Gerakan makan telur di Sukabumi cegah stunting • Malang Post News
Connect with us

Ekonomi

Gerakan makan telur di Sukabumi cegah stunting

Avatar

Published

on

Pixabay

Sukabumi meluncurkan program konsumsi telur agar menekan angka dari kondisi stunting. Stunting adalah kondisi anak yang memiliki tinggi yang lebih rendah dibanding standar pada usianya. Gerakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan gizi yang didapat pada anak-anak.

Launching gerakan konsumsi daging ayam dan telur yang bertempat di Posyandu Gatot Kaca, Jl. Kolabereus Salaeurih, Kel. Dayeuhluhur, Kec. Warudoyong, pada hari Rabu 22 Januari. “Upaya ini untuk membebaskan kota Sukabumi dari stunting,” ujar Achmad Fahmi, Walkot Sukabumi.

Gerakan ini disebut oleh Fahmi adalah pemberian asupan yang bergizi dengan memberikan protein hewani dari telur ayam. Langkah ini dilakukan supaya anak dan cucu tumbuh berkembang dengan normal.

Program tersebut menurut Fahmi, dari setiap posyandu akan diberikan satu peti penuh telur ayam, sebanyak 200 butir. Maka nanti, satu anak akan dapat sebanyak dua butir telur dan semuanya diberi pada anak supaya mendapat asupan makanan bergizi dengan lebih baik dan tumbuh dengan normal seperti yang diharap semua orang tua.

Ia berkata bahwa bantuan program CSR tersebut capai sebanyak 12 peti dalam satu bulan atau artinya ada 2.400 butir telur dalam satu tahun. “Targetnya anak Sukabumi makin sehat dan kasus stunting di Sukabumi bisa dituntaskan,” tambahnya.

Berdasarkan info yang diperoleh oleh Fahmi, Sukabumi masih memiliki kasus stunting pada beberapa wilayah. Ia kemudian berharap bahwa kota Sukabumi bebas dari peristiwa stunting.

Kardina Karsoedi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Sukabumi, ikut berpendapat bahwa gerakan ini mendapatkan dukungan dari distributor telur yang dipasok satu bulan sekali antara hari Rabu dan Sabtu.

Telur-telur tersebut didistribusi melewati Pemerintah Kota Sukabumi dan disambung ke warga.

SUMBER: Republika

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

Kurs Rupiah menguat Rp13.660 per dolar AS

Avatar

Published

on

Sore ini, mata uang Indonesia menguat di posisi Rp13.660 per satu dolar Amerika Serikat, Senin (17/2). Angka ini menguat sebesar 0,24% dibandingkan sebelumnya pada hari Jumat (14/2).

Selain itu, mayoritas mata uang di wilayah Asia melemah melawan dolar AS. Sebanyak 0,21% Peso Filipina melemah, sedangkan Ringgit Malaysia melemah 0,14% dan Won Korea 0,06%.

Data kurs yang dimiliki Bank Indonesia JISDOR (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) rupiah berada di Rp13.693/$1 AS yang menurun dibanding Rp13.707 pada hari Jumat.

Pelemahan Yen Jepang ikut turun 0,05%. Sementara masing-masing dolar Taiwan dan Baht Thailand melemah 0,03% pada dolar AS.

Namun, nilai tukar Lira Turki menguat 0,27%, diikuti dolar Singapura sebesar 0,18%, 0,09% pada Yuan China. Hanya, dolar Hong Kong melemah sebesar 0,03%.

Dibandingkan negara maju seperti negara tetangga AS, Kanada dan menyebrangi samudera, Australia yang nilai tukarnya menguat, Poundsterling Inggris melemah 0,04%. dolar Kanada dan dolar Australia masing-masing menguat 0,09% dan 0,17%.

Untuk mata uang Euro, ia menguat sebesar 0,14% terhadap dolar AS.

Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, Analis Binaartha Sekurita memberikan penilaian terhadap penguatan pada rupiah ini dikarenakan wabah virus corona yang negara-negara maju lain keluarkan kebijakan terhadap ekonomi negara.

Dalam kesempatan yang lain, ia mengatakan bahwa para pelaku pasar sangat menyayangkan atas peristiwa virus corona yang menyebar secara cepat, yang kemudian memengaruhi defisit neraca dalam perdagangan.

“Meski begitu, kebijakan stimulus yang dilakukan oleh negara-negara perekonomian maju masih disikapi positif oleh seluruh pelaku pasar,” ujar Nafan, Senin (17/2).

Selain itu, ia sebut kinerja pada dolar AS hari ini sangat terbatas, ini juga bisa dikarenakan President’s Day di sana, dengan begitu pasar di Amerika Serikat cenderung sepi.

SUMBER: CNN

Continue Reading

Berita

Sindiran Erick Thohir soal keuangan Telkom

Avatar

Published

on

indoplaces.com

Erick Thohir, Menteri BUMN Indonesia menyentil soal kinerja keuangan dari perusahaan terbesar di sektor informasi dan komunikasi lengkap, PT Telekomunikasi Indonesia (persero), hari Rabu (13/2). Pasalnya, Erick meminta pihak Telkom untuk ubah kinerja perusahaannya.

Pendapatan Telkom dari jasa dan jaringan telekomunikasi menurut data tahun 2017 sebesar Rp22,14 triliun dengan anak perusahaan sebanyak 13 perusahaan.

Perubahan ini perlu dilakukan apabila tidak ingin tertinggal karena disrupsi teknologi yang sudah tidak memungkinkan untuk dihentikan di era bisnis pada saat ini.

