Alasan pengeroyokan tukang parkir di BSD • Malang Post News
Connect with us

Kriminal

Tukang parkir di BSD dikeroyok karena tak setor 30.000

Avatar

Published

on

Pixabay

Agus adalah juru parkir di salah satu minimarket yang ada di BSD, Serpong, TangSel. Ia dikeroyok oleh dua orang yang berinisial DS dan W hingga keadaan kritis. Agus menderita pendarahan serius di bagian kepalanya.

Pihak kepolisian berkata bahwa Agus dikeroyok lantaran ia tidak menyetor uang sebanyak Rp30.000 pada kedua pelaku.

Kompol Stephanus Luckyto, selaku Kapolsek Serpong berkata, kedua pelaku yang kini tersangka ini telah mengakui bahwa mereka menagih jatah pada korban berupa uang parkir dikarenakan sebelumnya korban telah memberikan janji tersebut.

“Retribusi (setoran) hanya Rp30.000 per bulan. Itu dari pengakuan pelakunya,” ucapnya di Mapolsek Serpong, pada hari Senin 20 Januari.

Menurut Stephanus, korban dan kedua pelaku mengenal satu sama lain. Diketahui korban sudah terlebih dahulu memiliki kuasa atas lahan parkir di minimarket tersebut dibanding kedua tersangka.

“Korban sendiri menjadi tukang parkir itu sudah satu tahun lebih. Selama ini berjalan dengan baik karena mereka sebetulnya berteman,” ujarnya.

Ia memastikan bahwa kedua dari pelaku tidak ada kaitannya dengan organisasi masyarakat daerah tersebut.

“Tidak ada kaitan dengan ormas. Ini murni individu. Dan saat melakukan (mengeroyok) dalam kondisi sadar, tidak terkontaminasi alkohol,” ujar Stephanus.

Pengeroyokan ini terjadi di minimarket Jalan Raya Sektor 1.1 BSD, Serpong, TangSel, di Kamis tempo lalu.

Ketika menangkap kedua tersangka, polisi pun telah mengamankan beberapa barang bukti seperti kursi plastik warna merah dan batu bata berukuran besar.

Keduanya dijerat Pasal 170 KUHP perihal Pengeroyokan dengan ancaman maks. 5 tahun penjara.

SUMBER: Kompas

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kriminal

Wanita Thailand menjadi sasaran tembak terduga oleh mantan kekasih

Avatar

Published

on

Pixabay

Seorang wanita Thailand tewas ditembak oleh seorang pria yang diduga sebagai mantan kekasihnya. Peristiwa tersebut terjadi di salah satu mal di Bangkok, pada Selasa (18/2).

Kolonel Bavornphob Sunthornraekha dari kepolisian Thailand menilai penembakan ini adalah sebuah ‘masalah pribadi’ dengan latar belakang rasa cemburu dalam hubungan.

“(Kejadian) ini diakibatkan kecemburuan. Bukan insiden lanjutan (penembakan di mall Probinsi Nakhon Ratchasima),” ucap Bavornphob.

Pihak kepolisian melaporkan bahwa peristiwa ini terjadi di dalam klinik kosmetik yang ada di dalam mal, Century.

Pria yang diduga adalah kekasihnya menerobos masuk dan langsung menembak wanita tersebut. Pria ini menuding bahwa kekasihnya berselingkuh.

Peristiwa ini juka melukai satu orang wanita lainnya. Hingga kini, pihak yang berwenang belum bisa memberikan identitas korban yang luka maupun yang meninggal. Motif hubungan keiganya masih belum diketahui.

Pelaku juga masih menjadi buronan. Peristiwa tersebut terjadi setelah 10 hari penembakan massal oleh tentara di mal Provinsi Nakhon Ratchasima, Sabtu (8/2). Aksi penembakan ini memakan 29 jiwa meninggal dunia.

Dilansir AFP, dengan tegas Bavornphob berkata bahwa penembakan ini bukanlah insiden yang serupa seperti yang ada di Nakhon Ratchasima.

Penduduk Thailand memang mudah untuk mendapatkan senjata. Penembakan yang didasari masalah pribadi seperti ini hingga masalah keluarga sering terjadi di Thailand.

Tetapi, peristiwa penembakan yang terjadi di Nakhon Ratchasima memicu amarah dari publik pada militer karena dinilai tidak bisa mengantisipasi atas aksi pelaku tembak yang telah mencuri senapan sebelum aksinya dimulai.

