Gunung Taal meletus, Turis: pengalaman sekali seumur hidup
Connect with us

Berita

Gunung Taal di Filipina meletus, Turis: pengalaman sekali seumur hidup

Avatar

Published

on

kompas.com

Beberapa turis menolak pergi saat Gunung Taal di Filipina meletus, pada Minggu 12 Januari 2020.

Sekolah dan perkantoran terpaksa harus ditutup pasca muntahan abu Gunung Taal sampai ke seluruh ibu kota Manila.

Ribuan orang terpaksa harus mengungsi karena pakar menyatakan Gunung Taal dapat mengeluarkan letusan besar yang dapat memicu tsunami.

“Kecepatan eskalasi vulkanik Taal mengejutkan kami,” kata Maria Antonia, selaku kepala peneliti Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina.

Reuters mengutip, Bornas menyatakan bahwa lahar panas sudah terdeteksi meski belum sampai pada permukaan..

“Kami memprediksi letusan besar bisa terjadi bisa terjadi kapan saja,” katanya. Ada sekitar 16.000 orang dievakuasi dari tempat wisata terkenal itu.

Tetapi, ada sebagian turis abai terhadap peringatan dan nekat mendekati bahaya dengan datang ke kota sekitaran gunung.

“Ini pengalaman sekali seumur hidup bagi kami,” ucap turis asal Israel, Benny Boreinstein sambil memotret di Tagaytay City.

Sama seperti di Belete, wali kota Wilson Maralit mengeluh saat diwawancara oleh radio DMZZ.

Siaran AP lewat The Guardian mengatakan sebagian warga tidak dapat dievakuasi karena tidak ingin keluar dari daerah mereka.

“Kami punya masalah. Warga kami panik karena mereka ingin menyelamatkan rumah, babi, maupun kawanan sapi,” keluh Maralit.

Pihaknya berusaha melindungi mereka dari abu, asap panas dan potensi erupsi, tuturnya.

Maralit sampai meminta bantuan dari militer untuk mencegah penduduk yang berusaha kembali ke rumah mereka, saat berada di Danau Taal.

Gunung Taal adalah salah satu gunung berapi terkecil di dunia, meletus sampai 30 kali dalam 500 tahun terakhir.

Letusan Gunung Mayon pada tahun 2017 adalah terakhir kalinya negara yang dipimpin Rodrigo Duerte itu diguncang erupsi.

Ketika itu, ada puluhan ribu orang mengungsikan diri setelah Gunung Mayon mengeluarkan berton-ton abu, batu dan lahar panas.

Sementara letusan paling dahsyat terakhir adalah Gunung Pinatubo pada tahun 1991, ada sekitar 800 jiwa dilaporkan tewas.

SUMBER: Kompas

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Tangerang akan buat waterway, sampah Sungai Cisadane masih masalah

Avatar

Published

on

Pixabay

Kepala Dishub Tangerang, Wahyudi Iskandar mengkhawatirkan perihal masalah sampah yang ada di Sungai Cisadane jika waterway sudah mulai diuji coba.

Menurutnya, masalah sampah kini akan menjadi hambatan dari realisasi program waterway yang akan dimulai di triwulan ketiga tahun 2020 ini.

“Sampah masih jadi masalah, karena banyak yang datang dari hulu,” kata Wahyudi pada pertemuannya dengan Kompas.com, di Kantor Dishub Tangerang, hari Senin 20 Januari.

Ia juga berkata bahwa kini Kota Tangerang cuma bisa mengandalkan dari kinerja Dinas Pekerjaan Umum untuk membawa sampah-sampah yang hanyut oleh aliran air sungai.

Dan juga, waterway tersebut dijalankan oleh fungsi wisata air. Sampah-sampah yang hanyut akan memberikan rasa tidak nyaman pada penumpang.

“Artinya dari segi estetika itu sangat tidak baik,” tuturnya.

Ia berkata bahwa sampah-sampah tersebut yang ikut hanyut oleh arus air Cisadane akan membahayakan juga kapal yang sedang berlayar. Misalnya, sampah bambu yang runcing.

“Itu juga masih kita kaji, kita akan bicarakan dengan Dinas PU,” katanya.

Wahyudi berharap pada daerah yang airnya dialiri Cisadane bagian hulu bisa memberi rasa yang nyaman dengan tidak buang sampah ke sungai tersebut.

