4 tahap diagnosa infeksi nCov • Malang Post News
Connect with us

Kesehatan

4 tahap diagnosa infeksi nCov

Avatar

Published

on

Pixabay

Sejumlah penduduk Indonesia mengkhawatirkan adanya virus corona yang sudah mewabah dari China. Belum lagi di waktu sebelumnya, ada beberapa pasien di sejumlah kota yang memiliki gejala serupa seperti terinfeksi virus corona.

Untungnya, tidak ada yang mendapatkan hasil diagnosa positif terinfeksi.

Tentu ada juga yang mempertanyakan bagaimana proses diagnosa terhadap pasien yang diduga terinfeksi virus. Kemenkes RI berkata ada sebanyak empat tahap diagnosis yang perlu dipahami oleh semua.

“Ada empat tahapan, ini penting diketahui terkait penanggulangan serta penanganan pasien virus corona nantinya,” ujar Anung Sugihantono, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Jakarta, Kamis (30/1).

Tahapannya adalah people under observation, suspect, probable, dan confirm.

Ia menjelaskan pada tahapan people under observation artinya adalah pemantauan pasien. Sedangkan untuk suspect adalah pasien yang dalam pengawasan.

Pasien dalam pantauan artinya ia sempat mendatangi daerah yang terkena wabah virus atau Wuhan dan kini keadaannya sehat, tanpa keluhan. Ketika meninggalkan Wuhan dinyatakan kondisi sehat.

Apabila orang itu datang atau asalnya dari Wuhan dan mengalami batuk serta gejala lainnya, maka akan masuk ke kategori pasien pengawasan virus corona.

“Untuk perlakuan terhadap keduanya juga beda. Kalau orang dalam pantauan mendarat di sini, maka akan dipasangkan alat pengukur suhu lengkap dulu,” ujarnya.

Tetapi, jika pasien kemudian tergolong dalam tahapan pengawasan, maka ia perlu masuk ke ruang isolasi atau karantina.

Pengertian isolasi dan karantina pun harus dibedakan. Karantina adalah suspect yang masih bisa hidup ke luar, tapi interaksi dengan orang lain tidak dibolehkan.

Sementara, isolasi adalah pasien yang ada di ruang khusus, mendapatkan perawatan khusus, dan diperlakukan dengan khusus.

Pasien dipantau selama 24 jam perihal darah, napas, dan suhu tubuh.

Ada juga tahapan diagnosa lainnya yaitu tahap mungkin atau probable dan confirm. “Probable” adalah tahap pasien diperiksa lanjut dari tahap “suspect“.

“Jika nanti dinyatakan ada virus corona maka akan masuk kategori confirm atau positif terinfeksi,” katanya.

SUMBER: Antara

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kesehatan

Proses karantina COVID-19, Rusia pakai Face Recognition

Avatar

Published

on

Untuk memisahkan dan mengkarantina warganya yang postif COVID-19, Rusia menggunakan teknologi facial recognition atau pengenal wajah.
Hal tersebut bertujuan untuk memastikan warganya yang dikarantina untuk tetap berdiam diri di rumah atau hotelnya masing-masing.
Dilansir dari Reuters, Rusia melarang warga China untuk masuk ke negaranya sementara waktu ini guna mencegah penyebaran virus yang sedang mewabah sejak Desember 2019.
Sergei Sobyanin, Wali Kota Moscow berkata bahwa sebanyak 2.500 orang Rusia yang telah kembali pulang dari China diperintahkan diam di rumah untuk dikarantina. Agar tidak keluar rumah, saat ini lah Rusia menggunakan teknologi facial recognition tersebut.
“Kepatuhan terus dipantau, termasuk dengan bantuan sistem pengenal wajah dan langkah dalam teknis lain,” ucapnya pada situs resmi pemerintah Rusia.
Sejak bulan lalu, Rusia menggunakan teknologi tersebut untuk keamanan di Moscow.
Pasalnya, satu orang pasien wanita di St. Petersburg beberapa waktu yang lalu kabur dari RS. Meski sudah diberi perintah untuk masuk ke karantina, namun, kekuatan dari program karantina Rusia tersebut dipertanyakan.
Sejauh ini, Rusia memiliki data sebanyak dua orang yang berasal dari China postifi COVID-19 dan sudah dinyatakan sembuh.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Berita

Update Corona: 2.345 kematian dan 76.288 kasus

Avatar

Published

on

wikipedia

Per Jumat, 21 Februari tercatat penambahan kasus infeksi virus corona di daratan China sebanyak 397 kasus. Dengan jumlah yang tercatat ini, terdapat penurunan kasus dibandingkan hari sebelumnya sebesar 889 kasus.

Maka, menurut data, penyebaran virus corona hingga saat ini yang sudah dikonfirmasi mencapai 76.288 kasus di seluruh dunia.

Di hari yang sama, Jumat (21/2), angka kematian akibat dari COVID-19 mencapai 2.345 korban jiwa.

Provinsi yang menjadi pusat penyebaran wabah, Hubei telah melaporkan angka kematian baru sebanyak 106 korban jiwa. Sedangkan, di Wuhan yang sebagai ibu kotanya, penduduknya sebanyak 90 orang meninggal dunia.

 

SUMBER: ANTARA

Continue Reading

Kesehatan

Update corona: 2.120 korban jiwa karena COVID-19

Avatar

Published

on

hellosehat

Hingga Kamis (20/2), jumlah orang yang meninggal dunia karena terinfeksi virus corona menjadi sebanyak 2.120 jiwa di seluruh dunia.

Sampai saat ini, sebagian besar dari jumlah tersebut terjadi pada warga China, terkhusus kota Wuhan yang diduga menjadi asal muasal wabah virus tersebar.

Dilansir CNN, di daratan China sendiri, sebanyak 2.112 jiwa meninggal dunia. Sementara, delapan korban lainnya terjadi di enam negara lain. Sebanyak dua orang meninggal di Iran, dua orang di Hong Kong, satu orang masing-masing di Taiwan, Jepang, Perancis, dan Filipina.

Jumlah ini muncul setelah China mengonfirmasi angka kematian terbaru, sebanyak 108.

Menurut pendapat AFP, sebanyak 615 kasus yang terinfeksi virus corona dilaporkan oelh pejabat Kesehatan Hubei. Selain itu, 13 lainnya dari provinsi lain.

Dengan 74.000 lebih kasus yang terinfeksi COVID-19 di China, ini menjadikan total sebanyak 76.262 kasus termasuk kasus di sejumlah negara lain.

Dibanding hari Rabu (19/2), tingkat kasus virus corona menurun menjadi 1.693 orang.

Selain negara Tirai Bambu, Jepang menjadi negara kedua dengan korban terbanyak. Setelah peristiwa karantina kapal pesiar yang berlayar dari perairan Yokohama, yang memakan dua orang meninggal dunia karena terinfeksi virus corona.

Per Kamis (20/2), jumlah penumpang dari Diamon Princess yang terinfeksi virus corona bertambah menajdi 621 orang.

Diantara 621 orang tersebut, 4 orang WNI yang bekerja sebagai kru kapal pesiar terinfeksi virus corona.

 

SUMBER: CNN

Continue Reading

Trending