Desain Suzuki Ignis gen baru yang mewah • Malang Post News
Connect with us

Teknologi

Desain Suzuki Ignis gen baru yang mewah

Avatar

Published

on

suzukigarage

Penampilan Suzuki Ignis yang baru muncul di tahun ini. Jenis city car terparkir dengan jumlah banyak di halaman yang luas. Dugaannya, Suzuki Ignis tersebut telah siap untuk dipasarkan di wilayah India. Baru-baru ini muncul foto ujinya beredar di sosial media.

Ignis memakai basis desain mobil dari konsep Suzuki iM-4 dan masih memiliki sejumlah ciri desain Suzuki yang lama. Model pertama kali diperlihatkan di acara otomotif Tokyo Motor Show. kemudian India adalah negara perakit Ignis. Indonesia pun ikut mengimpor mobil ini dari India.

Ignis memiliki perubahan besar terutama di bagian depan mobil. Bumper bagian depan dirombak menjadi bergaya sporty, kemudian grille gigi berbentuk U yang mengganti slat kromnya. Perubahan ini lebih mirip dengan Suzuki lainnya, seperti Vitara.

Selain mengubah desain bagian depan, dari bagian atap ke belakang mendapat perubahan yang halus. Mobil ini juga memiliki teknologi yang termutakhir seperti memiliki fitur layar sentuh dengan koneksi Apple Carplay. Kursi baru juga menghiasi kabin menjadi lebih nyaman.

Perihal mesin, Ignis tetap memakai mesin dengan bensin kapasistas 1.2 liter K-series. Mesin ini memiliki daya maks 83 PS di 6.000 rpm. Sementara, torsi maks pada 113 Nm di 4.200 rpm.

SUMBER: Tempo

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Teknologi

Dirut Telkom respons sindiran Menteri BUMN

Avatar

Published

on

inet detik

DIrektur Utama Ririek Adriansyah, PT Telekomunikasi Indonesia (persero Tbk merespons atas sindiran yang dikeluarkan oleh Erick Thohir, Menteri BUMN.

Sindiran tersebut mengangkat persoalan pendapatan Telkom yang kian menurun maka Erick berpendapat Telkom agar dibubarkan saja.

“Beliau ingin Telkom bertransofrmasi ke depan. Kami sudah punya rencana seperti itu, tapi beliau ingin lebih cepat lagi,” ucap Ririek, pada Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu malam (19/2).

Menurut Ririek, Telkom memiliki komitmen untuk melakukan inovasi dalam pengembangan bisnisnya.

Sekarang, Telkom sedang menggenjot seluruh jaringan telekomunikasinya dengan fiber optik di kabupaten maupun kota di Indonesia dan menyiapkan peningkatan jaringan menjadi 5G.

Di sisi lain, Zulheldi Abidin, Direktur Network & IT Solution membocorkan program modernisasi yang disebut sebagai Modern Broadband City tersebut adalah bentuk dari komitmen Telkom untuk meningkatkan kualitas ICT (Information & Communication Technology) untuk masyarakat.

Dengan adanya komitmen tersebut, terlihat bahwa Telkom memiliki keinginan untuk Indonesia menjadi negara serba digital.

“Pada era digital ini, tergelarnya infrastruktur 100% fiber optik ini diharapkan bisa menjawab kebutuhan masyarakat pada layanan broadband yang berkualitas, agar masyarakat bisa menikmati layanan digital yang jauh lebih baik,” ucap Zulhelfi pada keterangan resminya.

Modernisasi 100% fiber optik ini akan menjadi ladasan yang penting pada layanan digital platform atau services. Hal ini bisa diakses melalui fixed broadband atau seluler dengan jaringan 3G/4G. Inilah cara Telkom untuk persiapan layanan 5G-nya.

Seperti yang diketahui, Erick Thohir telah meminta perusahaan tersebut untuk berubah demi menghadapi teknologi masa kini. Pasalnya, teknologi kini terus berkembang dan tidak bisa dihentikan. Teknologi dalam bisnis sudah termasuk sebagai komponen yang penting.

Erick sebut Telkom tidak bisa selalu bergantung pada pendapatan dari anak perusahaannya, Telkomsel. Diketahui, 70% pendapatan Telkom berasal dari laba dan dividen Telkomsel.

“Mendingan gak ada Telkom, Langsung aja Telkomsel miliki Kementerian BUMN. Dividennya jelas. Karena itu, kami berharap kedepannya Telkom berubah,” ucap Erick, pada Rabu (12/2).

 

SUMBER: CNN

Continue Reading

Teknologi

Taksi udara Volocopter dan Grab

Avatar

Published

on

autofutures.tv

Volocopter ini adalah produsen pesawat Jerman yang berbasis di Bruchsal. Perusahaan yang mengkhususkan dalam desain helikopter multirotor listrik dalam benduk kendaraan udara pribadi. Volocopter ini dirancang khusus untuk taksi udara.

Volocopter berhasil mewujudkan teknologi transportasi yang berbasis listrik. Dengan cara terbang, Volocopter menjadi transportasi modern yang mungkin bisa menjadi solusi untuk kota padat lalu lintas darat.

