Menggunakan ponsel ketika berkendara motor akan ditilang elektronik
Connect with us

Kriminal

Menggunakan ponsel ketika berkendara motor akan ditilang elektronik

Avatar

Published

on

Pixabay

Sistem baru penilangan elektronik kendaraan kini diberlakukan juga tidak hanya pada mobil, tetapi juga pada motor. Direktorat Lalin Polda Metro Jaya akan menyasar tilang elektronik pada para pengendara motor yang mengendarai sambil menggunakan ponsel. Hukuman yang berlaku bisa berbentu denda atau kurungan penjara.

Sistem tersebut akan dimulai pada 1 Februari 2020 dimulai di wilayah jalan Thamrin-Sudirman juga koridor 6 Trans Jakarta. Tilang elektronik ini akan dipantau dengan Electronic Traffic Law Enforcement.

“Mereka, para pengendara motor yang berkendara sambil mengetik atau menelepon akan kena tilang,” ujar Yusuf saat ditemui di Polda Metro Jaya, hari Senin 27 Januari.

Ia menghawatikan jika konsentrasi pengendara terganggu karena ponsel. Jika hal tersebut terjadi, maka akan terkena denda sebesar Rp750.000 atau ancaman kurungan penjara selama tiga bulan.

Hal ini merujuk pada Pasal 283 UU no. 22 tahun 2009. Hukuman tidak hanya diterapkan pada pengendara motor tetapi juga pada pengendara mobil dan kendaraan bermotor lain.

Para pengendara motor yang melanggar marka, tidak mematuhi rambu lalu lintas, tidak mengenakan helm akan dipantau oleh ETLE.

“Tiga pelanggaran tersebut kita fokuskan karena jadi salah satu penyebab macet,” lanjutnya.

Pihak kepolisian akan menilang langsung di tempat ketika sistem diterapkan di awal bulan Februari.

Yusuf pun menjelaskan mekanisme penilangan. Sama halnya dengan menilang kendaraan beroda empat, dimulai dari mengirim sebuah pemberitahuan pada pemilik kendaraan, sampai pada pemblokiran STNK jika tidak membayar denda sampai 14 hari.

AKBP Fahri Siregar, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya berkata denda tilang akan bervariasi tergantung pada pelanggaran yang langgar.

Merujuk pada UU no. 22 tahun 2009 perihal Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggaran tidak mengenakan helm didenta Rp250.000. Pelanggaran pada marka jalan didenda Rp500.000 dan ancaman kurungan penjara selama dua bulan.

Sejak tahun 2019, Polda Metro Jaya telah menempatkan ETLE di beberapa titik. Kamera tersebut juga mempunyai fitur khusus.

Fitur tersebut adalah bisa mendeteksi pemakaian sabuk pengaman pada kendaraan mobil, pengemudi yang menggunakan ponsel saat mengendarai kendaraan, plat nomor genap-ganjil, juga kecepatan kendaran. Dengan fitur-fitur tersebut diharapkan para pengendara dan pengguna jalan bisa semakin mematuhi aturan lalu lintas.

SUMBER: CNN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kriminal

Wanita Thailand menjadi sasaran tembak terduga oleh mantan kekasih

Avatar

Published

on

Pixabay

Seorang wanita Thailand tewas ditembak oleh seorang pria yang diduga sebagai mantan kekasihnya. Peristiwa tersebut terjadi di salah satu mal di Bangkok, pada Selasa (18/2).

Kolonel Bavornphob Sunthornraekha dari kepolisian Thailand menilai penembakan ini adalah sebuah ‘masalah pribadi’ dengan latar belakang rasa cemburu dalam hubungan.

“(Kejadian) ini diakibatkan kecemburuan. Bukan insiden lanjutan (penembakan di mall Probinsi Nakhon Ratchasima),” ucap Bavornphob.

Pihak kepolisian melaporkan bahwa peristiwa ini terjadi di dalam klinik kosmetik yang ada di dalam mal, Century.

Pria yang diduga adalah kekasihnya menerobos masuk dan langsung menembak wanita tersebut. Pria ini menuding bahwa kekasihnya berselingkuh.

Peristiwa ini juka melukai satu orang wanita lainnya. Hingga kini, pihak yang berwenang belum bisa memberikan identitas korban yang luka maupun yang meninggal. Motif hubungan keiganya masih belum diketahui.

Pelaku juga masih menjadi buronan. Peristiwa tersebut terjadi setelah 10 hari penembakan massal oleh tentara di mal Provinsi Nakhon Ratchasima, Sabtu (8/2). Aksi penembakan ini memakan 29 jiwa meninggal dunia.

Dilansir AFP, dengan tegas Bavornphob berkata bahwa penembakan ini bukanlah insiden yang serupa seperti yang ada di Nakhon Ratchasima.

Penduduk Thailand memang mudah untuk mendapatkan senjata. Penembakan yang didasari masalah pribadi seperti ini hingga masalah keluarga sering terjadi di Thailand.

