Muslim dapat Bidadari di Surga, Muslimah gimana? • Malang Post News
Connect with us

Pendidikan

Muslim dapat bidadari di surga kelak, muslimah gimana?

Avatar

Published

on

Pixabay

Satu dari banyaknya topik terkait dengan gender discourse ialah perihal ganjaran apa yang perempuan dapat di surga kelak. Berbagai dalil menyebut bahwa kaum lelaki akan dapat bidadari.

Semisal di surah Shaad:52 yang berbunyi “Dan pada sisa mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya.” Bidadari ini diperuntukkan untuk seluruh penghuni surga. Terus, balasan yang didapat untuk perempuan apakah sama?

Syekh Abdullah bin Samak adalah cendekiawan muslim asal negara Mesir. Ia menjawab dengan tegas bahwa perempuan gak akan menerima bidadari huur al-‘in. Lebih dari itu, perempuan akan berubah dan menjelma menjadi perempuan yang rupawan dan jelita, lebih dari cantiknya bidadari-bidadari yang disebut-sebut itu. Muslimah yang menjadi istri yang solehah akan kembali lagi kepada rangkulan sang suami.

“Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya engkaulah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” Quran surat Al-Mu’min ayat 8.

Riwayat Anas bin Malik, satu saat Ummu Habibah bertanya pada Rasulullah SAW tentang nasib istri yang sudah pernah menikah lebih dari 2x, dikarenakan suami pertama meninggal. Rasul menjawab, istri itu akan kembali pada suaminya yang mempunyai akhlak yang sangat baik selama ia hidup.

Ummu Salamah di riwayat lainnya dengan tegas menjelaskan bahwa ganjaran untuk Muslimah saat di surga adalah Muslimah akan lebih cantik melebihi bidadari dari surga. Seperti halnya baju bagian luar yang wah dibanding baju bagian dalam.

Selain itu, Syekh Manshur Arabi pun menegaskan hal tersebut. Kebahagiaan dan kenikmatan surga akan dirasakan Muslimah dan tidak terbatas terhadap laki-laki. penegasan sesuai dalam Quran surat an-Nisaa’:124.

“Barang siapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun.”

Kemudian, Muslimah-muslimah itu akan kembali dengan keadaan perawan dan muda, tegas Rasulullah. Muslimah yang sudah bersuami akan kembali kepada suaminya, tetapi jika belum bersuami selama ia di dunia, maka Allah akan beri pendamping di akhirat kelak yang terbaik. “Tidak ada yang akan membujang di akhirat,” sabda Rasulullah SAW.

Seluruh penghuni surga berhak menikmati apa yang mereka inginkan, tegas Syekh Shalih Ibnu Utsaimin. “Dan, di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.” Quran surat az-Zukhruf ayat 71.

Nikmat-nikmat ini tetap musti selaras dengan norma syariat yang kekal. Nikmat ini harus sesuai dengan fitrahnya manusia suci dan hukum Allah. Hanya dengan catatan sifat, takaran dan pola kenikmatan itu tidak terbandingkan, antara kenikmatan surgawi dan duniawi.

Menikah adalah salah satu kenikmatan, maka hak ini bersifat unlimited yang terasa oleh Muslim maupun Muslimah. Jika pasangan adalah manusia saleh, mereka akan dipertemukan dengan pasangannya, jika tidak Allah akan ganti pasangannya dengan yang paling baik di surga.

SUMBER: Republika

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

Gerakan makan telur di Sukabumi cegah stunting

Avatar

Published

on

Pixabay

Sukabumi meluncurkan program konsumsi telur agar menekan angka dari kondisi stunting. Stunting adalah kondisi anak yang memiliki tinggi yang lebih rendah dibanding standar pada usianya. Gerakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan gizi yang didapat pada anak-anak.

Launching gerakan konsumsi daging ayam dan telur yang bertempat di Posyandu Gatot Kaca, Jl. Kolabereus Salaeurih, Kel. Dayeuhluhur, Kec. Warudoyong, pada hari Rabu 22 Januari. “Upaya ini untuk membebaskan kota Sukabumi dari stunting,” ujar Achmad Fahmi, Walkot Sukabumi.

Gerakan ini disebut oleh Fahmi adalah pemberian asupan yang bergizi dengan memberikan protein hewani dari telur ayam. Langkah ini dilakukan supaya anak dan cucu tumbuh berkembang dengan normal.

Program tersebut menurut Fahmi, dari setiap posyandu akan diberikan satu peti penuh telur ayam, sebanyak 200 butir. Maka nanti, satu anak akan dapat sebanyak dua butir telur dan semuanya diberi pada anak supaya mendapat asupan makanan bergizi dengan lebih baik dan tumbuh dengan normal seperti yang diharap semua orang tua.

Ia berkata bahwa bantuan program CSR tersebut capai sebanyak 12 peti dalam satu bulan atau artinya ada 2.400 butir telur dalam satu tahun. “Targetnya anak Sukabumi makin sehat dan kasus stunting di Sukabumi bisa dituntaskan,” tambahnya.

Berdasarkan info yang diperoleh oleh Fahmi, Sukabumi masih memiliki kasus stunting pada beberapa wilayah. Ia kemudian berharap bahwa kota Sukabumi bebas dari peristiwa stunting.

