Alasan mata terlihat lelah dan sembap • Malang Post News
Connect with us

Gaya Hidup

Alasan mata terlihat lelah dan sembap

Avatar

Published

on

Mata terlihat lelah sampai muncul lingkaran hitam di sekitar mata tentu mengganggu penampilan. Hal ini bikin kamu jadi keliatan stress dan kurang tidur. Padahal tidur udah cukup, sekitar delapan sampai sembilan jam.

Mengutip dari Times of India, lingakaran hitam di area mata ini yang bikin kita keliatan lelah, ternyata bisa saja disebabkan oleh beberapa hal. Bukan cuman soal kurang tidur, gaya hidup yang gak seimbang juga bisa jadi faktor. Berikut adalah beberapa penyebabnya:

  1. Dehidrasi

Kekurangan air pada tubuh bisa bikin kita keliatan lelah dan mata sembap. Ini terjadi karena kulit di bawah mata sangat sensitif sehingga munculnya dehidrasi yang buat area ini keliatan kelelahan. Jadi jangan lupa untuk mengkonsumsi banyak air mineral seharian, termasuk sebelum tidur.

  1. Terlalu banyak mengkonsumsi kafein

secangkir kopi di pagi hari emang nikmat banget, tapi kalau terlalu banyak mengonsumsinya bakal bikin mata sembap. Ini bisa terjadi ketika kita terbiasa minum empat sampai lima cangkir kopi, karena kelebihan kafein bisa bikin dehidrasi.

Seperti yang dijelaskan, dehidrasi buat area mata terlihat sembap dan lelah. Sebaiknya, kurangi asupan kafein dan menggantinya dengan teh hijau yang mengandung antioksidan. Kandungan ini bisa menjaga kulit tetap sehat dan terhindar dari kondisi mata yang terlihat kelelahan.

  1. Mata lelah

Susah melihat benda yang jauh atau kesulitan membaca bisa membuat otot mata tegang, dan kelamaan di depan monitor. Kebiasaan ini bisa melebarkan pembuluh darah lalu menimbulkan lingkaran mata yang gelap dan sembap. Untuk menghindarinya, beristirahatlah dari layar komputer atau hp setelah 30 menit. Selain itu, temui dokter apakah kamu butuh kacamata bila kesulitan melihat jarak jauh atau dekat.

  1. Asupan garam yang berlebihan

Mengonsumsi makanan yang cukup banyak mengandung garam bisa menyebabkan penahanan air di dalam tubuh, terutara di sekitar mata. Terjadinya retensi atau penahanan cairan di dalam tubuh  bisa meregangkan kulit yang tipis seperti di area mata, jadi keliatan kendor dan kelelahan.

  1. Alergi pada mata

Ini salah satu alasan kenapa mata kita bisa keliatan lelah atau sembap. Bisa jadi ada partikel kecil seperti bulu kucing atau serbuk sari yang masuk ke mata, yang menyebabkan pembuluh darah di bawah mata. Aliran darah yang meningkat dan terjadi peradangan yang bikin mata keliatan bengkak.

 

SUMBER: Kumparan

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

Gerakan makan telur di Sukabumi cegah stunting

Avatar

Published

on

Pixabay

Sukabumi meluncurkan program konsumsi telur agar menekan angka dari kondisi stunting. Stunting adalah kondisi anak yang memiliki tinggi yang lebih rendah dibanding standar pada usianya. Gerakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan gizi yang didapat pada anak-anak.

Launching gerakan konsumsi daging ayam dan telur yang bertempat di Posyandu Gatot Kaca, Jl. Kolabereus Salaeurih, Kel. Dayeuhluhur, Kec. Warudoyong, pada hari Rabu 22 Januari. “Upaya ini untuk membebaskan kota Sukabumi dari stunting,” ujar Achmad Fahmi, Walkot Sukabumi.

Gerakan ini disebut oleh Fahmi adalah pemberian asupan yang bergizi dengan memberikan protein hewani dari telur ayam. Langkah ini dilakukan supaya anak dan cucu tumbuh berkembang dengan normal.

Program tersebut menurut Fahmi, dari setiap posyandu akan diberikan satu peti penuh telur ayam, sebanyak 200 butir. Maka nanti, satu anak akan dapat sebanyak dua butir telur dan semuanya diberi pada anak supaya mendapat asupan makanan bergizi dengan lebih baik dan tumbuh dengan normal seperti yang diharap semua orang tua.

Ia berkata bahwa bantuan program CSR tersebut capai sebanyak 12 peti dalam satu bulan atau artinya ada 2.400 butir telur dalam satu tahun. “Targetnya anak Sukabumi makin sehat dan kasus stunting di Sukabumi bisa dituntaskan,” tambahnya.

Berdasarkan info yang diperoleh oleh Fahmi, Sukabumi masih memiliki kasus stunting pada beberapa wilayah. Ia kemudian berharap bahwa kota Sukabumi bebas dari peristiwa stunting.

