Situs indoXXI tutup per 1 Januari 2020 • Malang Post News
Connect with us

Berita

Situs indoXXI tutup per 1 Januari 2020

Avatar

Published

on

Pengelola situs menonton film melalui jalur distribusi tidak resmi, IndoXXI, mengumumkan akan menutup situs tersebut mulai 1 Januari 2020.

“Sangat berat, tapi, harus dilakukan, terima kasih kepada seluruh penonton setia kami, terhitung sejak 1 Januari 2020 kami akan menghentikan penayangan film di website ini,” demikian bunyi pengumuman di laman IndoXXI , Selasa, 24 desember 2019.

IndoXXI mengumumkan penutupan websitenya

Selama ini situs IndoXXI selalu berpindah-pindah domain. Direktur Jenderal Aplikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan saat ditemui di Jakarta, Senin, 23 Desember 2019 sempat menyebut pengelola situs tersebut bermain “kucing-kucingan” alias berganti alamat agar tidak ketahuan regulator.

Tanda pagar #indoxxi pagi ini bertengger di urutan teratas platform microblog Twitter di Indonesia.

IndoXXI menyebut alasan penutupan situs tersebut “demi mendukung dan memajukan industri kreatif Tanah Air”. Saat ini situs tersebut masih dapat diakses dengan kata kunci “indoxxi.com”, pengguna akan secara otomatis dialihkan ke situs tersebut.

Kominfo akan bekerja sama dengan Direktorat Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, penegak hukum dan asosiasi industri kreatif untuk mengatasi pengederan karya secara ilegal, termasuk diantaranya situs streaming film dan musik.

“Di era digital, kekayaan (hak cipta) yang harus dilindungi. Kalau nggak nanti orang malas berkreasi,” kata Semuel, Senin (23/12).

Kominfo baru akan menerapkan pemblokiran untuk situs streaming film ilegal, mereka juga akan mencari cara lainnya untuk memberikan efek jera di masa mendatang.

Kementerian meminta masyarakat yang ingin menonton film atau mendengar musik untuk mengakses layanan streaming yang legal.

SUMBER: Tempo

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Hendak menumpang truk, bocah tewas terserempet bus di Koja

Avatar

Published

on

Pixabay
Seorang anak laki-laki yang berinisial IH (13 tahun) tewas akibat terserempet oleh bus di Jalan Yos Sudarso, wilayah Koja, Jakarta Utara, pada Jumat malam (17/1).
Kecelakaan ini terjadi pada saat IH ingin mencoba menumpang pada truk yang sedang melintas.
Pada awalnya, IH dan teman-temannya memberhentikan truk yang sedang berjalan.
MS, salah satu temannya, berkata bahwa IH terjatuh dari sambungan mobil truk yang dihentikan.
“Kita udah di atas truk, ya udah tiba-tiba dia posisinya mau ke depan, terus terjatuh,” ujar MS, dilansir oleh Tribun Jakarta.
Salah seorang juru parkir yang berada dekat dengan lokasi, Alex (52 tahun), mengaku bahwa ia sering melihat IH dan teman-teman lainnya menumpang truk di sana.
“Emang anak-anak ini sering numpang-numpang truk gitu,” paparnya.
Korban meninggal dunia seketika di TKP. Jenazah IH kemudian dibawa oleh Unit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Utara menuju RS Cipto Mangunkusumo.
SUMBER: Kompas

Continue Reading

Berita

Demo banjir Jakarta, Abu Janda minta Anies lanjutkan program Ahok

Avatar

Published

on

Pixabay
Seorang orator dari organisasi Jakarta Bergerak Rakyat Bersatu telah menilai bahwa kesalahan pada Gubernur DKI sampai menyebabkan kebanjiran yang terjadi di Jakarta.
Orator tersebut adalah Abu Janda yang menegaskan bahwa penyebab Anies tidak melanjutkan program kerja ex-Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), adalah program kerja normalisasi.
“Yang diinginkan oleh warga DKI kerja pak Ahok diteruskan terkait normalisasi sungai,” kata Abu Janda pada saat ditemui di area Patung Kuda, hari Selasa (14/1).
Ia menilai apabila program Ahok tentang normalisasi dilanjutkan oleh Anies sebagai Gubernur DKI sekarang, maka bencana banjir yang menimpa Jakarta kemarin di awal tahun tidak mungkin akan parah. “Normalisasi belum dilakukan sehingga terjadi banjir, kalau dinormalisasi maka tidak akan ada banjir separah ini,” jelasnya.
Ia berpendapat apabila Anies tidak mau melakukan normalisasi karena menghindari dari tindakan penggusuran. Menurut Abu, apabila Anies melakukan tindakan tersebut akan merusak citra baiknya untuk melaju ke Pemilihan Presiden 2024.
“Konsekuensi normalisasi adalah menggusur tapi Anies tidak mau karena capres untuk 2024,” ujar Abu.
Abu Janda sebut kesalahan Anies ini telah menyebabkan banyak kerugian yang mencapai miliaran rupiah bagi perusahaan dan warga Jakarta. Dia juga mendukung beberapa warga melalui clas action gugat Anies menuju pengadilan.
Abu meminta Anies tidak terlalu sibuk dengan pencitraan yang ia jaga dengan cara kerja bakti dan lainnya, tetapi bekerjalah untuk mengatasi masalah banjir ini. “Warga tidak ingin pak Anies pencitraan dengan kerja bakti sana-sini,” tegas Abu.
SUMBER: Tempo

Continue Reading

Berita

Petugas Damkar evakuasi ular sanca 3 meter

Avatar

Published

on

Pixabay
Tim Damkar wilayah Cipete telah mengevakuasi satu ekor ular jenis sanca yang melilitkan diri di lampu penerang jalan, Jalan Nangka, Cipete Utara, Jakarta Selatan, pada hari Jumat 17 Januari.
Menurut Purnomo, salah seorang dari tim Damkar dari Sektor II Kebayoran Baru, ular sanca dengan panjang mencapai tiga meter itu ada di tiang setinggi 25 meter.
Agar bisa menjangkau ular tersebut, petugas Damkar harus memanjat tiang lampunya.
“Kendala tinggi dan ditarik susah karena ular melilit di tiang,” ucap Purnomo saat diminta konfirmasi, dilansir Tribun Jakarta.
Ada tujuh orang personel yang kemudian dikerahkan pada kejadian ini. Sementara dikabarkan ular tersebut sempat melawan para petugas saat akan ditangkap.
“Sebelumnya sudah diakalin sama warga tapi enggak bisa,” lanjutnya.
Diduga, ular tersebut berasal dari kebun yang kosong yang berada di sebelah tiang lampu tersebut.
Warga kemudian diimbau agar segera melapor pada petugas bila menemukan lagi ular di daerah rumah.
“Di wilayah Cipete Utara memang sering (evakuasi ular). Pada saat banjir kemarin saja, laporan keberadaan ular bisa tiga kali dalam sehari,” jelas Purnomo.
SUMBER: Kompas

Continue Reading

Trending