Kardina Karsoedi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Sukabumi, ikut berpendapat bahwa gerakan ini mendapatkan dukungan dari distributor telur yang dipasok satu bulan sekali antara hari Rabu dan Sabtu.

Telur-telur tersebut didistribusi melewati Pemerintah Kota Sukabumi dan disambung ke warga.

SUMBER: Republika

Continue Reading

Pendidikan

ACT Tasikmalaya bantu bangun rumah warga prasejahtera

Avatar

Published

on

Republika

Lembaga filantropi ACT (Aksi Cepat Tanggap) Tasikmalaya memberikan bantuan untuk membangun rumah milik salah satu warga prasejahtera yang berlokasi di Desa Cisempur, Kec. Cibalong, Kab. Tasikmalaya. Renovasi rumah tersebut adalah salah satu dari program Mobile Social Rescue tim ACT Tasikmalaya dalam mengatasi masalah terkait sosial di wilayah tersebut.

M Fauzi Ridwan, perwakilan dari tim ACT dalam program ini berkata bahwa pada saat ini proses terkait pembangunan baru akan segera berlangsung. ACT sebelumnya telah melakukan riset pendataan ke tempat tinggal pemilik, Hadi (75) dan istrinya.

“Ahad kemarin kita menyambangi kediaman kakek Hadi untuk mengabarkan rumahnya akan dibangun sekaligus mencari lahan untuk pembangunan rumahnya, mengingat kakek dan istrinya sebelumnya tinggal di tengah hutan tanpa tetangga satupun,” ujarnya pada keterangan resmi, hari Rabu 22 Januari.

Ia menjelaskan bahwa Hadi adalah laki-laki paruh baya yang tinggal bersama dengan istrinya di gubuk yang tidak layak untuk dihuni. Gubuknya berdiri di tengah-tengah hutan dan tidak ada tetangga satupun.

Fauzi menambahkan tentang kondisi tempat tinggal kakek Hadi hanya berupa tempelan kayu-kayu dan kain bekas seadanya. “Lebih mirip dengan sebuah kandang kambing. Banyak celah di dinding itu, membuat udara dingin serta air hujan mudah masuk ke dalam rumah. Di rumahnya pun tak ada fasilitas MCK,” tambahnya.

Selain itu, istri kakek Hadi mengidap stroke semenjak lima tahun kebelakang. Kondisinya pun sulit untuk beraktivitas. Hadi yang bertugas untuk mengurus istrinya selama ia sakit.

“Sudah tinggal di gubuk, tidak punya tetangga, kakek Hadi juga harus mengurusi istrinya yang sakit seorang diri,” ungkapnya.

Kakek Hadi tak bisa menahan tangis saat menerima kunjungan ke rumahnya dari tim MSR ACT Tasikmalaya, Desa Cisempur, Kec Cibalong, Kab. Tasikmalaya, hari Minggu 19 Januari lalu. Kedatangan tim tersebut bertujuan untuk memberikan kabar perihal rumah yang akan dibangun kembali agar layak dihuni.

“Alhamdulillah saya bahagia bercampur haru, akhirnya akan punya rumah yang layak untuk ditempati,” tutur Hadi.

SUMBER: Republika

Continue Reading

Kriminal

KPAI khawatir dampak psikologi siswa yang menjadi saksi bunuh diri

Avatar

Published

on

Pixabay

Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI telah mengungkapkan kekhawatiran lainnya di balik kasus siswi SMP yang bunuh diri, SN, siswi SMPN 147, yang melompatkan diri dari ketinggian lantai 4 gedung sekolah tersebut, beberapa hari lalu.

Retno Listyarti, Komisioner KPAI, berkata ketika SN menjatuhkan diri, sekiranya ada sebanyak 30 siswa lain yang ada di lapangan sekolah tersebut. Siswa-siswa itu melihat secara langsung peristiwa yang tidak semestinya manusia lihat.

“Kami mengkhawatirkan dampak psikologis yang dialami anak-anak tersebut,” ujarnya saat dihubungi oleh CNNIndonesia.com, pada hari Selasa 21 Januari.

Para murid yang menyaksikan tubuh ambrok penuh darah, menurut Retno, memiliki potensi ganggungan perkembangan pada psikologinya. KPAI pada pertemuannya kemarin sudah merekomendasikan agar siswa yang jadi saksi peristiwa tersebut diberi pendamping secara intensif.

“Dalam hal ini KPAI mendorong Kementerian PPA untuk menugaskan para psikolog anak untuk memberikan pendamping,” katanya.

Sebelum itu, ia mengaku belum mendapatkan motif dari perundungan dibalik kasus SN yang bunuh diri ini.

“Lebih ke alasan kondisi keluarga,” jawabnya.

Siswi SN dikenal oleh kebanyakan siswa, memiliki teman dan kelompok bermainnya. Ini artinya, Retno sebut bahwa sosok SN ini bukanlah siswi yang menyendiri, menjadi objek perundungan teman-temannya, atau siswi yang anti-sosial.

“Kemungkinan alasan kehilangan seperti itu yang menjadi latar belakangnya, tapi KPAI tetap menghormati penyidikan polisi yang lebih berwenang,” ujarnya.

SUMBER: CNN

Continue Reading

Trending