Kardina Karsoedi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Sukabumi, ikut berpendapat bahwa gerakan ini mendapatkan dukungan dari distributor telur yang dipasok satu bulan sekali antara hari Rabu dan Sabtu.

Telur-telur tersebut didistribusi melewati Pemerintah Kota Sukabumi dan disambung ke warga.

SUMBER: Republika

Continue Reading

Kesehatan

Dokter China yang selidiki virus korona mengaku terinfeksi

Avatar

Published

on

Republika

Satu orang dokter China yang sedang menyelidiki wabah dari virus mematikan yang baru mengaku telah terinfeksi oleh virus tersebut.

Kepala Departemen Pengobatan Paru dari Peking University First Hospital Beijing, Wang Guangfa, jadi bagian dari tim ahli yang pada awal bulan Januari ini sempat mengunjungi Wuhan, asal tempat dari virus korona.

Media televisi pemerintah China memberikan laporan di hari Rabu pagi, Wang kini sedang dalam ruang isolasi dan diberikan perawatan sejak hari Selasa karena diduga terkena infeksi dari virus korona.

“Saya terdiagnosa dan kondisi saya baik-baik saja,” ucap Wang pada Cable TV Hong Kong, Selasa (21/1). Ia tidak lupa menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang masyarakat berikan padanya.

Jumlah korban yang meninggal dunia akibat virus korona yang menyerupai flu, telah dikonfirmasi oleh para pejabat bahwa virus tersebut bisa menular pada sesama manusia, menjadi enam orang korban, per Selasa (21/1). Jumlah dari kasus virus yang sudah dilaporkan melonjak menjadi 300 kasus lebih. Sementara, ada 15 orang petugas medis yang ikut terkena infeksi juga.

Wang, pada saat itu sedang melakukan penelitian perihal infeksi saluran pernapasan berat (SARS) pada tahun 2003, berkata ia sedang dalam perawatan medis dan akan diberikan suntikan. Namun, ia tidak menceritakan tentang bagaimana ia terkena infeksi virus itu.

“Saya tak mau semua orang terlalu memperhatikan kondisi saya,” sebutnya pada kanal berita China.

Pada tanggal 10 Januari ia berkata pada media wabah dari virus korona tampak terkendali, karena sebagian dari pasien memiliki gejala-gejala yang ringan dan beberapa sudah boleh dipulangkan.

SUMBER: Antara

Continue Reading

Kesehatan

Penderita penyakit kritis di Jabar di atas rata-rata Nasional

Avatar

Published

on

Pixabay

Total orang dengan penyakit kritis di Jabar di atas rata-rata Nasional.

“Seperti penyakit jantung. 1,6% masyarakat di Jabar menderita penyakit jantung,” jelas dr. Laura Anasthasya, dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Premier Jatinegara pada seminar PRUTotal Critical Protection, Bandung, Senin 20 Januari.

dr. Laura berkata bahwa jumlah ini melebihi dari rata-rata yang nasional miliki, yaitu 1,5%. Begitu pula dengan penyakit hipertensi masyarakat Jawa Barat sebanyak 9,67%, dengan rata-rata nasional sebanyak 8,36%.

Begitupun dengan penyakit stroke. Penyakit stroke diderita sebanyak 11,4%, angka ini melebihi angka rata-rata nasional yang hanya sebanyak 10,9%. Juga gagal ginjal sebesar 0,48%, di atas rata-rata nasional 0,38%.

“Itu merupakan data yang diambil dari Riset Dasar 2018. Riset tersebut menunjukkan berbagai jenis penyakit memiliki prevalensi yang melebihi rata-rata nasional,” tutur dr. Laura.

Selain dengan disebabkan jumlah penduduk dengan angka besar, penyakit kritis itu bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Untuk itu, imbauan pada masyarakat untuk tidak terpaku mengindar hanya satu penyakit tertentu saja.

Bermacam-macam masalah kesehatan bisa terus bertambah karena dari banyak faktor yang mendukung seperti gaya hidup, perubahan iklim, dan globalisasi.

“Kondisi penyakit semakin banyak karena kurang aktivitas fisik, makanan pengawet, rokok, dan lainnya,” ungkapnya.

Maka dari itu, masyarakat Jawa Barat perlu untuk mengantisipasi dari ancaman penyakit kritis dengan cara mengubah gaya hidupnya dan lebih menyadari akan mahalnya kesehatan.

Penyakit kritis bisa berimplikasi ke aspek psikologis, finansial, dan sosial yang tergoyangkan stabilitas masa depan keluarga dan ekonomi.

“Apalagi beberapa jenis penyakit seperti akibat kecelakaan dan bencana tidak ditanggung BPJS,” tutur dr. Laura.

Masyarakat diminta agar mawas diri, menjalani pola hidup yang sehat, istirahat dengan cukup, dan rajin untuk medical check up.

“Lakukan medical check up untuk mencegah, bukan medical check up setelah sakit,”.

SUMBER: Kompas

Continue Reading

Trending