Alasan PNS dipecat jika punya lebih dari satu istri • Malang Post News
Connect with us

Berita

Ini alasan kenapa PNS dipecat kalau punya istri lebih dari satu

Avatar

Published

on

Dream.co.id

Puluhan PNS diberikan hukuman Pemberhentian Dengan Hormat Tidak atas Permintaan Sendiri (PDHTAPS) atau dipecat oleh Kepala BAPEK (Badan Pertimbangan Kepegawaian), Tjahjo Kumolo yang juga sebagai menteri Pendayagunaan Aparatur negara dan Reformasi Birokrasi. Dari banyak alasan, salah satunya dengan alasan memiliki istri lebih dari satu tanpa ada izin pejabat yang memiliki wewenang.

Pelaksana Tugas Paryono, selaku kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberikan penjelasan bahwa ketentuan ini sudah diatur di dalam PP no. 45 tahun 1990 tentang Perubahan atas PP No. 10 Tahun 1983 perihal Izin Perkawinan dan Perceraian bagi PNS.

“PP 10/1983 jo PP 45/1990.” tegasnya, hari Rabu.

Di dalam Pasal 4 (1) disebutkan bahwa PNS pria yang akan beristri lebih dari satu wajib memperoleh izin lebih dulu dari pejabat. Lalu di ayat 2 disebutkan bahwa PNS wakita tidak diizinkan untuk menjadi istri kedua/ketiga/keempat.

Kemudian, Pasal 4 (3) menjelaskan bahwa permintaan izin sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 diajukan secara tertulis.

“Dalam surat permintaan izin sebagaimana dimaksud dalam ayat ke 3, harus dicantumkan alasan yang lengkap yang mendasari permintaan izin untuk beristri lebih dari satu orang,” Pasal 4 ayat 4.

Lalu, pada Pasal 15 ayat 1 dijelaskan bahwa PNS yang tidak melaporkan perkawinannya yang kedua/ketiga/keempat dalam jangka waktu selambat-lambanya satu tahun terhitung sejak perkawinan tersebut dilangsungkan, dijatuhi salah satu hukuman disiplin berat berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 30 tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin PNS.

“Kalau tidak ada izin maka dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat,” ujarnya.

 

SUMBER: Detik

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Hendak menumpang truk, bocah tewas terserempet bus di Koja

Avatar

Published

on

Pixabay
Seorang anak laki-laki yang berinisial IH (13 tahun) tewas akibat terserempet oleh bus di Jalan Yos Sudarso, wilayah Koja, Jakarta Utara, pada Jumat malam (17/1).
Kecelakaan ini terjadi pada saat IH ingin mencoba menumpang pada truk yang sedang melintas.
Pada awalnya, IH dan teman-temannya memberhentikan truk yang sedang berjalan.
MS, salah satu temannya, berkata bahwa IH terjatuh dari sambungan mobil truk yang dihentikan.
“Kita udah di atas truk, ya udah tiba-tiba dia posisinya mau ke depan, terus terjatuh,” ujar MS, dilansir oleh Tribun Jakarta.
Salah seorang juru parkir yang berada dekat dengan lokasi, Alex (52 tahun), mengaku bahwa ia sering melihat IH dan teman-teman lainnya menumpang truk di sana.
“Emang anak-anak ini sering numpang-numpang truk gitu,” paparnya.
Korban meninggal dunia seketika di TKP. Jenazah IH kemudian dibawa oleh Unit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Utara menuju RS Cipto Mangunkusumo.
SUMBER: Kompas

Continue Reading

Berita

Demo banjir Jakarta, Abu Janda minta Anies lanjutkan program Ahok

Avatar

Published

on

Pixabay
Seorang orator dari organisasi Jakarta Bergerak Rakyat Bersatu telah menilai bahwa kesalahan pada Gubernur DKI sampai menyebabkan kebanjiran yang terjadi di Jakarta.
Orator tersebut adalah Abu Janda yang menegaskan bahwa penyebab Anies tidak melanjutkan program kerja ex-Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), adalah program kerja normalisasi.
“Yang diinginkan oleh warga DKI kerja pak Ahok diteruskan terkait normalisasi sungai,” kata Abu Janda pada saat ditemui di area Patung Kuda, hari Selasa (14/1).
Ia menilai apabila program Ahok tentang normalisasi dilanjutkan oleh Anies sebagai Gubernur DKI sekarang, maka bencana banjir yang menimpa Jakarta kemarin di awal tahun tidak mungkin akan parah. “Normalisasi belum dilakukan sehingga terjadi banjir, kalau dinormalisasi maka tidak akan ada banjir separah ini,” jelasnya.
Ia berpendapat apabila Anies tidak mau melakukan normalisasi karena menghindari dari tindakan penggusuran. Menurut Abu, apabila Anies melakukan tindakan tersebut akan merusak citra baiknya untuk melaju ke Pemilihan Presiden 2024.
“Konsekuensi normalisasi adalah menggusur tapi Anies tidak mau karena capres untuk 2024,” ujar Abu.
Abu Janda sebut kesalahan Anies ini telah menyebabkan banyak kerugian yang mencapai miliaran rupiah bagi perusahaan dan warga Jakarta. Dia juga mendukung beberapa warga melalui clas action gugat Anies menuju pengadilan.
Abu meminta Anies tidak terlalu sibuk dengan pencitraan yang ia jaga dengan cara kerja bakti dan lainnya, tetapi bekerjalah untuk mengatasi masalah banjir ini. “Warga tidak ingin pak Anies pencitraan dengan kerja bakti sana-sini,” tegas Abu.
SUMBER: Tempo

Continue Reading

Berita

Petugas Damkar evakuasi ular sanca 3 meter

Avatar

Published

on

Pixabay
Tim Damkar wilayah Cipete telah mengevakuasi satu ekor ular jenis sanca yang melilitkan diri di lampu penerang jalan, Jalan Nangka, Cipete Utara, Jakarta Selatan, pada hari Jumat 17 Januari.
Menurut Purnomo, salah seorang dari tim Damkar dari Sektor II Kebayoran Baru, ular sanca dengan panjang mencapai tiga meter itu ada di tiang setinggi 25 meter.
Agar bisa menjangkau ular tersebut, petugas Damkar harus memanjat tiang lampunya.
“Kendala tinggi dan ditarik susah karena ular melilit di tiang,” ucap Purnomo saat diminta konfirmasi, dilansir Tribun Jakarta.
Ada tujuh orang personel yang kemudian dikerahkan pada kejadian ini. Sementara dikabarkan ular tersebut sempat melawan para petugas saat akan ditangkap.
“Sebelumnya sudah diakalin sama warga tapi enggak bisa,” lanjutnya.
Diduga, ular tersebut berasal dari kebun yang kosong yang berada di sebelah tiang lampu tersebut.
Warga kemudian diimbau agar segera melapor pada petugas bila menemukan lagi ular di daerah rumah.
“Di wilayah Cipete Utara memang sering (evakuasi ular). Pada saat banjir kemarin saja, laporan keberadaan ular bisa tiga kali dalam sehari,” jelas Purnomo.
SUMBER: Kompas

Continue Reading

Trending