Banjir: Waspada penyakit leptospirosis • Malang Post News
Connect with us

Berita

Banjir: Waspada penyakit Leptospirosis yang ditular melalui kencing tikus

Avatar

Published

on

Antara

Banjir yang terjadi sekitar Jabodetabek bisa mengundang banyak penyakit yang harus diwaspadai. Salah satunya, penyakit leptospirosis.

Leptospirosis adalah penyakit yang ditular melalui kencing tikus. Salah satu caranya melalui banjir.

Leptospirosis biasanya menular masuk melalui dalam tubuh meliputi selaput lendir, mata, hidung, kulit yang lecet, dan makanan. sementara, tanda-tanda dan gejalanya yaitu seperti batuk, diare, sakit kepala, demam tinggi, nyeri otot, hilang nafsu makan, mata memerah dan iritasi.

Penyakit ini tentu bisa dicegah dengan beberapa langkah seperti berikut, dilansir dari Kemenkes, Kamis 2 Januari 2020.

  1. Menjalankan hidup sehat dan bersih dengan cara menjaga lingkungan dan kebersihan.
  2. Mencuci tangan dan kaki, juga bagian tubuh lain dengan sabun setelah beraktivitas. contoh habis kerja di sawah/kebun/selokan/sampah/dek rumah ketika memperbaiki jaringan listrik dan air.
  3. Menyiapkan makanan dan minuman dengan baik supaya tidak mengundang tikus.
  4. Membasmi tikus yang ada di rumah atau di kantor.
  5. Membersihkan bagian rumah dengan desinfektan. Bisa juga di bagian kantor, atau gedung–terutama gudang yang terindikasi ada kencing tikus.
  6. Memakai sepatu dari karet dengan ukuran tinggi dan sarung tangan karet.

 

SUMBER: iNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Demo banjir Jakarta, Abu Janda minta Anies lanjutkan program Ahok

Avatar

Published

on

Pixabay
Seorang orator dari organisasi Jakarta Bergerak Rakyat Bersatu telah menilai bahwa kesalahan pada Gubernur DKI sampai menyebabkan kebanjiran yang terjadi di Jakarta.
Orator tersebut adalah Abu Janda yang menegaskan bahwa penyebab Anies tidak melanjutkan program kerja ex-Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), adalah program kerja normalisasi.
“Yang diinginkan oleh warga DKI kerja pak Ahok diteruskan terkait normalisasi sungai,” kata Abu Janda pada saat ditemui di area Patung Kuda, hari Selasa (14/1).
Ia menilai apabila program Ahok tentang normalisasi dilanjutkan oleh Anies sebagai Gubernur DKI sekarang, maka bencana banjir yang menimpa Jakarta kemarin di awal tahun tidak mungkin akan parah. “Normalisasi belum dilakukan sehingga terjadi banjir, kalau dinormalisasi maka tidak akan ada banjir separah ini,” jelasnya.
Ia berpendapat apabila Anies tidak mau melakukan normalisasi karena menghindari dari tindakan penggusuran. Menurut Abu, apabila Anies melakukan tindakan tersebut akan merusak citra baiknya untuk melaju ke Pemilihan Presiden 2024.
“Konsekuensi normalisasi adalah menggusur tapi Anies tidak mau karena capres untuk 2024,” ujar Abu.
Abu Janda sebut kesalahan Anies ini telah menyebabkan banyak kerugian yang mencapai miliaran rupiah bagi perusahaan dan warga Jakarta. Dia juga mendukung beberapa warga melalui clas action gugat Anies menuju pengadilan.
Abu meminta Anies tidak terlalu sibuk dengan pencitraan yang ia jaga dengan cara kerja bakti dan lainnya, tetapi bekerjalah untuk mengatasi masalah banjir ini. “Warga tidak ingin pak Anies pencitraan dengan kerja bakti sana-sini,” tegas Abu.
SUMBER: Tempo

Continue Reading

Berita

Petugas Damkar evakuasi ular sanca 3 meter

Avatar

Published

on

Pixabay
Tim Damkar wilayah Cipete telah mengevakuasi satu ekor ular jenis sanca yang melilitkan diri di lampu penerang jalan, Jalan Nangka, Cipete Utara, Jakarta Selatan, pada hari Jumat 17 Januari.
Menurut Purnomo, salah seorang dari tim Damkar dari Sektor II Kebayoran Baru, ular sanca dengan panjang mencapai tiga meter itu ada di tiang setinggi 25 meter.
Agar bisa menjangkau ular tersebut, petugas Damkar harus memanjat tiang lampunya.
“Kendala tinggi dan ditarik susah karena ular melilit di tiang,” ucap Purnomo saat diminta konfirmasi, dilansir Tribun Jakarta.
Ada tujuh orang personel yang kemudian dikerahkan pada kejadian ini. Sementara dikabarkan ular tersebut sempat melawan para petugas saat akan ditangkap.
“Sebelumnya sudah diakalin sama warga tapi enggak bisa,” lanjutnya.
Diduga, ular tersebut berasal dari kebun yang kosong yang berada di sebelah tiang lampu tersebut.
Warga kemudian diimbau agar segera melapor pada petugas bila menemukan lagi ular di daerah rumah.
“Di wilayah Cipete Utara memang sering (evakuasi ular). Pada saat banjir kemarin saja, laporan keberadaan ular bisa tiga kali dalam sehari,” jelas Purnomo.
SUMBER: Kompas

Continue Reading

Berita

Ini sumber kekayaan Keraton Agung Sejagat

Avatar

Published

on

Pixabay
Ratu dan Raja dari Keraton Agung Sejagat telah mengantongi dana tabungan sebanyak Rp1 miliar di 10 di bank.
Meskipun keraton ini didirikan oleh sang Raja dengan nama asli Toto Santoso, sistem keuangan dipegang langsung oleh Fanni Aminadia, sang Ratu.
Hingga saat ini pihak kepolisian masih menghitung berapa jumlah dana yang sudah masuk pada 10 tabungan tersebut.
Polisi juga telah menyebutkan hasil dari pemeriksaan yang sekarang diketahui dari pengikut Keraton Agung Sejagat yang pernah menyerahkan dana sebanyak Rp110 juta pada Toto dan Fanni.
Para pengikut dijanjikan akan menjabat di jabatan tinggi sesuai dengan dana yang disetor pada ratu dan raja.
“Apabila nominal tiket masuknya semakin besar atau tinggi, maka anggota tersebut akan diberikan jabatan yang tinggi dalam KAS,” ujar Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, Kabid Humas Polda Jateng, hari Kamis (16/1).
Toto bercerita kepada penyidik bahwa iya sedang mencari sebanyak 13 menteri dari ratusan pengikutnya.
“Nanti itu, dia ingin menunjuk Resi (menteri) bagian ekonomi, militer, politik, budaya dan sosial. Bawahan dari Resi ada yang disebut Bhre (Gubernur). Kemudian bawahannya lagi adalah Bekel (Lurah),” jelasnya.
Lewat organisasi Jogja Development Commitee (Jogja DEC), Toto Santoso pernah juga menjanjikan uang sebanyak USD 100 sampai 200 per bulan pada para anggotanya.
Uang ini ia klaim berasal dari salah satu Bank di negara Swiss yang telah menyimpan Esa Monetary Fund dengan jumlah yang tak terbatas.
SUMBER: Kompas

Continue Reading

Trending