36 tahun lalu, bayi pertama hasil dari transfer embrio • Malang Post News
Connect with us

Kesehatan

36 tahun lalu, bayi pertama hasil dari transfer embrio

Avatar

Published

on

Pixabay

Pembuahan in vitro, atau yang biasa di sebut fertilisasi in vitro (IVF) dengan sebutan bayi tabung adalah proses pembuahan sel telur dengan sperma yang dilakukan di luar tubuh wanita. Teknik ini bertujuan untuk menciptakan keberhasilan kehamilan.

Tepat pada hari ini, teknik IVF diterapkan sudah selama 36 tahun lalu, pada 3 Februari 1984 di mana pengumuman hasil dari proses fertilisasi ini berhasil oleh dukungan dari dr. John Buster dan tim penelitinya dari Harbor UCLA Medical Center.

Dilansir dari NBC, proses ini memberikan harapan besar bagi wanita yang mengalami masalah pada genetiknya atau yang tidak bisa menghasilkan sel telur sendiri.

Bayi pertama yang lahir hasil dari transfer embrio ini, berjenis kelamin laki-laki.

“Ia (bayi laki-laki) ini memiliki wajah yang menawan,” ujar dr. John selaku ketua dari tim proses fertilisasi in vitro ini.

Teknik IVF ini juga digunakan dalam surogasi kehamilan seperti kasus di mana seorang wanita ditanam sel telur yang telah dibuahi ke dalam rahim ‘titipan’ wanita lain sehingga anak yang lahir nanti secara genetik tidak ada kaitannya dengan wanita tersebut.

Dikutip dari New York Times, dr. John menggambarkan teknik dari transfer embrio bayi tersebut.

Sebenarnya, sebelum ini, teknik tersebut hanya dilakukan pada ternak.

Proses dari transfer embrio ini tidak memerlukan pembiusan, uji tabung atau pembedahan.

Pada kasus dr. John, pasiennya adalah wanita yang sudah 8 tahun memiliki sejarah infertilitas.

“Dia sangat senang dan memiliki bayi yang sangat cantik,” ujarnya.

Sebanyak 46 transfer dilakukan oleh tim peneliti, dan dia diantaranya telah berhasil.

Wanita kedua yang sedang hamil dari teknik tersebut dikabarkan akan segera melahirkan.

“Kami sangat bangga,” sebut dr. John saat itu.

SUMBER:

Kompas

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Update Corona: 1.868 orang meninggal dunia

Avatar

Published

on

Pixabay

Epidemi dari virus corona atau COVID-19 ini, per Selasa (18/2), telah menewaskan 1.868 orang di seluruh penjuru dunia.

Berdasarkan data tersebut, mayoritas korban jiwa ada di China, di mana negara tersebut adalah pusat dari wabah virus corona.

Dilansir dari CNN, 93 korban jiwa bertambah di Provinsi Hubei, per Senin (17/2). Ini menjadikan di China sendiri ada sebanyak 1.864 orang meninggal dunia.

Selain itu, empat orang lainnya meninggal di luar China. Masing-masing di Jepang, Perancis, Taiwan, dan FIlipina.

Hingga kini sebanyak 73.243 kasus infeksi virus corona terjadi di seluruh dunia.

Sementara, 7.862 orang dinyatakan sembuh dari virus corona di China.

Dikabarkan sebelumnya, bahwa kapal pesiar Jepang dengan nama Diamond Princess, telah dikarantina akibat sebagian besar awak dan penumpang terinfeksi virus corona, diantara 3.000 lebih penumpang, ada 78 orang berkewarganegaraan Indonesia.

Pemerintah kini belum menyatakan rencana untuk pengevakuasian WNI yang terjebak di Diamond Princess.

Teuku Faizasyah, Plt juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memberikan pernyataan bahwa sampai saat ini pihaknya belum memiliki rencana untuk memulangkan ke-78 WNI tersebut.

“Belum ada rencana evakuasi. Informasi sebelumnya dari otoritas Jepang masa karantina akan selesai di tanggal 19 Februari nanti,”

Ia pun memastikan bahwa 78 WNI ini memiliki kondisi yang sehat.

Sebanyak 336 orang dari 3.000 penumpang, dinyatakan terinfeksi virus corona.

Menurut Judha Nugraha, Direktur Perlindungan WNI dan Badan hukum Indonesia Kemenlu, seluruh WNI ini diberikan pilihan untuk pulang atau menetap untuk melanjutkan pekerjannya masing-masing.

