Bandar narkoba dikendalikan napi vonis mati • Malang Post News
Connect with us

Kriminal

Dikendalikan napi vonis mati, bandar ini produksi ekstasi di kontrakan senen

Avatar

Published

on

Pixabay

Polres Kota Bogor telah berhasil menangkap seorang bandar berinisial HS, bandar tersebut mengedar narkoba berjenis ekstasi. Pelaku ditangkap di Kramat Pulo, Senen, Jakpus. Polisi berkata bahwa HS dibawah kendali napi dari Lapas Gunung Sindur, ADTS.

Penangkapan bandar ini adalah pengembangan kasus edar narkoba ekstasi yang diberi nama Green NN (No Name/Tidak bernama) yang sudah diungkapkan oleh polisi Bogor. HS ditangkap saat ia sedang dikontrakannya, Selasa 14 Januari.

“Dari hasil pengembangan tersebut, kita juga lakukan penggeledahan di satu lapas di wilayah Bogor di Gunung Sindur,” ujar AKBP Muhammad Joni, Kapolres Bogor, pada konferensi pers yang diadakan di Polres Kota Bogor, Jl. Tegar Beriman, Cibinong, Kab. Bogor, hari Selasa 21 Januari.

Joni kemudian menambahkan bahwa HS memproduksi barangnya di kontrakannya sendiri. Pada produksiannya tersebut, HS yang dikendalikan ADTS, tak lain adalah napi vonis mati.

“Ini sudah kita koordinasikan ke sana (Lapas Gunung Sindur), mudah-mudahan bisa kooperatif karena sejauh ini proses pengungkapan kita di sana agak sedikit terhambat. Permasalahan yang bersangkutan sudah dapat membersihkan barang-barangnya terlebih dahulu pada saat proses penggerebekan,” ujar Joni,

Ia menjelaskan bahwa ADTS ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional di tahun 2017, Tangerang. ADTS adalah pelaku bandar narkoba yang memiliki jaringan internasional, ia ditangkap karena sabu-sabu yang ia miliki sebanyak 100 kilogram.

“Ini (ADTS) termasuk jaringan Freddy Budiman yang sudah divonis mati yang sudah dieksekusi,” ujarnya.

“ADJT ini sudah dihukum mati, masih bisa mengendalikan jaringan-jaringannya yang ada di wilayah Jabodetabek,” lanjut Joni.

AKP Andri Alam, Kasat Narkoba Polres Bogor, menambahkan perihal HS yang berkomunikasi dengan ADTS menggunakan ponsel. HS mengedar ekstasi yang diberi nama Green NN.

“Komunikasi terputus. HS sudah beroperasi selama 1 tahun,” katanya.

Andri berkata bahwa HS ditangkap karena pengembangan dari kasus peredaran narkoba jenis ekstasi, Green NN yang dulu sempat bereda di Kota Bogor. Setelah pihaknya melakukan penyelidikan selama satu bulan, narkoba tersebut di produksi oleh HS.

Dari hasil penangkapan itu, polisi kemudian menyita sejumlah barang bukti seperti 1.340 buah ekstasi, 53gr sabu, 2 buah buku rekap hasil penjualan ekstasi, 5 alat pres dengan bermacam ukuran, satu pasang sarung tangan, satu saringan plastik, satu set mesin pencetak ekstasi, sebelas alat cetak dengan bermacam ukuran, 6 buah kunci L dengan bermacam ukuran, 2 buah palu karet, satu buah palu besi, satu buah tang, satu kaleng untuk mengoplos bahan mentah, satu pengering rambut, dan satu tes paper.

Akibat perbuatannya, HS kini dijerat Pasal 113 (1), 114 (2), 112 (2) Undang-undang Republik Indonesia no. 35 th 2009 perihal Narkotika dengan ancaman 25 tahun maks penjara seumur hidup/ hukuman mati.

SUMBER: Detik

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kriminal

Mayat bayi ditemukan di tempat sampah, Kalimantan Tengah

Avatar

Published

on

Pixabay

Penemuan mayat bayi ini ditemukan oleh warga dari Kuala Kapuas, Kab. Kapuas, Kalimantan Tengah.

Bayi tersebut ditemukan di pembuangan sampah pukul 23.30 WIB, pada Sabtu (15/2) malam hari, Jalan Tjilik Riwut.

Saat ditemukan terlihat seperti mengkilap, maka warga menghampiri dan segera melapor pada warga lain dan pihak kepolisian setempat.

“Saat saya membuang sampah, ada benda berkilap. Ketika saya periksa dengan senter, ternyata orok bayi,” ucap Muhammad Kharil Anwar, warga dari Kelurahan Selat Dalam, Kuala Kapuas, pada Minggu (16/2).

Diduga bahwa bayi tersebut meninggal dunia dan dibuang.

Tidak memakan waktu lama, beberapa petugas dari Polsek Selat mendatangi lokasi penemuan mayat bayi tersebut.

Pihak kepolisian kemudian membawanya ke RSUD dr Soemarno Sostroarmodjo untuk menjalankan pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga saat ini, pihak RSUD dr Soemarno Sostroarmodjo dan kepolisian belum memberikan informasi apapun terkait penemuan bayi ini.

