KPAI khawatir dampak psikologi siswa yang menjadi saksi bunuh diri
Connect with us

Kriminal

KPAI khawatir dampak psikologi siswa yang menjadi saksi bunuh diri

Avatar

Published

on

Pixabay

Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI telah mengungkapkan kekhawatiran lainnya di balik kasus siswi SMP yang bunuh diri, SN, siswi SMPN 147, yang melompatkan diri dari ketinggian lantai 4 gedung sekolah tersebut, beberapa hari lalu.

Retno Listyarti, Komisioner KPAI, berkata ketika SN menjatuhkan diri, sekiranya ada sebanyak 30 siswa lain yang ada di lapangan sekolah tersebut. Siswa-siswa itu melihat secara langsung peristiwa yang tidak semestinya manusia lihat.

“Kami mengkhawatirkan dampak psikologis yang dialami anak-anak tersebut,” ujarnya saat dihubungi oleh CNNIndonesia.com, pada hari Selasa 21 Januari.

Para murid yang menyaksikan tubuh ambrok penuh darah, menurut Retno, memiliki potensi ganggungan perkembangan pada psikologinya. KPAI pada pertemuannya kemarin sudah merekomendasikan agar siswa yang jadi saksi peristiwa tersebut diberi pendamping secara intensif.

“Dalam hal ini KPAI mendorong Kementerian PPA untuk menugaskan para psikolog anak untuk memberikan pendamping,” katanya.

Sebelum itu, ia mengaku belum mendapatkan motif dari perundungan dibalik kasus SN yang bunuh diri ini.

“Lebih ke alasan kondisi keluarga,” jawabnya.

Siswi SN dikenal oleh kebanyakan siswa, memiliki teman dan kelompok bermainnya. Ini artinya, Retno sebut bahwa sosok SN ini bukanlah siswi yang menyendiri, menjadi objek perundungan teman-temannya, atau siswi yang anti-sosial.

“Kemungkinan alasan kehilangan seperti itu yang menjadi latar belakangnya, tapi KPAI tetap menghormati penyidikan polisi yang lebih berwenang,” ujarnya.

SUMBER: CNN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kriminal

Wanita Thailand menjadi sasaran tembak terduga oleh mantan kekasih

Avatar

Published

on

Pixabay

Seorang wanita Thailand tewas ditembak oleh seorang pria yang diduga sebagai mantan kekasihnya. Peristiwa tersebut terjadi di salah satu mal di Bangkok, pada Selasa (18/2).

Kolonel Bavornphob Sunthornraekha dari kepolisian Thailand menilai penembakan ini adalah sebuah ‘masalah pribadi’ dengan latar belakang rasa cemburu dalam hubungan.

“(Kejadian) ini diakibatkan kecemburuan. Bukan insiden lanjutan (penembakan di mall Probinsi Nakhon Ratchasima),” ucap Bavornphob.

Pihak kepolisian melaporkan bahwa peristiwa ini terjadi di dalam klinik kosmetik yang ada di dalam mal, Century.

Pria yang diduga adalah kekasihnya menerobos masuk dan langsung menembak wanita tersebut. Pria ini menuding bahwa kekasihnya berselingkuh.

Peristiwa ini juka melukai satu orang wanita lainnya. Hingga kini, pihak yang berwenang belum bisa memberikan identitas korban yang luka maupun yang meninggal. Motif hubungan keiganya masih belum diketahui.

Pelaku juga masih menjadi buronan. Peristiwa tersebut terjadi setelah 10 hari penembakan massal oleh tentara di mal Provinsi Nakhon Ratchasima, Sabtu (8/2). Aksi penembakan ini memakan 29 jiwa meninggal dunia.

Dilansir AFP, dengan tegas Bavornphob berkata bahwa penembakan ini bukanlah insiden yang serupa seperti yang ada di Nakhon Ratchasima.

Penduduk Thailand memang mudah untuk mendapatkan senjata. Penembakan yang didasari masalah pribadi seperti ini hingga masalah keluarga sering terjadi di Thailand.

Tetapi, peristiwa penembakan yang terjadi di Nakhon Ratchasima memicu amarah dari publik pada militer karena dinilai tidak bisa mengantisipasi atas aksi pelaku tembak yang telah mencuri senapan sebelum aksinya dimulai.

Pelaku, dari akun Facebooknya mengaku bahwa dirinya kecewa atas perlakuan yang tidak adil padanya oleh komandan. Ia pun menyempatkan untuk mengunggah video dari aksi penembakan sebelum dirinya sembunyi selama 17 jam dalam mal.

