Pencarian vaksin nCov menemukan titik terang • Malang Post News
Connect with us

Kesehatan

Pencarian vaksin nCov menemukan titik terang

Avatar

Published

on

Pixabay

Wabah virus corona akhir-akhir ini semakin menyebar ke beberapa negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Australia, Singapura, hingga Jerman dan memakan puluhan korban jiwa.

Namun begitu, para ahli dan peneliti tidak menyerah untuk meneliti dengan tujuan untuk menemukan vaksin untuk virus nCov tersebut.

Ini adalah langkah pertama yang sudah dilakukan oleh para peneliti untuk menghentikan wabah virus corona.

Para peneliti di China yang ada di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah berhasil mengidentifikasi virus.

“Kami mengisolasi virus dan menganalisis susunan genetiknya,” ungkap Xu Wenbo, CDC China, dikutip dari Deutsche Welle.

Langkah berikutnya yang juga penting yaitu memahami virus corona dan mencari tahu cara untuk menghentikannya.

Selain penelitian di China, beberapa penelitian dilakukan juga oleh negara Amerika Serikat, Australia dan yang lainnya untuk mengupayakan penemuan vaksin virus.

Di National Institute of Health, Amerika Serikat sudah membentuk tim untuk pengembangan vaksin. Kepala tim, Anthony Fauci, berkata ada dua vaksin dasar untuk jenis virus serupa corona (MERS dan SARS) yang bisa tepa untuk segera menemukan vaksin virus baru ini.

Para peneliti dari tim tersbeut mengambil sampel virus yang tidak terlalu berbahaya (flu biasa) dan menambah unsur nCov untuk memicu reaksi sistem kekebalan tubuh,

Fauci dan tim akan memulai dari uji klinis vaksin terhadap manusia dalam tiga bulan kedepan.

Sementara kelompok peneliti dari Australia, University of Queensland yang dikepalai oleh Keith Chappel ikut mengembangkan vaksin. Keith dan tim memakai metode klem molekuler yang sudah terbukti adalah cara yang efektif untuk melawan virus yang berbahaya seperti MERS, SARS dan Ebola saat di dalam uji laboratorium.

Sementara menunggu penemuan vaksin, peneliti juga mempertimbangkan terhadap pengobatan antivirus. Mengutip dari Live Science, ketika sejumlah pasien di China yang dirawat di rumah sakit dengan obat-obatan termasuk Redemsivir. Ini merupakan obat yang pada awalnya dikembangkan untuk penyembukan virus Ebola.

Ada pula obat Kaletra/Aluvia dari dua antivirus yang terpisah seperti ritonavir dan lopinavir.

Pendekatan untuk melawan nCov lain adalah antibodi monoklonal yang bisa mengaktifkan reaksi kimia imunologis dalam tubuh.

Pakar imun dari Amerika Serikat, Herbert Virgin dari Vir Biotechnology berkata bahwa perusahaannya selama ini telah mengembangkan antibodi yang sudah terbukti efektif untuk melawan MERS dan SARS setelah diuji laboratorum. Beberapa diantaranya dilaporkan bisa menetralkan nCov. “Mungkin saja mereka juga bisa mengobati virus Wuhan,” ujarnya.

SUMBER: CNN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Update Corona: 1.868 orang meninggal dunia

Avatar

Published

on

Pixabay

Epidemi dari virus corona atau COVID-19 ini, per Selasa (18/2), telah menewaskan 1.868 orang di seluruh penjuru dunia.

Berdasarkan data tersebut, mayoritas korban jiwa ada di China, di mana negara tersebut adalah pusat dari wabah virus corona.

Dilansir dari CNN, 93 korban jiwa bertambah di Provinsi Hubei, per Senin (17/2). Ini menjadikan di China sendiri ada sebanyak 1.864 orang meninggal dunia.

Selain itu, empat orang lainnya meninggal di luar China. Masing-masing di Jepang, Perancis, Taiwan, dan FIlipina.

Hingga kini sebanyak 73.243 kasus infeksi virus corona terjadi di seluruh dunia.

Sementara, 7.862 orang dinyatakan sembuh dari virus corona di China.

Dikabarkan sebelumnya, bahwa kapal pesiar Jepang dengan nama Diamond Princess, telah dikarantina akibat sebagian besar awak dan penumpang terinfeksi virus corona, diantara 3.000 lebih penumpang, ada 78 orang berkewarganegaraan Indonesia.

Pemerintah kini belum menyatakan rencana untuk pengevakuasian WNI yang terjebak di Diamond Princess.

Teuku Faizasyah, Plt juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memberikan pernyataan bahwa sampai saat ini pihaknya belum memiliki rencana untuk memulangkan ke-78 WNI tersebut.