Grab baru-baru ini telah menyepakati kerja sama dengan Volocopter dalam studi kelayakan untuk taksi udara di Asia Tenggara. Kerja sama ini bertujuan untuk membantu penyelesaian masalah atas mobilitas masyarakat dan peningkatan pada kualitas hidup.

Chris Yeo, Head of Ventures Grab berkata bahwa tindak selanjutnya adalah mengumpulkan pola lalin dan wawasan pelanggan Grab.

“Kemitraan ini memungkinkan Volocopter untuk mengembangkan solusi mobilitas udara perkotaan yang relevan untuk masyarakat di Asia Tenggara, sehingga ini bisa memperbanyak opsi transportasi berdasarkan kebutuhan, kendala pada waktu, dan biaya,” ucap Chris pada keterangan tertulisnya, di Singapura, Senin (17/2).

Taksi udara Volocopter berkapasitas dua orang, pengemudi dan penumpang, untuk perjalanan satu kali.

Taksi udara ini dinilai akan menjadi salah satu solusi untuk menghindari macet, padat penduduk, dan jalan yang ditutup.

Florian Reuter, CEO Volocopter, menilai Asia Tenggara adalah wilayah yang memiliki potensi tinggi dalam merealisasi teknologi transportasi ini di masa depan.

“Kerja sama ini adalah langkah penting menuju komersiaolisasi mobilitas udara perkotaan di salah satu kawasan paling padat lalin di dunia,” sebut Florian.

Belum lama ini, Volocopter melakukan demo terhadap pesawat listrik tipe barunya, Volocopter 2X. Demo tersebut dilakukan di Singapura, dengan landasannya sendiri, VoloPort.

Dalam rencananya, Volocopter berharap untuk memiliki puluhan VoloPort di Singapura di tahun 2035. Dan Volocopter akan menyediakan akomodasi sebanyak 10 ribu penumpang dalam satu hari.

 

SUMBER: CNN

Continue Reading

Teknologi

Internet termahal di dunia ada di Afrika

Avatar

Published

on

Pixabay

Internet adalah sistem jaringan komputer yang terhubung secara global dengan menggunakan protokol internet untuk saling menghubungkan perangkat ke seluruh dunia.

Kini sebagian besar media komunikasi tradisional seperti telepon, radio, tv, dan surat kabar dibentuk ulang dengan keterhubungan internet menjadi email, tv internet, musik online, kabar digital, email, dan situs web.

Dengan perkembangan teknologi yang pesat, jumlah pengguna internet semakin besar dan berkembang juga. Internet memiliki pengaruh yang besar pada pandangan dunia dan ilmu.

Namun, dengan mengglobalnya internet, tentu aksesnya tidak semua bisa dilewati atau dimasuki. Bahkan ada juga yang perlu melakukan perjuangan besar untuk mendapatkan internet.

Seperti yang terjadi di negara-negara Afrika, akses internet di sana disebut yang paling mahal di dunia.

Diambil dari data The Alliance for Affordable Internet, rata-rata warga Afrika perlu menghabisan sebanyak 7,12% dari pendapatan mereka untuk 1 GB akses internet saja.

Hasil ini diambil dari A4AI terhadap 136 negara yang penduduknya berpenghasilan menengah ke rendah.

Negara yang berpenghasilan menengah diantaranya Indoa, Afrika Selatan, Kolombia, Ghana, Jamaika dan Malaysia. Sedangkan negara yang berpenghasilan rendah yaitu Mozambik, Yaman, Liberia, Mali, dan Nepal.

Penduduk dari Kongo, membayat akses internet 1 GB sebanyak 20% dari gaji yang didapatkan. Dilansir dari CNN.com, pada Minggu (16/2).

Di mesir, penduduknya membayar 0,5% dari pendapatannya untuk akses internet, sedangkan 0,59% warga Mauritus harus keluarkan dari pendapatannya untuk internet.

Bagaimana bisa internet di negara lain mudah terjangkau dibanding di Afrika?

Salah satu penulis jurnal memberikan pendapat bahwa internet yang mahal di Afrika dikarenakan pasar yang lemah dan ada unsur monopoli. A4AI telah memberikan rekomendasi dalam liberalisasi pasar dan langkahnya untuk meningkatkan pasar dalam daya saingnya. Menurutnya, hal ini akan mengurangi biaya akses internet apabila pasar monopoli diubah menjadi pasar multioperator.

Menurut Direktur Riset The Web Foundation, Dhanaraj Thakur, yang diperlukan Afrika adalah kombinasi peran pemerintah dan strategi.

“Pemerintah bisa memanfaatkan dana pelayanan universal lebih baik untuk menyediakan akses di daerah yang kurang terlayani dan harus ada ruang bagi masyarakat dan kota setempat untuk terlibat dalam penyediaan layanan yang dirasa paling sesuai untuk daerahnya masing-masing,” ungkapnya.

 

SUMBER: CNN

Continue Reading

Trending