Suami di Bali diduga tusuk Istri hingga tewas • Malang Post News
Connect with us

Kriminal

Suami di Bali diduga tusuk Istri hingga tewas

Avatar

Published

on

Ketut Raning Siartini (37) ditemukan tewas dengan luka tusukan di bagian perut di sebuah indekos yang terletak di Jalan Waribang No. 18, Denpasar Timur, Bali, pada hari Kamis pukul 6.00 WITA. Ia diduga dibunuh suaminya yang bernama Ragil Wahyu Sugiono.

“Betul ada kejadiannya (peristiwa suami diduga bunuh istri),” ucap Kabid Humas Polda Bali AKBP Syamsi mengonfirmasi.

Ia berkata sekitar pukul 6 pagi WITA, dua anak korban memanggil tetangga mereka untuk datang masuk ke indekos. Mereka mengadu ibunya telah meninggal dengan kamar yang dipenuhi darah.

Menurut pengakuan tetangga, pasangan ini memang sering terlihat bertengkar. Keduanya juga sedang dalam proses perceraian.

Sementara, Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan berkata pihaknya masih melakukan penyelidikan.

Tetangga yang mengecek kejadian menemukan tubuh Raning yang sudah kaku. Ditubuhnya terdapat luka tusukan di 4 bagian perut dan mata kirinya pun terdapat bekas pukulan.

Polisi masih menelusuri motif di balik kejadian ini. Jenazah korban kini di bawa ke RSUP Sanglah untuk diautopsi.

SUMBER: Kumparan

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kriminal

Menggunakan ponsel ketika berkendara motor akan ditilang elektronik

Avatar

Published

on

Pixabay

Sistem baru penilangan elektronik kendaraan kini diberlakukan juga tidak hanya pada mobil, tetapi juga pada motor. Direktorat Lalin Polda Metro Jaya akan menyasar tilang elektronik pada para pengendara motor yang mengendarai sambil menggunakan ponsel. Hukuman yang berlaku bisa berbentu denda atau kurungan penjara.

Sistem tersebut akan dimulai pada 1 Februari 2020 dimulai di wilayah jalan Thamrin-Sudirman juga koridor 6 Trans Jakarta. Tilang elektronik ini akan dipantau dengan Electronic Traffic Law Enforcement.

“Mereka, para pengendara motor yang berkendara sambil mengetik atau menelepon akan kena tilang,” ujar Yusuf saat ditemui di Polda Metro Jaya, hari Senin 27 Januari.

Ia menghawatikan jika konsentrasi pengendara terganggu karena ponsel. Jika hal tersebut terjadi, maka akan terkena denda sebesar Rp750.000 atau ancaman kurungan penjara selama tiga bulan.

Hal ini merujuk pada Pasal 283 UU no. 22 tahun 2009. Hukuman tidak hanya diterapkan pada pengendara motor tetapi juga pada pengendara mobil dan kendaraan bermotor lain.

Para pengendara motor yang melanggar marka, tidak mematuhi rambu lalu lintas, tidak mengenakan helm akan dipantau oleh ETLE.

“Tiga pelanggaran tersebut kita fokuskan karena jadi salah satu penyebab macet,” lanjutnya.

Pihak kepolisian akan menilang langsung di tempat ketika sistem diterapkan di awal bulan Februari.

Yusuf pun menjelaskan mekanisme penilangan. Sama halnya dengan menilang kendaraan beroda empat, dimulai dari mengirim sebuah pemberitahuan pada pemilik kendaraan, sampai pada pemblokiran STNK jika tidak membayar denda sampai 14 hari.

AKBP Fahri Siregar, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya berkata denda tilang akan bervariasi tergantung pada pelanggaran yang langgar.

Merujuk pada UU no. 22 tahun 2009 perihal Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggaran tidak mengenakan helm didenta Rp250.000. Pelanggaran pada marka jalan didenda Rp500.000 dan ancaman kurungan penjara selama dua bulan.

Sejak tahun 2019, Polda Metro Jaya telah menempatkan ETLE di beberapa titik. Kamera tersebut juga mempunyai fitur khusus.

