Kunto Aji tutup Biillboard Top 100 Live edisi perdana • Malang Post News
Connect with us

Hiburan

Kunto Aji tutup Biillboard Top 100 Live edisi perdana

Avatar

Published

on

Cognitix

Penyanyi dan musisi Kunto Aji menutup kemeriahan acara Billboard Top 100 Live perdana yang diselenggarakan di The Pallas, SCBD, Jakarta, hari Rabu malam,  15 Januari.

Kunto Aji naik panggung sekitar pukul setengah sebelas malam. Para penonton yang sudah menunggu kehadirannya sejak lama mulai berteriak saat melihat Kunto Aji muncul di hadapan mereka.

Mula-mula ia membawakan lagu “Rancang Rencana”-nya dari album terbaru Kunto “Mantra Mantra”. Penonton ikut serta bernyanyi bersama-sama.

Kunto Aji mengajak penonton untuk sejenak saja melepas segala permasalahan dalam hidup setelah ia selesai bernyanyi “Rancang Rencana” dan akan menyanyikan lagu selanjutnya.

“Kita akan mengikis permasalahan hidup sedikit demi sedikit. Sehingga setelah keluar dari sini bisa kembali lega,” ujarnya yang lalu mulai memainkan lagu “Saudade”.

Ia juga membawakan lagu cover dari Barasuara yang berjudul “Mengunci Ingatan” pada penampilannya malam itu.

“Semoga 2020 udah enggak ada yang PHP ya. Semoga kalian bertemu orang baik,” kata Kunto.

Para penonton berteriak semakin histeris tatkala Kunto mempersilakan Sal Priadi untuk tampil bersamanya dan membawakan “Mercusuar”. Hasil dari kolaborasi keduanya terlihat sangat pas dengan cirinya masing-masing.

Ketika “Jakarta-Jakarta” mulai dimainkan, Kunto kemudian menampilkan potret-potret aktivitas penduduk Jakarta melalui layar yang di-set sebagai latar belakang.

Billboard Top 100 Live pun diakhiri Kunto Aji yang membawakan lagu “Konon Katanya”.

SUMBER: Antara

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hiburan

TVRI akan tayangkan serial dari China

Avatar

Published

on

asumsi.co

LPP TVRI, Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia, kini akan memberikan tayangan yang baru, yaitu beberapa serial tv dan dokumenter dari China.

Melansir dari Cinhua, penayangan ini adalah bentuk kerja sama antara Guangxi Radio & Television Information Network Corp.Ltd. dan TVRI. Dari laporan yang dimiliki Antara, TVRI sudah memiliki kerja sama dengan Guangxi dari tahun 2007.

Konten tersebut akan dibagi menjadi dua program. Drama China yang akan menayangkan film serial dan dokumenter-dokumenter dari Miracle China. Keduanya akan di isi dengan suara berbahasa Indonesia.

Serial yang akan ditayangkan salah satunya adalah Trial Marriage. Sementara, dokumenter yang akan diputar mengisahkan kehidupan di China.

Wapres Guangxi, Zheng Kui, mengharap bahwa tayangan ini akan memberikan gambaran tentang kehidupan orang-orang China. Menurutnya, masyarakat Indonesia dan masyarakat China punya kemiripan dalam nilai budaya dan kehidupan.

Selain untuk hiburan, kerja sama kedua pihak pun adalah bentuk dari peringatan hubungan diplomatik Indonesia dan China yang sudah berjalan selama 20 tahun. Kedua negara ini sudah memiliki hubungan diplomatik semenjak 1950.

“China telah memproduksi banyak film dan serial TV. Saya percaya bila itu ditayangkan di TV Indonesia, akan bisa bersaing dengan drama asal Asia lain yang dinikmati oleh orang Indonesia,” ujar Elizani Nadia Sumampouw, Deputi Direktur Kementerian LN Indonesia untuk Wilayah Asia Timur dan Pasifik.

Lewat pesan singkat, CNNIndonesia telah menghubungi Apni Jaya Putra, Direktur Program dan Berita TVRI, untuk meminta konfirmasi atas tayangan tesebut. Tetapi, hingga saat ini ia belum merespon.

SUMBER: CNN

Continue Reading

Hiburan

Dolittle: Duet pensiunan Iron Man dan Sutradara Thriller politik

Avatar

Published

on

screencrush.com

Kegiatan berburu, terutama pada hewan, sudah dipraktekan jauh sebelum manusia mengenal tentang tulisan. Dari kegiatan yang bisa menyambung hidup, memburu berubah haluan jadi hobi bahkan menjadi tradisi yang turun-temurun.