SUMBER: Suara

Continue Reading

Kriminal

Rektor Perguruan Tinggi India perintahkan mahasiswinya buka celana

Avatar

Published

on

Pixabay

India memiliki peraturan dalam kepercayaannya yang ketat untuk perempuan yang sedang haid dilarang untuk memasuki kuil dan dapur.

Pada Asrama di distrik Kutch, Gujarat, sebanyak 60 mahasiswi dipaksa untuk telanjang oleh pengurus dengan tujuan untuk membuktikan bahwa mereka tidak sedang haid.

Aksi pelecehan ini dilakukan pengurus asrama karena ada laporan seorang perempuan yang masuk dapur dan kuil saat sedang haid. Dilansir dari The Hindu, pada Jumat tempo hari.

Berdasarkan dari keterangan yang diberikan polisi setempat, pelecehan ini diperintahkan oleh rektor dan kepala sekolah Shree Sahajanand Girls Institute, lembaga yang dimiliki kuil Swaminarayan, Selasa (11/2).

Beberapa gadis mengeluh karena terhina dan terkejut. Mereka melaporkan hal ini pada media lokal di Bhuj, distrik Kutch, hari Kamis (13/2). Sebagian besar mahasiswi tersebut berasal dari desa sekitar distrik Kutch.

“Apa yang terjadi adalah hal yang patut dihukum,” ujar Pravin Pindoria, wali amanat SSGI.

Tetapi, beberapa otoritas dari asrama sudah mempertahankan norma sekte untuk menjauhkan wanita yang sedang haid dari dapur dan kuil.

Seorang mahasiswi mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi di dalam asrama yang berada di kampus SSGI.

Sementara, Komisi Wanita Negara Bagian sudah memberikan perintah untuk menyelidiki insiden tersebut.

“Saya telah berbicara dengan polisi setempat mengenai insiden itu dan tindakan tegas akan dimulai,” ucap Leela Ankolia, Komisi Wanita Negara Bagian.

Kemudian, dari Komisi Nasional untuk Perempuan telah ikut serta mencari laporan.

“Kami telah mengirim tim polisi di bawah inspektur wanita untuk berbicara dengan gadih-gadis itu dan sedang dalam proses pengajuan tuntutan. Meski gadis-gadis tersebut tidak siap untuk maju, kami yakin bahwa setidaknya satu gadis akan maju untuk mengajukan tuntutan,” ucap Saurabh Tolumbia, Inspektur Polisi Kutch West.

Gujarat Nitin Patel, Wakil Kepala Menteri dan Amit Chavda, Ketua Kongres Negara sangat menyesali atas insiden ini. Patel berkata bahwa Departemen Pendidikan perlu ambil tindakan.

Chavda menuntut pada pemerintah negara bagian untuk memerintahan penyelidikan dan segera menangkap semua pihak yang bertanggung jawab atas tindakan yang menurunkan martabat gadis-gadis SSGI.

 

SUMBER: Suara

 

Continue Reading

Berita

Temuan KPK saat sidak PN Jakarta Barat

Avatar

Published

on

Tim dari Pengaduan masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi mendapatkan temuan dari inspeksi mendadak di Pengadilan Negeri Jakarta Barat berupa uang sebesar 15 juta rupiah yang diduga adalah hasil dari gratifikasi.
Inspeksi mendadak ini adalah tindak lanjut dari laporan pengawas MA tentang dugaan gratifikasi pada oknum pegawai pengadilan.
“Dalam operasi tersebut, ditemukan barbuk uang Rp15 juta. Meski jumlah ini terbilang kecil, tapi hal ini perlu dilakukan,” ujar Ali Fikri, jubir Penindakan KPK, “Ini dilakukan sekaligus untuk memperkuat Aparat Pengawasan Intern pemerintah (APIP),” lanjutnya, Jakarta, pada Rabu (12/2).
Ali menjelaskan bahwa tindakan ini adalah sebuah bentuk trigger mechanism dari KPK agar hal tersebut tidak diulang lagi.
Dengan latar belakangnya sebagai jaksa, Ali memberikan penjelasan tindak lanjut sidak sepenuhnya jadi wewenang Badan pengawas MA. Namun, KPK akan siap membantu jika dibutuhkan.
“Tindak lanjut operasi tersebut sepenuhnya menjadi wewenang Bawas MA, baik melakukan pemeriksaan pihak-pihak terkait yang diduga sebagai penerima maupun sebagai pemberi uang,” ujarnya.
Pihak Ali memberikan ultimatum pada aparatur yang bertugas di lingkungan kekuasaan kehakiman untuk menghindar dari suap, pemerasan, gratifikasi atau penerimaan dengan bentuk apa pun.
“Kerja sama KPK-Bawas MA ini diharapakan jadi aspek jera agar pegawai lain baik panitera, Hakim, dan para pegawai lingkungan MA untuk tidak melakukan hal yang serupa,” tegasnya.
SUMBER: CNN

Continue Reading

Trending