Tetapi, peristiwa penembakan yang terjadi di Nakhon Ratchasima memicu amarah dari publik pada militer karena dinilai tidak bisa mengantisipasi atas aksi pelaku tembak yang telah mencuri senapan sebelum aksinya dimulai.

Pelaku, dari akun Facebooknya mengaku bahwa dirinya kecewa atas perlakuan yang tidak adil padanya oleh komandan. Ia pun menyempatkan untuk mengunggah video dari aksi penembakan sebelum dirinya sembunyi selama 17 jam dalam mal.

 

SUMBER: CNN

Continue Reading

Kriminal

Mayat bayi ditemukan di tempat sampah, Kalimantan Tengah

Avatar

Published

on

Pixabay

Penemuan mayat bayi ini ditemukan oleh warga dari Kuala Kapuas, Kab. Kapuas, Kalimantan Tengah.

Bayi tersebut ditemukan di pembuangan sampah pukul 23.30 WIB, pada Sabtu (15/2) malam hari, Jalan Tjilik Riwut.

Saat ditemukan terlihat seperti mengkilap, maka warga menghampiri dan segera melapor pada warga lain dan pihak kepolisian setempat.

“Saat saya membuang sampah, ada benda berkilap. Ketika saya periksa dengan senter, ternyata orok bayi,” ucap Muhammad Kharil Anwar, warga dari Kelurahan Selat Dalam, Kuala Kapuas, pada Minggu (16/2).

Diduga bahwa bayi tersebut meninggal dunia dan dibuang.

Tidak memakan waktu lama, beberapa petugas dari Polsek Selat mendatangi lokasi penemuan mayat bayi tersebut.

Pihak kepolisian kemudian membawanya ke RSUD dr Soemarno Sostroarmodjo untuk menjalankan pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga saat ini, pihak RSUD dr Soemarno Sostroarmodjo dan kepolisian belum memberikan informasi apapun terkait penemuan bayi ini.

SUMBER: Suara

Continue Reading

Kriminal

Rektor Perguruan Tinggi India perintahkan mahasiswinya buka celana

Avatar

Published

on

Pixabay

India memiliki peraturan dalam kepercayaannya yang ketat untuk perempuan yang sedang haid dilarang untuk memasuki kuil dan dapur.

Pada Asrama di distrik Kutch, Gujarat, sebanyak 60 mahasiswi dipaksa untuk telanjang oleh pengurus dengan tujuan untuk membuktikan bahwa mereka tidak sedang haid.

Aksi pelecehan ini dilakukan pengurus asrama karena ada laporan seorang perempuan yang masuk dapur dan kuil saat sedang haid. Dilansir dari The Hindu, pada Jumat tempo hari.

Berdasarkan dari keterangan yang diberikan polisi setempat, pelecehan ini diperintahkan oleh rektor dan kepala sekolah Shree Sahajanand Girls Institute, lembaga yang dimiliki kuil Swaminarayan, Selasa (11/2).

Beberapa gadis mengeluh karena terhina dan terkejut. Mereka melaporkan hal ini pada media lokal di Bhuj, distrik Kutch, hari Kamis (13/2). Sebagian besar mahasiswi tersebut berasal dari desa sekitar distrik Kutch.

“Apa yang terjadi adalah hal yang patut dihukum,” ujar Pravin Pindoria, wali amanat SSGI.

Tetapi, beberapa otoritas dari asrama sudah mempertahankan norma sekte untuk menjauhkan wanita yang sedang haid dari dapur dan kuil.

Seorang mahasiswi mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi di dalam asrama yang berada di kampus SSGI.

Sementara, Komisi Wanita Negara Bagian sudah memberikan perintah untuk menyelidiki insiden tersebut.

“Saya telah berbicara dengan polisi setempat mengenai insiden itu dan tindakan tegas akan dimulai,” ucap Leela Ankolia, Komisi Wanita Negara Bagian.

Kemudian, dari Komisi Nasional untuk Perempuan telah ikut serta mencari laporan.

“Kami telah mengirim tim polisi di bawah inspektur wanita untuk berbicara dengan gadih-gadis itu dan sedang dalam proses pengajuan tuntutan. Meski gadis-gadis tersebut tidak siap untuk maju, kami yakin bahwa setidaknya satu gadis akan maju untuk mengajukan tuntutan,” ucap Saurabh Tolumbia, Inspektur Polisi Kutch West.

Gujarat Nitin Patel, Wakil Kepala Menteri dan Amit Chavda, Ketua Kongres Negara sangat menyesali atas insiden ini. Patel berkata bahwa Departemen Pendidikan perlu ambil tindakan.

Chavda menuntut pada pemerintah negara bagian untuk memerintahan penyelidikan dan segera menangkap semua pihak yang bertanggung jawab atas tindakan yang menurunkan martabat gadis-gadis SSGI.

 

SUMBER: Suara

 

Continue Reading

Trending