Film Dolittle, yang akan rilis tahun ini, mengambil latar di Inggris, pada pertengahan abad 19, saat masyarakat Inggris waktu itu dalam naungan perintah Ratu Victoria. Mereka mulai mempertanyakan pantas atau tidaknya tradisi berburu. Peraturan tentang perlindungan pada binatang pun mulai dirancang agar umat manusia dapat membangun sebuah “surga” untuk seluruh spesies.

Stephen Gaghan, sebagai penulis naskah dan pengarah film Dolittle adaptasi dari buku anak terkenal yaitu The Voyages of Doctor Dolittle tahun 1922, karya Hugh Lofting. Gaghan terkenal dengan titel sutradara dari film yang telah ia buat dengan genre thriller politik dan kriminal, Syriana tahun 2005, juga telah memenangkan piala award Oscar pada kategori Best Original Script.

Keputusannya untuk menjadi sutradara film Dolittle dengan genre petualangan imanijatif ini memang suatu hal yang mengejutkan. Meski begitu, ia mengawali film genre ini dengan cukup yakin. Seperti sedang melihatkan sebuah paradoks, Gaghan memulai ceritanya dengan adegan di mana penciptaan satu kebun binatang yang mengkhususkan para hewan eksotis dan disambung ke aktivitas berburu oleh keluarga Stubbins, sebagai keluarga pemburu.

Tommy Stubbins yang diperankan oleh aktor Harry Collett, anak yang tumbuh berbeda dengan keluarganya. Tommy digambarkan dengan karakter yang lembut, sehingga ia tidak tega untuk memburu binatang. Karena itu, ia sering kena marah oleh pamannya yang menganggap bahwa Tommy adalah perusak citra keluarga.

Film Dolittle ini sebenarnya memiliki potensi yang cukup untuk membangkitkan semangat penonton, terutama bagi penonton yang mencintai binatang dan tertarik dengan sejarah dari pelindungan fauna. Tetapi kebenarannya berkata lain. Latar belakang dan cerita karakter yang rumit tak imbang dengan narasi yang telah dibuat dengan rapi. Gaghan malah memasukkan banyak potongan film yang diluar konteks agar bisa ditonton anak-anak.

Komposisi adegan dan cerita pada film Dolittle ini buruk, bahkan sosok RDJ (Robert Downey Jr) yang sudah pensiun memerankan Iron Man belum cukup menyelamatkan film tersebut. Menjadikan sutradara genre thriller politik agaknya kurang bijak untuk menyutradarai film bergenre fantasi seperti Dolittle ini.

SUMBER: Tirto

Continue Reading

Gaya Hidup

Spotify menyediakan daftar lagu untuk menemani hewan peliharaan

Avatar

Published

on

Pixabay

Spotify, media streaming musik yang berasal dari Swedia, telah membuat podcast dan daftar lagu yang diperuntukkan anjing peliharaan yang ditinggalkan sendiri di rumah oleh pemiliknya.

Dilansir dari Reuters, hari Kamis (16/1), langkah ini diambil Spotify setelah mereka menemukan fakta bahwa 74% warga Inggris yang memiliki hewan peliharaan di rumahnya memainkan musik untuk mereka saat ditinggal pergi.

Perusahaan streaming musik tersebut berkata bahwa mereka telah meluncurkan podcast yang memainkan musik dengan genre yang menenangkan, seperti cerita, “pujian-pujian untuk anjing”, juga pesan dari cerita aktor guna mengurangi tingkat stres anjing.

Sementara, daftar lagu yang diperuntukan untuk hewan-hewan peliharaan memiliki trek yang dipilih secara algoritma agar sesuai dengan karakter hewan, seperti musik dengan tempo yang lambat juga ada musik yang penuh energik.

Spotify mengatakan pada sebuah survei yang mereka temukan, satu dari empat orang pemilik hewan peliharaan pernah memainkan musik untuk didengar oleh hewan mereka saat mereka melakukan aktifitas di luar rumah. 42% nya berkata bahwa hewan mereka memiliki jenis musik favorit hewan peliharaannya.

Seperempat dari pemilik hewan peliharaan berkata bahwa mereka juga pernah melihat peliharaannya menari sambil mengikuti alunan musik yang didengar.

SUMBER: Antara

Continue Reading

Trending