Tahun baru, lebih suka duduk menunggu atau berani jadi penentu?
Connect with us

Gaya Hidup

Tahun baru, lebih suka duduk menunggu atau berani jadi penentu?

Avatar

Published

on

Tahun baru akan tiba sebentar lagi. Di momen ini, banyak yang mulai mikirin daftar resolusi yang ingin dicapai di tahun mendatang. Resolusi merupakan sebuah tolak ukur dan harapan yang disisipkan oleh orang-orang disetiap tahunnya. Ada yang berhasil, ada yang hanya jalan di tempat.

Berbicara soal resolusi, ada dua tipe orang yang bakal kamu temuin. Pertama, mereka yang semangat banget nyambut tahun baru dengan menuliskan sederet resolusi; kedua, ada yang duduk-duduk aja termenung mikirin apa yang udah dicapai tahun ini. Apakah resolusi yang dituliskan sebelumnya tercapai? Cuma mereka yang tahu.

Resolusi bukan hal yang wajib, tapi hal ini seperti syarat tidak tertulis, yang secara sadar atau tidak kamu simpan di dalam pikiran. Selama satu tahun penuh, setiap orang berjuang dengan caranya sendiri untuk menjadi penentu resolusinya. Namun, di sisi lain selama satu tahun itu juga ada yang cuma duduk diam menunggu momen untuk mewujudkan resolusinya.

Kamu termasuk yang mana?

Selain mikirin tentang resolusi, tahun baru juga identik dengan pesta meriah. Dari jauh-jauh hari, banyak orang yang sudah merencanakan kegiatan akhir tahun. Mulai dari nyari suasana yang jaih dari hiruk pikuk kota, menghabiskan waktu dengan orang yang spesial dan berharga, atau pesta semalam suntuk untuk menyambut pergantian tahun.

SUMBER: Kumparan

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kesehatan

Virus Corona: RSHS menggelar konferensi pers

Avatar

Published

on

dara.co.id

Kabar wabah virus corona kembali menyebar di Indonesia. Salah satu pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat diduga terinfeksi virus nCov tersebut. Pihak RS segera menggelar konferensi pers untuk menjelaskan dugaan ini.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa ada pasien laki-laki yang dirujuk dari RSCK ke RSHS karena memiliki gejala yang sama ketika terinfeksi virus corona. Diketahui bahwa pasien tersebut berasal dari China.

Suspect itu kalau yang oleh organisasi kesehatan dunia WHO adalah adanya suatu tanda gejala seperti influenza,” ucap Anggareni Alam, Wakil Ketua Tim Infeksi Khusus, dalam konferensi pers yang di gelar oleh pihak RSHS.

“Jadi ada demam lebih dari 38 derajat celcius dan ada batuk dan sesak nafas. Apabila ada gejala demam demikian, ditambah ada riwayat bepergian ke negara Tiongkok terutama Wuhan, maka dikatakan itu adalah suspect nCov (Novel Coronavirus),” lanjutnya, Senin 27 Januari.

Pasien tersebut akan masih diisolasi untuk diteliti  sampelnya lebih lanjut meskipun belum diketahui penyakit apa sebenarnya yang ia miliki. Sampel virus kemudian dikirim ke Balitbangkes, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan.

“Memang bagi yang diduga seperti standar WHO,”

Kemudian Anggraeni menjelaskan bahwa jika telah ditemukan pasien dengan gejala infeksi yang cepat memburuk, pihak rumah sakit akan mencari penyebab lainnya. Apabila tidak menemukan penyebab lain, maka pihak RS akan memeriksa virus corona tersebut.

Sambil memeriksa lebih lanjut, pihak RS akan telusuri anggota keluarga pasien dan orang-orang yang sudah melakukan kontak langsung.

RSHS telah menerima sebanyak dua pasien yang diduga terinfeksi virus corona dengan beragam gejala, hari Minggu 26 Januari.

Pasien tersebut adalah laki-laki berkewarga negaraan China. Ia membawa surat rujukan RS Cahya Kawaluyaan. Dalam surat rujukan tersebut tertulis bahwa ia mengalami varingitis akut atau ISPA akut.

Dokter yang menerima dan memeriksa pasien tersebut segera memindahkannya ke ruang isolasi RSHS yang letaknya ada di IGD dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Hari ini sampel virus dan spesimen dikirim ke Balitbangkes untuk melihat apakah pasien tersebut positif atau tidak,” tutur Dirut RSHS, Nina Susana Dewi. Pasien tersebut masih dalam tahap observasi ISPA yang ditulis dari rujukan RS Cahya Kawaluyaan.

Pasien yang satu lagi adalah warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki. Ia datang dari Rumah Sakit Borromeus, Bandung. Ia sebelumnya pergi mengunjungi Singapura dan saat kembali pulang ia mengalami kejang hingga tidak sadarkan diri.

Nina dengan tegas mengonfirmasi bahwa kedua pasien diperiksa sebagai pasien ISPA.

“Namanya observasi infeksi saluran pernapasan atas dan bawah akut. Jadi bukan terduga virus corona, sebab kalau corona itu diagnosa terkonfirmasi itu setelah dari libangkes keluar hasilnya,” ucapnya.