 

SUMBER: CNN

Continue Reading

Kesehatan

Akhirnya Lab China angkat suara perihal tudingan sebaran virus corona

Avatar

Published

on

Pixabay

Lembaga penelitian di China angkat suara terhadap tudingan atas mereka yang menjadi penyebab tersebarnya COVID-19 yang kini menyerang ke berbagai negara selain China.

Lembaga penelitian tersebut terletak di Wuhan, Provinsi Hubei, di mana kota tersebut menjadi awal mula penyebaran virus yang mematikan sebanyak 1.775 pasien yang kebanyakan ada di kota tersebut.

Mereka membantah bahwa institusinya adalah sumber dari epidemi COVID-19.

Institut Virologi Wuhan memberikan pernyataan tentang salah satu karyawannya yang pembawa virus tersebut.

“Baru-baru ini ada informasi palsu tentang Huang Yanling, lulusan dari institut kami, yang mengklaim dia adalah pembawa virus (patient zero),” ujar institut tersebut dan kemudian menegaskan bahwa itu tidak benar.

Huang Yanling disebut sebagai mahasiswi dari program pascasarjana Institut Virologi Wuhan hingga 2015 lalu. Ia meninggalkan Wuhan setelah dirinya lulus dan tidak pernah kembali lagi.

Lembaga tersebut menjelaskan Huang Yanling memiliki keadaan tubuh yang sehat dan tidak ada diagnosa virus corona.

Sampai saat ini, pihak yang berwenang di China belum membocorkan identitas pasien pertama yang terinfeksi virus corona. Dilansir South China Morning Post, pada Senin (17/2).

Wu Yuanbin, Pejabat Kementerian Sains dan Teknologi negara tersebut menjelaskan bahwa para peneliti dan para pejabat China yakin virus tersebut mungkin berasal dari kelelawar yang memang dikonsumsi kebanyakan penduduk di China.

Pihak berwenang meyakini bahwa virus tersebut berasal dari pasar makanan laut yang berada di Wuhan. Kesimpulan ini diambil setelah petugas medis yang mengidentifikasi sekelompok pasien yang positif virus corona di Desember lalu. Mereka memiliki reliabilitas pada pasar tersebut.

SUMBER: CNN

Continue Reading

Kesehatan

Observasi karantina Natuna usai, 9 orang akan kembali

Avatar

Published

on

Masa waktu observasi ratusan WNI dalam karantina di Natuna terkait Covid-19 segera usai pada Sabtu (15/2).
Pemerintah Jawa Barat akan menyambut sembilan warganya untuk pulang dari Natuna esok hari.
Diketahui bahwa kesembilan penduduk Jabar dari Wuhan dikarantina dalam rangka langkah antisipatif pemerintah terkait virus yang mematikan tersebut.
Kepala Dinkes Jabar, Berli Hamdani, berkata bahwa kesembilannya ini akan kembali ke daerahnya masing-masing.
“Ada sepuluh, tapi ke Jabar sembilan karena ada satu orang WNA waktu itu ikut rombongan yang diangkut dari tiongkok,” ujar Berli.
Menurut pendapatnya, pemulangan ini akan di komandankan oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, dan juga Kantor Imigrasi.
“Semuanya dari evakuasi sampai pemulangan kewenangan Kemenlu, Kemenkes dan pihak Imigrasi,” tambahnya.
Menurut jadwal, kesembilan warga Jabar akan tiba di Bandara Halim, Jaktim, Sabtu (15/2) serta ratusan warga lainnya.
“Pemerintah provinsi yang warganya dikarantina hanya memantau, tidak terlibat dalam prosedur,” ucap Berli.
Sementara, Dodo Suhendar, Kepala Dinkes Jabar berkata bahwa serah terima jabatan WNI diobservasi di Natuna oleh pemerintah pusat ke Pemda masing-masing daerah. Pihaknya tentu akan tetap membantu.
“Jadi kita sifatnya memantau saja. Kita mengantisipasi adanya penolakan warga. Karena khawatir ada info yang tidak benar,” tutur Dodo.
Dodo menegaskan pada warga Jabar dinyatakan negatif.
“Tentu harapan kami tidak ada lagi dampak sosial. Karena mereka ini sudah melalui observasi negatif,” lanjutnya.
SUMBER: CNN

Continue Reading

Trending