Fitur tersebut adalah bisa mendeteksi pemakaian sabuk pengaman pada kendaraan mobil, pengemudi yang menggunakan ponsel saat mengendarai kendaraan, plat nomor genap-ganjil, juga kecepatan kendaran. Dengan fitur-fitur tersebut diharapkan para pengendara dan pengguna jalan bisa semakin mematuhi aturan lalu lintas.

SUMBER: CNN

Continue Reading

Kriminal

KPK periksa RJ Lino

Avatar

Published

on

Komisi Pemberantasan Korupsi pada hari Kamis (23/1) tengah memeriksa eks Direktur Utama PT Pelindo II, Richard Joost Lino atau RJ Lino dalam kasus pidana korupsi Quay Container Crane di perusahaan tersebut.

“Benar, hari ini penyidik KPK memanggil tersangka RJ Lino untuk dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka,” ujar Plt Jubir KPK, Ali Fikri, Jakarta, hari Kamis 23 Januari.

RJ Lino tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Jakarta, sekiranya 10.00 WIB.

“Ini proses yang harus dihadapi ya. Saya akan hadapi,” komentar RJL soal pemeriksaannya.

Selain RJL, KPK pun memanggil satu orang saksi untuk tersangka RJL, yaitu Paulus Kokok Parwoko, Direktur Utama PT Jayatech Putra Perkasa.

RJL sampai sekarang belum ditahan oleh KPK meski sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 15 Desember 2015.

Ia ditetapkan oleh KPK menjadi tersangka lantaran diduga sudah memerintahkan pengadaan 3 QCC dengan cara menunjuk ke perusahaan HDHM langsung (PT Wuxi Hua Dong) yang berasal dari China sebagai perusahaan penyedia barang.

KPK bertutur bahwa pengadaan ini tidak disesuaikan oleh perusahaan dengan menyiapkan infrastruktur yang mendukung (pembangunan powerhouse), artinya pengadaan ini sangat memaksa dan ini adalah termasuk bentuk dalam penyalahgunaan wewenang sebagai Direktur Utama hanya untuk menguntungkan diri sendiri.

Dari hasil analisa yang dilakukan oleh ahli teknik ITB, estimasi biaya dengan melakukan perhitungan peningkatan kapasitas dari 40 jadi 61 ton, juga eskalasi biaya karena bedanya waktu bisa berpotensi merugikan terhadap keuangan negara sekiranya USD 3.625.922 atau setara dengan Rp50 miliar).

SUMBER: Antara

Continue Reading

Kriminal

Delapan resort di Bintan tercemar limbah minyak hitam

Avatar

Published

on

Pixabay

Sepanjang bulan Januari 2020 tercatat delapan buah resort yang ada di Bintan, Kep. Riau di mana pantainya tercemar oleh limbah minyak warna hitam. Resort tersebut adalah Club Med, Nirwana Lagoon, Lagoi Bay, Ria Bintan, Pantai Indah, Banyan Tree, Bintan Lagoon dan Sanchya Hotel.

Menurut General Manager dari PT Bintan Beach International Resort yang juga mengelola Lagoi, sampai saat ini terkumpul sebanyak 299 drum limbah minyak.

“Meningkat cukup signifikan jika dibanding 2019 yang mencapai 73 drum,” sebut Abdul Wahab.

Pencemaran limbah di Bintan tersebut adalah ‘penyakit tahunan’ yang menimpa Bintan, apalagi saat musim utara datang.

Limbah ini datang dari wilayah perairan perbatasan antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

“Limbah itu dibuang kapal tanker asing di wilayah OPL, kemudian dibawa arus perairan Bintan,” ujarnya,

Abdul kini berharap akan ada langkah yang konkret dari pemerintah untuk mengatasi masalah limbah ini karena dari masalah ini Bintan bisa tercoreng dari pandangan turis asing dengan sebutan kawasan wisata internasional.

Jika ada, pihaknya akan siap untuk mendukung wacana yang pemerintah berikan untuk menebar jaring sepanjang bibir pantai guna menahan limbah kotor tersebut.

“Kalau dampak kunjungan wisman memang belum ada, tapi kita perlu tunjukkan kepada turis bahwa limbah minyak itu bisa dibasmi atau paling tidak diminimalisasi,” tutur Wahab.

SUMBER: Antara

Continue Reading

Trending