 

SUMBER: CNN

Continue Reading

Kriminal

Mayat bayi ditemukan di tempat sampah, Kalimantan Tengah

Avatar

Published

on

Pixabay

Penemuan mayat bayi ini ditemukan oleh warga dari Kuala Kapuas, Kab. Kapuas, Kalimantan Tengah.

Bayi tersebut ditemukan di pembuangan sampah pukul 23.30 WIB, pada Sabtu (15/2) malam hari, Jalan Tjilik Riwut.

Saat ditemukan terlihat seperti mengkilap, maka warga menghampiri dan segera melapor pada warga lain dan pihak kepolisian setempat.

“Saat saya membuang sampah, ada benda berkilap. Ketika saya periksa dengan senter, ternyata orok bayi,” ucap Muhammad Kharil Anwar, warga dari Kelurahan Selat Dalam, Kuala Kapuas, pada Minggu (16/2).

Diduga bahwa bayi tersebut meninggal dunia dan dibuang.

Tidak memakan waktu lama, beberapa petugas dari Polsek Selat mendatangi lokasi penemuan mayat bayi tersebut.

Pihak kepolisian kemudian membawanya ke RSUD dr Soemarno Sostroarmodjo untuk menjalankan pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga saat ini, pihak RSUD dr Soemarno Sostroarmodjo dan kepolisian belum memberikan informasi apapun terkait penemuan bayi ini.

SUMBER: Suara

Continue Reading

Kriminal

Rektor Perguruan Tinggi India perintahkan mahasiswinya buka celana

Avatar

Published

on

Pixabay

India memiliki peraturan dalam kepercayaannya yang ketat untuk perempuan yang sedang haid dilarang untuk memasuki kuil dan dapur.

Pada Asrama di distrik Kutch, Gujarat, sebanyak 60 mahasiswi dipaksa untuk telanjang oleh pengurus dengan tujuan untuk membuktikan bahwa mereka tidak sedang haid.

Aksi pelecehan ini dilakukan pengurus asrama karena ada laporan seorang perempuan yang masuk dapur dan kuil saat sedang haid. Dilansir dari The Hindu, pada Jumat tempo hari.

Berdasarkan dari keterangan yang diberikan polisi setempat, pelecehan ini diperintahkan oleh rektor dan kepala sekolah Shree Sahajanand Girls Institute, lembaga yang dimiliki kuil Swaminarayan, Selasa (11/2).

Beberapa gadis mengeluh karena terhina dan terkejut. Mereka melaporkan hal ini pada media lokal di Bhuj, distrik Kutch, hari Kamis (13/2). Sebagian besar mahasiswi tersebut berasal dari desa sekitar distrik Kutch.

“Apa yang terjadi adalah hal yang patut dihukum,” ujar Pravin Pindoria, wali amanat SSGI.

Tetapi, beberapa otoritas dari asrama sudah mempertahankan norma sekte untuk menjauhkan wanita yang sedang haid dari dapur dan kuil.

Seorang mahasiswi mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi di dalam asrama yang berada di kampus SSGI.

Sementara, Komisi Wanita Negara Bagian sudah memberikan perintah untuk menyelidiki insiden tersebut.

“Saya telah berbicara dengan polisi setempat mengenai insiden itu dan tindakan tegas akan dimulai,” ucap Leela Ankolia, Komisi Wanita Negara Bagian.

Kemudian, dari Komisi Nasional untuk Perempuan telah ikut serta mencari laporan.

“Kami telah mengirim tim polisi di bawah inspektur wanita untuk berbicara dengan gadih-gadis itu dan sedang dalam proses pengajuan tuntutan. Meski gadis-gadis tersebut tidak siap untuk maju, kami yakin bahwa setidaknya satu gadis akan maju untuk mengajukan tuntutan,” ucap Saurabh Tolumbia, Inspektur Polisi Kutch West.

Gujarat Nitin Patel, Wakil Kepala Menteri dan Amit Chavda, Ketua Kongres Negara sangat menyesali atas insiden ini. Patel berkata bahwa Departemen Pendidikan perlu ambil tindakan.

Chavda menuntut pada pemerintah negara bagian untuk memerintahan penyelidikan dan segera menangkap semua pihak yang bertanggung jawab atas tindakan yang menurunkan martabat gadis-gadis SSGI.

 

SUMBER: Suara

 

Continue Reading

Trending