“Dari dulu di Tangsel di Bogor, kami di sini yang kena (kiriman sampah),” jelasnya.

Arief Wismansyah, selaku Wali Kota Tangerang mengatakan sebelumnya bahwa Pemerintah Kota akan membuat transport umum atau waterway ini di sepanjang sungai dimulai di triwulan-III tahun ini.

SUMBER: Kompas

Continue Reading

Berita

Data BNPB sebut selama 2020 ada 203 bencana

Avatar

Published

on

Pixabay

BNPB atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah mencatat bahwa ada 203 peristiwa bencana yang terjadi selama tahun 2020 hingga saat ini.

“Sampai tanggal 20 Januari 2020 pukul 10.00 WIB, tercatat 203 kejadian bencana,” kata Agus Wibowo, selaku Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dalam keterangan tertulisnya, hari Senin 20 Januari.

Menurut hasil data yang BNPB punya, bencana yang banyak terjadi yaitu puting beliung, yang terhitung ada 93 peristiwa.

Kemudian banjir dengan 63 kejadian dan sebanyak 45 peristiwa tanah longsor.

Setelahnya, BNPB memiliki catatan ada tiga kasus karhutla dan dua kejadian gelombang pasang & abrasi selama ini di tahun 2020.

Merujuk ke data infografis yang diberikan oleh BNPB, bencana yang banyak terjadi ada di Pulau Jawa, total ada 125 kali kejadian.

Tercatat juga ada 35 bencana yang terjadi di Pulau Sulawesi selama tahun 2020 ini.

Akibat dari bencana itu, 74 orang diketahui meninggal dunia dan ratusan ribu dari warga yang mengungsi.

“Bencana menimbulkan terdampak dan mengungsi 800.124 jiwa, sedangkan meninggal dunia sebanyak 74 jiwa, dan luka-luka 83 jiwa,” tutur Agus.

SUMBER: Kompas

Continue Reading

Berita

Perayaan Natal Kemendikbud, Nadiem ajak semua bekerja sebagai sahabat

Avatar

Published

on

KOMPAS.com

Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah mengajak pada seluruh pihaknya untuk berkarya dan bekerja sebagai sahabat untuk semua orang.

“Bekerja dan berkaryalah sebagai sahabat bagi semua orang,” ucapnya yang hadir di acara perayaan Natal tahun 2019 dan Tahun Baru 2020 di Kemendikbud, yang didampingi oleh istri, Franka Nadiem, pada hari Jumat 17 Januari, di bilangan Senayan, Jakarta.

Pesan itu disampaikan oleh Nadiem yang pada itu sesuai dengan temanya, “Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang”.

Ia berkata mengenai keberagaman agama, budaya dan suku bukanlah hal yang menghambat terhadap eratnya tali persahabatan sesama bangsa.

“Kebersamaan dalam berbagai keberagaman merupakan kekuatan bagi bangsa Indonesia untuk mewujudkan kehidupan yang bersatu, bergotong royong, berdaulat, adil dan makmur, berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar RI 1945,” jelasnya.

Acara Kemendikbud tersebut pun mengangkat “Melalui Semangat Natal, Kita Wujudkan Sumber Daya manusia yang Unggul dan Berkarakter” menjadi subtemanya.

Terkait pada hal tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga mengajak seluruh insan pendidikan & kebudayaan untuk semangat lebih lagi dengan berkarya dalam mewujudkan SDM yang berkarakter dan unggul.

“Marilah kita hindari hal-hal yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa karena keberagaman merupakan anugerah yang terindah,” dilansir dari situs Kemendikbud.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga mengajak seluruh insan yang ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk kembali membangun sinergi dan solidaritas antar sesama guna membersatukan keberagaman agar bisa terwujudnya proses pembelajaran yang berkarakter.

Kali ini, Mendikbud berterima kasih pada Uskup Agung Jakarta Kardinal, Ignatius Suharyo dan juga Pendeta Willem TP Simarmata, beserta seluruh pihak yang telah ikut berpartisipasi atas perayaan Natal dan Tahun Baru hingga terselenggara dengan baik.

“Akhir kata, saya mengucapkan selamat Natal tahun 2019 dan selamat Tahun baru 2020,” tutup Nadiem.

SUMBER: Kompas

Continue Reading

Trending