iPhone harga murah diperkirakan meluncur awal Maret
Connect with us

Ekonomi

iPhone harga murah diperkirakan meluncur awal Maret

Avatar

Published

on

Pixabay

Distributor Apple dikabarkan merencanakan untuk memulai rakit iPhone terbaru yang murah di bulan Februari, kira-kira akan rilis di awal bulan Maret.

Tugas perakitan perangkat baru ini akan dibagi ke Pegatron Corp, Hon Hai Precision Industry, juga Winstron Corp, Bloomberg, hari Rabu (22/1).

Perangkat ini akan menjadi model pertama dari iPhone dengan harga yang murah sejak dirilisnya iPhone SE. Smartphone ini dikabarkan akan mirip dengan iPhone 8, di mana ia rilis tahun 2017, berlayar 4,7 inci.

iPhone 8 masih di pasaran, sekarang dibanderol harga USD 449, sementara itu disributor Apple Indonesia, iBox memberikan harga untuk iPhone 8 sebesar Rp8.499 juta. iPhone SE dijual Apple dengan harga USD 399 (setara Rp4,6 juta) saat ponsel mulai diluncurkan di 2016.

Ponsel terbaru ini diharapkan mempunyai Touch ID yang ada di home button, tetap khas teknologi Apple dibanding sensor sidik jari yang ada di dalam layar Android.

Ponsel ini dikabarkan tidak memiliki Face ID, tapi akan menggunakan prosesor yang sama dengan iPhone 11, ponsel andalan Apple.

iPhone ini terbukti menjadi ponsel populer pada konsumen karena harganya yang terjangkau, seperti iPhone 11 yang dijual lebih murah USD 50 dibanding harga Apple biasa patok.

Permintaan yang kuat untuk ponsel ini mendorong Apple untuk meminta pada Taiwan Semiconductor Manufacturing Co agar lebih banyak buat chip di kuartal ini.

Apple telah merencanakan untuk meluncurkan iPhone jenis high-end yang akan dirilis pada tahun ini, dengan spesifikasi fitur 5G, kamera belakang dengan kemampuan 3D, dan prosesor yang lebih cepat.

Penawaran harga yang murah ini bisa membantu Apple untuk bersaing lebih baik di pasar paling kompetitif dan berkembang cepat, terkhusus India karena iPhone susah dijual karena Android di negara tersebut lebih laku dengan harga jual di bawah dari USD 200.

Perusahaan teknologi berbasis di California, mengharap bahwa pengiriman handset akan tumbuh kembali di tahun ini, setelah menargetkan pengiriman sebanyak 200 juta unit lebih di tahun 2020 ini. Juga, pengganti dari iPhone SE akan memerankan peran penting dalam target tersebut.

SUMBER: Antara

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

Indonesia bukan negara berkembang lagi

Avatar

Published

on

Amerika Serikat telah mencoret Indonesia dari daftar negara-negara berkembang.
Keputusan ini dinilai akan memiliki dampak buruk untuk Indonesia ke depannya, menurut Fithra Faisal Hastiadi, Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia.
“Dalam konteks ini saya rasa pertimbangannya lebih ke politisi daripada teknis yaitu ingin mengeluarkan Indonesia dari fasilitas yang biasa diterima negara berkembang,” ucap Fithra, di Jakarta pada Minggu (23/2).
Ia berkata bahwa ada sejumlah ketentuan dalam klasifikasi negara untuk menjadi sebuah negara maju. Salah satunya diambil dari penilaian sektor industrinya yang setidaknya berkontribusi minimum 30% untuk GDP (Gross Domestic Product).
“Jika dilihat dari ukuran negara maju Indonesia belum termasuk sana karena negara maju berkontribusi industrinya terhadap GDP diatas 30%,” jelasnya.
Fithra berpendapat meski saat ini kontribusi industri di negara maju turun terhadap GDP, tetapi negara tersebut berhasil melalui tahap negara industri maka bisa dikategorikan menjadi negara maju.
“Setelah melewati tahap itu baru bisa masuk kategori developed. Meskipun sekarang negara maju kontribusi industri ke GDP turun tapi mereka bisa melewati tahapan sebagai negara industri,” tambahnya.
Ketentuan negara yang bisa disebut sebagai negara maju ialah dengan menilai pendapatan per kapitanya yang posisinya harus di atas 12 ribu dolar Amerika Serikat per tahunnya.
Diketahui, pendapatan per kapita Indonesia hanya mencapai USD 4 ribu per tahunnya.
“Ditambah lagi dengan HDI (Human Development Index) kalau sudah diatas 0,85, sudah termasuk negara maju tapi kita masih di 0,7. Sebenarnya ini sudah baik tapi belum bisa masuk kategori negara maju,”
Maka itu, dengan dicabutnya status negara berkembang dari julukan Indonesia akan menyebabkan Indonesia tidak menerima lagi fasilitas ODA (Official Development Assistance) yang menjadi alternatif pembiayaan untuk melaksanakan pembangunan ekonomi dan sosial.
Fithra sebut dengan ODA, negara berkembang juga mendapatkan bunga rendah dalam hutang negara.
Dampak terburuk akan sangat terasa pada sektor perdagangan karena Indonesia memungkinkan untuk menjadi subjek tarif yang tinggi karena tidak lagi diberi fasilitas sebagai negara yang berkembang.
Ia menyarankan pada pemerintah untuk bisa menyiapkan strategi dalam menghadapi hal ini.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Ekonomi