Telkom diminta untuk tidak terus bergantung pada pendapatan dari PT Telekomunikasi Seluler, karena memang pendapatan terbesar berasal dari sana sebanyak 70%.

“Mending gak ada Telkom. Langsung saja (Telkomsel) milik Kementerian BUMN. Dividennya dipastikan akan jelas. Karena itu, kami berharap ke depannya bisa berubah,” ucap Erick.

Sindirannya ini memang bisa dimaklumi. Dalam lima tahun kebelakang, kinerja keuangan PT Telekomunikasi Indonesia cenderung lambat.

Rangkuman tiga tahun terakhir dari 2015 hingga 2017 pendapatan Telkom masih masuk pada dua digit dan terkesan positif. Tetapi, memasuki tahun 2018, pendapatan hanya masuk pada satu digit saja, sehingga terkesan negatif.

Data 2015 pendapatan Telkom sebesar Rp14,47 triliun, pada tahun 2016 laba naik sebesar 6,97%.

Namun, perseroan mencatat pertumbuhan utang yang sebesar 23,24% dari Rp55,83 triliun jadi Rp72,74 triliun di tahun 2015.

Pada tahun 2016 pun laba naik sebanyak 25%, di mana pada tahun 2015 sebesar Rp15,48 triliun naik menjadi Rp19,35 triliun.

Kinerja keuangan perusahaan melambat karena kenaikan utang yang besar. Kenaikan yang terbesar sebanyak 14,41% di tahun 2016 sebesar Rp19,35% namun di tahun 2017, melonjak menjadi Rp22,14 triliun.

Tren lonjakan utang masih terus terjadi di tahun 2019, naik 10,85% setara dengan Rp98,54 triliun di kuartal III tahun 2019. Aset perusahaan berdampak juga yang naik sedikit sebesar 4,26% saja atau sebesar Rp214,00 triliun di kuartal III tahun 2019.

SUMBER: CNN

Continue Reading

Berita

Gubernur Bali menerbitkan tata kelola arak Bali

Avatar

Published

on

Pixabay
Wayan Koster selaku Gubernur Bali merilis regulasi yang akan mengatur tata kelola minuman tradisional khas Bali, arak dan lainnya dalam Peraturan Gubernur no. 1/2020.
Pergub tersebut berisikan tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali.
“Pergub ini sudah disetujui oleh Kementerian Dalam negeri dan sudah diundangkan di 29 Januari 2020. Saya harap, dengan diaturnya dalam Pergub, maka minuman tradisional khas Bali akan menjadi kekuatan ekonomi kami dengan basis kearifan dan kerakyatan lokal,” ujar Koster saat sedang melakukan sosialisasi tentang Pergub tersebut, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar.
Menurutnya, dengan terbitnya Pergub Bali yang berisi IX Bab dan ada 19 pasal tersebut memiliki latar belakang arak, brem, dan tuak Bali adalah salah satu keragaman budaya di Bali.
“Ini perlu dilindungi, dikembangkan, dimanfaatkan dan dipelihara untuk mendukung pemberdayaan ekonomi berkelanjutan berbasis budaya sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” jelasnya.
Koster kemudian merinci luas dari Pergub tersebut yang meliputi perlindungan, pemanfaatan dan pemeliharaan, mitra usaha, branding dan promosi, pengawasan dan pembinaan, peran masyarakat, sanksi admin, dan dana.
Terkait arak, tuak, dan brem bali dilindungi, dipelihara, dan dimanfaatkan untuk upacara agama. Pemeliharaan, pemanfaatan dan perlindungan dilakukan oleh organisasi daerah sesuai wewenangnya.
Ia juga menegaskan bahwa dengan keluarnya pergub ini, untuk produsen, distributor juga sub distributor minuman tradisional ini diharuskan untuk memiliki izin.
“Semuanya harus legal, biar semuanya nyaman. Saya mohon sekali, Pergub ini dijalankan dengan niat yang baik untuk waktu yang panjang di masa mendatang. Jangan sampai disalahgunakan,” jelas Koster.
Koster juga mengungkapkan keinginannya agar tata kelola hulu ke hilir bisa benar dan sehat.
“Hal ini sebagai upaya kita bersama membangun perekonomian yang sehat. Supaya jangan nanti malah menjadi objek yang dikejar oleh aparat hukum,” lanjutnya.
Sebenarnya arak dan tuak Bali sudah terkenal, tetapi perkembangannya terhambat oleh Peraturan Presiden tentang aturan produksi minuman beralkohol tradisional yang masuk dalam daftar negatif.
“Untunglah ada jalan keluar, dengan mengaturnya dalam regulasi berupa Pergub,” tuturnya.
Pergub tersebut mengatur minuman fermentasi khas Bali hanya bisa dijual di tempat tertentu di Bali, maupun diluar Bali atau ekspor dengan ketentuan UU.
“Minuman ini juga dilarang dijual ke anak di bawah umur dan atau anak sekolah,” ia juga berpesan pada Badan Riset dan Inovasi Daerah agar segera mengurus HKI (Hak Kekayaan Intelektual) dari petani.
Juga mengharapkan peran BPOM untuk memberikan pembinaan pada petani minuman tradisional dari rasa dan kualitasnya. “Dengan demikian minuman tradisional kita bisa disuguhkan ke hotel-hotel, bandara, ataupun acara makan malam di gubernuran,”
Ia juga memiliki rencana untuk mengadakan Festival Minum Arak Bali yang di mana nantinya akan ada perlombaan minum arak yang paling banyak dan tidak mabuk yang akan menjadi juara.
SUMBER: Antara

Continue Reading

Trending