Jumlah user Instagram Indonesia 61 juta • Malang Post News
Connect with us

Teknologi

Jumlah user Instagram Indonesia 61 juta

Avatar

Published

on

Instagram sepertinya jadi platform medsos yang wajib dimiliki oleh semua orang yang tidak mau ketinggalan info. Tidak heran kalau semakin banyak orang yang merasa butuh untuk bergabung ke dalam aplikasi Instagram.

Indonesia saja laporan usernya ada lebih dari 61.610.000 user yang aktif, per November 2019. Ini dibocorkan perusahaan analisis marketing medsos yang berbasis di Warsawa, Polandia, yang bernama NapoleonCat.

Dengan total itu, artinya 22,6% atau seperempat orang Indonesia aktif di Instagram. Jumlah ini naik tipis dari bulan sebelumnya yaitu 59.840.000.

Dari demografi user Instagram-nya NapoleonCat, perempuan yang mendominasi populasi. Jumlahnya mencapai 50,8%, sementara pria 49,2%.

Selain itu, rentang usia 18-24 menjadi kelompok usia penggguna paling banyak di Indonesia, dengan persentase 37,3% atau 23 juta pengguna. Rentang usia itu, perempuan masih menjadi dominan dengan persentase 19,5% dibanding dengan laki-laki 17,9%.

Posisi kedua rentang usia 25-34, 33,9%. Bertolak belakang dengan kelompok usia sebelumnya, kategori ini justru lebih banyak pria nya, 17,9%. Sementara perempuan hanya 16,1%.

Rentang umur 35-44 tahun selisihnya tipis dengan Gen Z yang umurnya 13-17 tahun, masing-masing 11,4% dan 10,6%. Kedua kategori ini didominasi oleh pengguna perempuan juga.

Ternyata ada juga user yang hadir dari kalangan umur 55-64 sampai 65 ke atas. Pengguna 65 tahun di IG lebih banyak dengan 1,6%, sementara 55-64 hanya 1,1%.

Meski menjadi unsur sosial yang paling penting, user Instagram Indonesia bisa dibilang naik-turun. Jumlah sebanyak 61 juta ini bukan yang terbanyak di Indonesia. Pasalnya, Januari 2019, catatannya sebanyak 67.930.000 user di Indonesia.

Angka ini mulai menurun dari Februari. Titik terendahnya malah Maret 2019, sebanyak 54.520.000. tidak tahu alasan kenapa anjloknya user, tapi angka berkata ada peningkatan di setiap bulannya.

Bisa jadi, isu dan masalah keamanan Instagram sebagai anak perusahaan Facebook menjadi alasan. Tapi hal ini menunjukkan meski diterpa berbagai isu keamanan, masih banyak orang yang memilih balik lagi ke Instagram.

SUMBER: Kumparan

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Teknologi

Isi ulang OVO tidak lagi gratis mulai Maret 2020

Avatar

Published

on

marketeers.com

Aplikasi OVO, layanan uang elektronik akan mematok biaya untuk isi ulang sebesar Rp1.000/transaksi mulai tanggal 2 Maret tahun ini. Informasi tersebut disebar pada pengguna melalui aplikasi, hari Selasa 21 Januari.

“Mulai 2 Maret 2020 akan dilakukan penyesuaian tarif top up OVO,” tulis dari manajemen OVO lewat notifikasi, hari Selasa.

Pada notifikasi yang berlaku sampai tanggal 31 Januari 2020 ini, manajemen OVO telah merinci biaya isi ulang sebesar Rp1.000 akan diberlakukan untuk mengisi ulang melalui OVO, Tokopedia, OV Booth, mobile banking, dan ATM.

Selain itu, dalam mengisi ulang lewat kartu debit melalui aplikasi tersebut akan kena biaya sebesar Rp2 persen.

“Tapi jangan khawatir, top up melalui Abang Grab tetap gratis,” kata manajemen.

Manajemen mengungkapkan bahwa OVO memiliki hak untuk mengubah ketentuan dan syarat yang berlaku tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Maka itu, pengguna diharuskan untuk memeriksa panel notifikasi yang ada pada aplikasi OVO.

SUMBER: CNN

Continue Reading

Pendidikan

Dosen UGM ciptakan lidah elektronik untuk deteksi makanan halal

Avatar

Published

on

KOMPAS.com
Dosen Fisika dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gajah Mada (UGM), Dr. Kuwat Triyana telah mengembangkan lidah eletronik atau yang disebut “elto”.
Alat tersebut bisa digunakan untuk cek autentikasi asli dan halal pada sebuah produk makanan.
“Alat ini bisa digunakan sebagai metode untuk membuktikan keaslian produk-produk makanan, seperti kopi luwak dan zam-zam, deteksi kontaminasi produk dan kehalalannya, deteksi cepat narkotika dan lainnya,” ucapnya saat ditemui di Lab. Fisika Material dan Instrumentasi di Departemen FMIPA di kampus Yogyakarta tersebut, pada Jumat 17 Januari 2020.
Ia menjelaskan seperti halnya lidah manusia, elto pun bisa menganalisis berbagai rasa seperti asin, manis, gurih, asam, dan pahit.
Selain itu, alat yang sudah diverifikasi dan dikalibrasi di lab yang ada di salah satu universitas di Portugal mempunyai nilai akurasi yang tinggi, yaitu 98% lebih.
Alat tersebut dirancang dengan komponen utama seperti larik sensor perasa sebagai dari elektroda kerja, sistem akuisisi data, kecerdasan buatan, dan elektroda referensi yang semuanya dihubungkan ke dalam komputer atau ponsel berbasis Android dengan cara nirkabel.
SUMBER: Kompas

Continue Reading

Teknologi

Desain Suzuki Ignis gen baru yang mewah

Avatar

Published

on

suzukigarage

Penampilan Suzuki Ignis yang baru muncul di tahun ini. Jenis city car terparkir dengan jumlah banyak di halaman yang luas. Dugaannya, Suzuki Ignis tersebut telah siap untuk dipasarkan di wilayah India. Baru-baru ini muncul foto ujinya beredar di sosial media.

Ignis memakai basis desain mobil dari konsep Suzuki iM-4 dan masih memiliki sejumlah ciri desain Suzuki yang lama. Model pertama kali diperlihatkan di acara otomotif Tokyo Motor Show. kemudian India adalah negara perakit Ignis. Indonesia pun ikut mengimpor mobil ini dari India.

Ignis memiliki perubahan besar terutama di bagian depan mobil. Bumper bagian depan dirombak menjadi bergaya sporty, kemudian grille gigi berbentuk U yang mengganti slat kromnya. Perubahan ini lebih mirip dengan Suzuki lainnya, seperti Vitara.

Selain mengubah desain bagian depan, dari bagian atap ke belakang mendapat perubahan yang halus. Mobil ini juga memiliki teknologi yang termutakhir seperti memiliki fitur layar sentuh dengan koneksi Apple Carplay. Kursi baru juga menghiasi kabin menjadi lebih nyaman.

Perihal mesin, Ignis tetap memakai mesin dengan bensin kapasistas 1.2 liter K-series. Mesin ini memiliki daya maks 83 PS di 6.000 rpm. Sementara, torsi maks pada 113 Nm di 4.200 rpm.

SUMBER: Tempo

Continue Reading

Trending