Pelaku, dari akun Facebooknya mengaku bahwa dirinya kecewa atas perlakuan yang tidak adil padanya oleh komandan. Ia pun menyempatkan untuk mengunggah video dari aksi penembakan sebelum dirinya sembunyi selama 17 jam dalam mal.

 

SUMBER: CNN

Continue Reading

Kriminal

Mayat bayi ditemukan di tempat sampah, Kalimantan Tengah

Avatar

Published

on

Pixabay

Penemuan mayat bayi ini ditemukan oleh warga dari Kuala Kapuas, Kab. Kapuas, Kalimantan Tengah.

Bayi tersebut ditemukan di pembuangan sampah pukul 23.30 WIB, pada Sabtu (15/2) malam hari, Jalan Tjilik Riwut.

Saat ditemukan terlihat seperti mengkilap, maka warga menghampiri dan segera melapor pada warga lain dan pihak kepolisian setempat.

“Saat saya membuang sampah, ada benda berkilap. Ketika saya periksa dengan senter, ternyata orok bayi,” ucap Muhammad Kharil Anwar, warga dari Kelurahan Selat Dalam, Kuala Kapuas, pada Minggu (16/2).

Diduga bahwa bayi tersebut meninggal dunia dan dibuang.

Tidak memakan waktu lama, beberapa petugas dari Polsek Selat mendatangi lokasi penemuan mayat bayi tersebut.

Pihak kepolisian kemudian membawanya ke RSUD dr Soemarno Sostroarmodjo untuk menjalankan pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga saat ini, pihak RSUD dr Soemarno Sostroarmodjo dan kepolisian belum memberikan informasi apapun terkait penemuan bayi ini.

SUMBER: Suara

Continue Reading

Kriminal

Rektor Perguruan Tinggi India perintahkan mahasiswinya buka celana

Avatar

Published

on

Pixabay

India memiliki peraturan dalam kepercayaannya yang ketat untuk perempuan yang sedang haid dilarang untuk memasuki kuil dan dapur.

Pada Asrama di distrik Kutch, Gujarat, sebanyak 60 mahasiswi dipaksa untuk telanjang oleh pengurus dengan tujuan untuk membuktikan bahwa mereka tidak sedang haid.

Aksi pelecehan ini dilakukan pengurus asrama karena ada laporan seorang perempuan yang masuk dapur dan kuil saat sedang haid. Dilansir dari The Hindu, pada Jumat tempo hari.

Berdasarkan dari keterangan yang diberikan polisi setempat, pelecehan ini diperintahkan oleh rektor dan kepala sekolah Shree Sahajanand Girls Institute, lembaga yang dimiliki kuil Swaminarayan, Selasa (11/2).

Beberapa gadis mengeluh karena terhina dan terkejut. Mereka melaporkan hal ini pada media lokal di Bhuj, distrik Kutch, hari Kamis (13/2). Sebagian besar mahasiswi tersebut berasal dari desa sekitar distrik Kutch.

“Apa yang terjadi adalah hal yang patut dihukum,” ujar Pravin Pindoria, wali amanat SSGI.

Tetapi, beberapa otoritas dari asrama sudah mempertahankan norma sekte untuk menjauhkan wanita yang sedang haid dari dapur dan kuil.

Seorang mahasiswi mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi di dalam asrama yang berada di kampus SSGI.

Sementara, Komisi Wanita Negara Bagian sudah memberikan perintah untuk menyelidiki insiden tersebut.

“Saya telah berbicara dengan polisi setempat mengenai insiden itu dan tindakan tegas akan dimulai,” ucap Leela Ankolia, Komisi Wanita Negara Bagian.

Kemudian, dari Komisi Nasional untuk Perempuan telah ikut serta mencari laporan.

“Kami telah mengirim tim polisi di bawah inspektur wanita untuk berbicara dengan gadih-gadis itu dan sedang dalam proses pengajuan tuntutan. Meski gadis-gadis tersebut tidak siap untuk maju, kami yakin bahwa setidaknya satu gadis akan maju untuk mengajukan tuntutan,” ucap Saurabh Tolumbia, Inspektur Polisi Kutch West.

Gujarat Nitin Patel, Wakil Kepala Menteri dan Amit Chavda, Ketua Kongres Negara sangat menyesali atas insiden ini. Patel berkata bahwa Departemen Pendidikan perlu ambil tindakan.

Chavda menuntut pada pemerintah negara bagian untuk memerintahan penyelidikan dan segera menangkap semua pihak yang bertanggung jawab atas tindakan yang menurunkan martabat gadis-gadis SSGI.

 

SUMBER: Suara

 

Continue Reading

Trending