuk memasuki kuil dan dapur.

Pada Asrama di distrik Kutch, Gujarat, sebanyak 60 mahasiswi dipaksa untuk telanjang oleh pengurus dengan tujuan untuk membuktikan bahwa mereka tidak sedang haid.

Aksi pelecehan ini dilakukan pengurus asrama karena ada laporan seorang perempuan yang masuk dapur dan kuil saat sedang haid. Dilansir dari The Hindu, pada Jumat tempo hari.

Berdasarkan dari keterangan yang diberikan polisi setempat, pelecehan ini diperintahkan oleh rektor dan kepala sekolah Shree Sahajanand Girls Institute, lembaga yang dimiliki kuil Swaminarayan, Selasa (11/2).

Beberapa gadis mengeluh karena terhina dan terkejut. Mereka melaporkan hal ini pada media lokal di Bhuj, distrik Kutch, hari Kamis (13/2). Sebagian besar mahasiswi tersebut berasal dari desa sekitar distrik Kutch.

“Apa yang terjadi adalah hal yang patut dihukum,” ujar Pravin Pindoria, wali amanat SSGI.

Tetapi, beberapa otoritas dari asrama sudah mempertahankan norma sekte untuk menjauhkan wanita yang sedang haid dari dapur dan kuil.

Seorang mahasiswi mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi di dalam asrama yang berada di kampus SSGI.

Sementara, Komisi Wanita Negara Bagian sudah memberikan perintah untuk menyelidiki insiden tersebut.

“Saya telah berbicara dengan polisi setempat mengenai insiden itu dan tindakan tegas akan dimulai,” ucap Leela Ankolia, Komisi Wanita Negara Bagian.

Kemudian, dari Komisi Nasional untuk Perempuan telah ikut serta mencari laporan.

“Kami telah mengirim tim polisi di bawah inspektur wanita untuk berbicara dengan gadih-gadis itu dan sedang dalam proses pengajuan tuntutan. Meski gadis-gadis tersebut tidak siap untuk maju, kami yakin bahwa setidaknya satu gadis akan maju untuk mengajukan tuntutan,” ucap Saurabh Tolumbia, Inspektur Polisi Kutch West.

Gujarat Nitin Patel, Wakil Kepala Menteri dan Amit Chavda, Ketua Kongres Negara sangat menyesali atas insiden ini. Patel berkata bahwa Departemen Pendidikan perlu ambil tindakan.

Chavda menuntut pada pemerintah negara bagian untuk memerintahan penyelidikan dan segera menangkap semua pihak yang bertanggung jawab atas tindakan yang menurunkan martabat gadis-gadis SSGI.

 

SUMBER: Suara

 

Continue Reading

Berita

Temuan KPK saat sidak PN Jakarta Barat

Avatar

Published

on

Tim dari Pengaduan masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi mendapatkan temuan dari inspeksi mendadak di Pengadilan Negeri Jakarta Barat berupa uang sebesar 15 juta rupiah yang diduga adalah hasil dari gratifikasi.
Inspeksi mendadak ini adalah tindak lanjut dari laporan pengawas MA tentang dugaan gratifikasi pada oknum pegawai pengadilan.
“Dalam operasi tersebut, ditemukan barbuk uang Rp15 juta. Meski jumlah ini terbilang kecil, tapi hal ini perlu dilakukan,” ujar Ali Fikri, jubir Penindakan KPK, “Ini dilakukan sekaligus untuk memperkuat Aparat Pengawasan Intern pemerintah (APIP),” lanjutnya, Jakarta, pada Rabu (12/2).
Ali menjelaskan bahwa tindakan ini adalah sebuah bentuk trigger mechanism dari KPK agar hal tersebut tidak diulang lagi.
Dengan latar belakangnya sebagai jaksa, Ali memberikan penjelasan tindak lanjut sidak sepenuhnya jadi wewenang Badan pengawas MA. Namun, KPK akan siap membantu jika dibutuhkan.
“Tindak lanjut operasi tersebut sepenuhnya menjadi wewenang Bawas MA, baik melakukan pemeriksaan pihak-pihak terkait yang diduga sebagai penerima maupun sebagai pemberi uang,” ujarnya.
Pihak Ali memberikan ultimatum pada aparatur yang bertugas di lingkungan kekuasaan kehakiman untuk menghindar dari suap, pemerasan, gratifikasi atau penerimaan dengan bentuk apa pun.
“Kerja sama KPK-Bawas MA ini diharapakan jadi aspek jera agar pegawai lain baik panitera, Hakim, dan para pegawai lingkungan MA untuk tidak melakukan hal yang serupa,” tegasnya.
SUMBER: CNN

Continue Reading

Trending