Emas Antam melambung hingga Rp804.000/gr

Avatar

Published

on

wikipedia

Harga emas Antam naik Rp11.000 di hari Sabtu (22/2). Di waktu sebelumnya, harga emas Antam berada di posisi Rp793.000 per gram. Dengan begitu, harga beli emas kini mencapai Rp804.000 per gram.

Selain itu, buy back atau harga jual naik sebesar Rp11.000, sehingga menjadi Rp725.000 per gram.

Dengan potongan pajak sesuai PMK No. 34/PMK.10/2017, harga jual emas Antam yang memiliki nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan pajak PPh 1,5% yang diperuntukan pemegang NPWP. Sedangkan yang tidak memiliki NPWP sebesar 3%.

Berikut ini adalah daftar harga Logam Mulia Antam:

  1. Emas 0,5 gr = Rp426.500
  2. Emas 1 gr = Rp804.000
  3. Emas 2 gr = Rp1.557.000
  4. Emas 3 gr = Rp2.314.000
  5. Emas 5 gr = 3.840.000
  6. Emas 10 gr = Rp7.615.000
  7. Emas 25 gr = Rp18.930.000
  8. Emas 50 gr = Rp37.785.000
  9. Emas 100 gr = Rp75.500.000
  10. Emas 250 gr = Rp188.500.000
  11. Emas 500 gr = Rp376.800.000
  12. Emas 1.000 gr = Rp753.600.000

Selain itu, harga beli emas batangan dikenakan pajak PPh 22, 0,45% untuk pemegang NPWP, dan untuk non-NPWP sebesar 0,9%.

 

Sumber: ANTARA

Continue Reading

Ekonomi

Kurs Rupiah menguat Rp13.660 per dolar AS

Avatar

Published

on

Sore ini, mata uang Indonesia menguat di posisi Rp13.660 per satu dolar Amerika Serikat, Senin (17/2). Angka ini menguat sebesar 0,24% dibandingkan sebelumnya pada hari Jumat (14/2).

Selain itu, mayoritas mata uang di wilayah Asia melemah melawan dolar AS. Sebanyak 0,21% Peso Filipina melemah, sedangkan Ringgit Malaysia melemah 0,14% dan Won Korea 0,06%.

Data kurs yang dimiliki Bank Indonesia JISDOR (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) rupiah berada di Rp13.693/$1 AS yang menurun dibanding Rp13.707 pada hari Jumat.

Pelemahan Yen Jepang ikut turun 0,05%. Sementara masing-masing dolar Taiwan dan Baht Thailand melemah 0,03% pada dolar AS.

Namun, nilai tukar Lira Turki menguat 0,27%, diikuti dolar Singapura sebesar 0,18%, 0,09% pada Yuan China. Hanya, dolar Hong Kong melemah sebesar 0,03%.

Dibandingkan negara maju seperti negara tetangga AS, Kanada dan menyebrangi samudera, Australia yang nilai tukarnya menguat, Poundsterling Inggris melemah 0,04%. dolar Kanada dan dolar Australia masing-masing menguat 0,09% dan 0,17%.

Untuk mata uang Euro, ia menguat sebesar 0,14% terhadap dolar AS.

Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, Analis Binaartha Sekurita memberikan penilaian terhadap penguatan pada rupiah ini dikarenakan wabah virus corona yang negara-negara maju lain keluarkan kebijakan terhadap ekonomi negara.

Dalam kesempatan yang lain, ia mengatakan bahwa para pelaku pasar sangat menyayangkan atas peristiwa virus corona yang menyebar secara cepat, yang kemudian memengaruhi defisit neraca dalam perdagangan.

“Meski begitu, kebijakan stimulus yang dilakukan oleh negara-negara perekonomian maju masih disikapi positif oleh seluruh pelaku pasar,” ujar Nafan, Senin (17/2).

Selain itu, ia sebut kinerja pada dolar AS hari ini sangat terbatas, ini juga bisa dikarenakan President’s Day di sana, dengan begitu pasar di Amerika Serikat cenderung sepi.

SUMBER: CNN

Continue Reading

Trending