Hingga saat ini, China telah menyatakan jumlah penduduknya yang meninggal akibat terserang virus corona sebanyak 80 jiwa.

SUMBER: CNN

Continue Reading

Kesehatan

Virus Corona: Turis Hong Kong diduga terinfeksi

Avatar

Published

on

Nature

Wabah virus corona kini memasuki Indonesia bagian timur. Wisatawan yang berasal dari Hong Kong, YP, yang mendatangi Raja Ampat, Papua Barat, diduga terkena infeksi virus corona. Kini ia sedang menjalani perawatan khusus di RS Sele be Solu, Sorong.

dr. Mavkren J Kambuaya, selaku Direktur RS Sele be Solu berkata bahwa pasien YP mengeluh sakit demam setelah berkegiatan menyelam di wilayah Raja Ampat, dikutip dari Antara, hari Senin. Lalu ia dibawa ke RS Pertamina, Sorong, Sabtu (25/1).

Dalam penanganannya, ia diberikan obat penurun demam dan panas oleh dokter. Suhu tubuh pasien kini dikabarkan sudah menurun.

Pihak rumah sakit kini bekerja sama dengan pihak dinas kesehatan dan karantina kesehatan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut agar mengetahui apakah YP benar terinfeksi virus Corona.

Untuk mengetahui benar atau tidaknya, pemeriksaan dimulai dari tenggorokan dan hasil tersebut akan dikirimkan ke Jakarta.

Pasien selanjutkan akan diisolasikan selama 7-14 hari lamanya untuk diperiksa lebih lanjut.

Ia mengimbau pada seluruh masyarakat untuk tidak khawatir karena ini masih dugaan.

Dugaan pasien yang terkena infeksi virus corona pun terjadi di kota Bandung. Pasien kini sedang dalam perawatan RS Hasan Sadikin, Bandung.

“Memang benar ada pasien yang dirujuk dari RSCK,” ujar Rieke, petugas dari contact center RS Hasan Sadikin setelah dihubungi oleh CNNIndonesia.com, Senin 27 Januari.

Berdasarkan dari informasi, pasien berjenis kelamin laki-laki dirujuk dari RS Cahya Kawaluyaan menuju RSHS, hari Minggu 26 Januari.

Pasien tersebut sedang dalam perawatan di Ruang Isolasi Rumah Sakit Umum Pemerintah Dr. Hasan Sadikin, kota Bandung. Pihak Humas rumah sakit, Reny Meisuburriyani berkata bahwa manajemen RS belum bisa memastikan terhadap penyakit pasien ini. Pihak RS akan segera mengadakan konferensi pers perihal pasien yang diduga terkena virus corona.

SUMBER: CNN

Continue Reading

Kesehatan

KKP Semarang pantau kedatangan penumpang dari luar negeri

Avatar

Published

on

ajarnulis.com

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Semarang tengah memantau kedatangan dari para penumpang luar negeri. Langkah ini adalah langkah antisipasi sebaran virus baru yang dinamakan korona, konon belakangan ini sudah membawa wabah penyakit seperti pneumonia akut di Wuhan, China.

Dengan alat untuk memindai suhu tubuh yang dipasang di pintu kedatangan Internasional Bandara Internasional Jenderal Besar Ahmad Yani, penumpang yang datang dari luar akan terdeteksi ada atau tidaknya ia terinfeksi oleh virus tersebut.

Pada Kamis (23/1), sebanyak 158 penumpang dari maskapai Air Asia AK 328 datang dari Kuala Lumpur dan melewati alat pemindai satu per satu di pintu kedatangan, sebelum mereka diperiksa oleh bagian imigrasi.

Kepala KKP Semarang, dr. Ariyanti berkata pemindai suhu tubuh diberlakukan kepada para penumpang yang sudah datang ke Indonesia dari negara-negara seperti Singapura, China, dan Malaysia untuk mencegah penyebaran virus baru tersebut.

“Tiap penumpang yang datang akan kita awasi suhu tubuhnya melalui thermal scanner, jika ada seseorang yang suhunya 38 derajat Celcius atau terindikasi demam, maka akan kita tindak lanjuti dengan membawa ke ruang isolasi yang sudah disediakan,” kata dr. Ariyanti.

Pengawasan terhadap kesehatan penumpang diberlakukan di semua wilayah kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Semarang, yaitu Bandara Internasional Jenderal Besar Ahmad Yani, Pelabuhan Tanjung Emas, dan Bandara Internasional Adi Soemarmo.

“Akan kita periksa dan observasi, serta bisa dirujuk ke rumah sakit jika ada indikasi yang bersangkutan menderita penyakit menular,” katanya.

“Dari pemeriksaan dan pengawasan yang kami lakukan tadi, semua suhu tubuh penumpang normal,” tambahnya.

Selain menjalankan observasi dan pemeriksaan, KKP Semarang juga memberi Kartu Kewaspadaan Kesehatan dengan berisi info mengenai kondisi kesehatan penumpang pada umumnya dan riwayat dari perjalanan penumpang.

SUMBER: Antara

Continue Reading

Trending