“Belum ada rencana evakuasi. Informasi sebelumnya dari otoritas Jepang masa karantina akan selesai di tanggal 19 Februari nanti,”

Ia pun memastikan bahwa 78 WNI ini memiliki kondisi yang sehat.

Sebanyak 336 orang dari 3.000 penumpang, dinyatakan terinfeksi virus corona.

Menurut Judha Nugraha, Direktur Perlindungan WNI dan Badan hukum Indonesia Kemenlu, seluruh WNI ini diberikan pilihan untuk pulang atau menetap untuk melanjutkan pekerjannya masing-masing.

 

SUMBER: CNN

Continue Reading

Kesehatan

Akhirnya Lab China angkat suara perihal tudingan sebaran virus corona

Avatar

Published

on

Pixabay

Lembaga penelitian di China angkat suara terhadap tudingan atas mereka yang menjadi penyebab tersebarnya COVID-19 yang kini menyerang ke berbagai negara selain China.

Lembaga penelitian tersebut terletak di Wuhan, Provinsi Hubei, di mana kota tersebut menjadi awal mula penyebaran virus yang mematikan sebanyak 1.775 pasien yang kebanyakan ada di kota tersebut.

Mereka membantah bahwa institusinya adalah sumber dari epidemi COVID-19.

Institut Virologi Wuhan memberikan pernyataan tentang salah satu karyawannya yang pembawa virus tersebut.

“Baru-baru ini ada informasi palsu tentang Huang Yanling, lulusan dari institut kami, yang mengklaim dia adalah pembawa virus (patient zero),” ujar institut tersebut dan kemudian menegaskan bahwa itu tidak benar.

Huang Yanling disebut sebagai mahasiswi dari program pascasarjana Institut Virologi Wuhan hingga 2015 lalu. Ia meninggalkan Wuhan setelah dirinya lulus dan tidak pernah kembali lagi.

Lembaga tersebut menjelaskan Huang Yanling memiliki keadaan tubuh yang sehat dan tidak ada diagnosa virus corona.

Sampai saat ini, pihak yang berwenang di China belum membocorkan identitas pasien pertama yang terinfeksi virus corona. Dilansir South China Morning Post, pada Senin (17/2).

Wu Yuanbin, Pejabat Kementerian Sains dan Teknologi negara tersebut menjelaskan bahwa para peneliti dan para pejabat China yakin virus tersebut mungkin berasal dari kelelawar yang memang dikonsumsi kebanyakan penduduk di China.

Pihak berwenang meyakini bahwa virus tersebut berasal dari pasar makanan laut yang berada di Wuhan. Kesimpulan ini diambil setelah petugas medis yang mengidentifikasi sekelompok pasien yang positif virus corona di Desember lalu. Mereka memiliki reliabilitas pada pasar tersebut.

SUMBER: CNN

Continue Reading

Kesehatan

Observasi karantina Natuna usai, 9 orang akan kembali

Avatar

Published

on

Masa waktu observasi ratusan WNI dalam karantina di Natuna terkait Covid-19 segera usai pada Sabtu (15/2).
Pemerintah Jawa Barat akan menyambut sembilan warganya untuk pulang dari Natuna esok hari.
Diketahui bahwa kesembilan penduduk Jabar dari Wuhan dikarantina dalam rangka langkah antisipatif pemerintah terkait virus yang mematikan tersebut.
Kepala Dinkes Jabar, Berli Hamdani, berkata bahwa kesembilannya ini akan kembali ke daerahnya masing-masing.
“Ada sepuluh, tapi ke Jabar sembilan karena ada satu orang WNA waktu itu ikut rombongan yang diangkut dari tiongkok,” ujar Berli.
Menurut pendapatnya, pemulangan ini akan di komandankan oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, dan juga Kantor Imigrasi.
“Semuanya dari evakuasi sampai pemulangan kewenangan Kemenlu, Kemenkes dan pihak Imigrasi,” tambahnya.
Menurut jadwal, kesembilan warga Jabar akan tiba di Bandara Halim, Jaktim, Sabtu (15/2) serta ratusan warga lainnya.
“Pemerintah provinsi yang warganya dikarantina hanya memantau, tidak terlibat dalam prosedur,” ucap Berli.
Sementara, Dodo Suhendar, Kepala Dinkes Jabar berkata bahwa serah terima jabatan WNI diobservasi di Natuna oleh pemerintah pusat ke Pemda masing-masing daerah. Pihaknya tentu akan tetap membantu.
“Jadi kita sifatnya memantau saja. Kita mengantisipasi adanya penolakan warga. Karena khawatir ada info yang tidak benar,” tutur Dodo.
Dodo menegaskan pada warga Jabar dinyatakan negatif.
“Tentu harapan kami tidak ada lagi dampak sosial. Karena mereka ini sudah melalui observasi negatif,” lanjutnya.
SUMBER: CNN

Continue Reading

Trending